
" aww... sakit Tuan... " ucap Xena sambil tergopoh gopoh mengikuti langkah kaki ben..
Ben terus manarik tangan Xena, bahkan ia tak menghiraukan banyak nya mata yang memperhatikan nya.
Sampai lah ben pada tempat tujuan , yaitu ruangan nya.
Ben melepaskan cengkraman nya dengan kasar.
" ada hubungan apa kau dan Rio? " tanya ben
" a aku gak ada hubungan apapun dengan kak rio..... "
" jangan bohong.. " bentak nya
" maksudnya apa sih, jika pun aku punya hubungan dengan kak Rio atau pun orang lain, apa peduli mu.. " tanya Xena
" jelas aku peduli karena kau... kau itu masih istriku.. "
" oh iya kah? kita ini suami istri? bukan nya kita suami istri yang hanya di altar saja tuan? dan seingat ku kau sendiri yang bilang kita tidak boleh ikut campur urusan pribadi kita masing-masing .. bukan begitu kan tuan ben.. " jawab Xena sambil menatap wajah nya.
" itu tidak berlaku untuk mu... " pungkasnya cepat
" yaaaak.. kau ini kenapa egois sekali.. " gerutu Xena.
Ben yang melihat Xena seperti itu tertawa pelan sambil tetap melihat Xena yang saat itu sedang kesal. Ia mengerucut kan bibir nya dan menghentak kan kaki nya.
kenapa wajah nya seperti itu, tahan ben....
" ehem .. jadi mulai hari ini, aku tidak mau melihat mu dengan laki laki lain terlebih dengan Rio, karena aku tidak suka... "
Xena tertegun dengan perkataan ben dan sebenarnya siapapun akan bahagia jika pasangan nya posesif dan cemburuan seperti ben ,karena menandakan cinta,sayang dan yang pasti nya takut kehilangan , tapi itu tidak mungkin, kata terakhir dari ben membuyar kan perasaan bahagia Xena...
" Karena aku tidak mau nama ku jelek di mata orang yang mengetahui pernikahan kita, kau harus ingat itu. Dan jangan kau kepedean aku seperti ini karena tidak lebih dari sebuah menjaga image ku saja.. kau faham dr. xena..?" terang ben ke Xena.
__ADS_1
" Baiklah, tapi aku tidak janji.. " Xena tersenyum sinis, Xena tersenyum demi menyembunyikan perasaan nya yang hancur remuk. Ia mengalun kan langkah nya ingin keluar dari ruangan tersebut...
" hei.. kau mau kemana? kenapa kau tak mau berjanji? ? heii.. tukang potong " teriak ben
" aiiigyoo.. Tuan..! aku lapar , tadi pagi aku belum makan, dan siang ini jika aku tidak makan juga maka sah malam nanti aku MATI...!!! " jawab nya
Ben kaget...
" apakah secepat itu mati nya.. ? "
" ya..!! " Xena terus berjalan melewati meja kerja sekretaris ben yang bernama Siska.
Siska yang dulu pernah menghina nya saat pertama sekali ia injakan kaki di kota ini.
Ben mengejar Xena dan menahan langkah nya dengan tangan nya.
" Tunggu, ayo kita pergi bersama.. " pinta ben
Xena tak menjawab iya melirik tangan nya yang di pegang ben.
Ben segera melepas tangan nya begitu ia tau xena melirik tangan nya dan tersenyum.
Mereka pun pergi berlalu dan menghilang setelah pintu lift terbuka.
Siska yang melihat kejadian tersebut menjadi sangat kesal. Ia yang sedari dulu sudah menyukai boss nya malah bisa di kalah kan oleh wanita yang ia tahu adalah pengemis dan OB .
Bahkan Siska tak tau jika Xena adalah seorang dokter sekarang.
" Pasti dia pakai pelet, aku harus pergi ke mbah wajan agar bisa mengalahkan pelet dari nya. kenapa tidak dari dulu saja aku pergi ke mbak wajan agar aku bisa jadi istri CEO.. " ucap nya pelan Dan menghentak kan tangan nya ke meja kerja nya.
Didalam mobil Xena dan ben hanya diam..
sampai akhirnya ketika lampu merah, ban mobil sudah tak lagi berputar Xena menatap ke jendela kaca mobil nya melihat para penjual asongan yang sedang menjajakan jualan nya. Ia juga melihat ada anak anak remaja yang juga sedang menghampiri kendaraan, mereka membawa dagangan mereka .
__ADS_1
Xena menurun kan kaca mobil nya lalu meneriakkan sebuah nama... anak remaja yang ada di seputaran lampu merah itu pun tersenyum dan berlari ke arah nya, lalu ia mengeluarkan 5 lembar uang pecahan 100rb dan memberikan kepada anak tersebut.
" terimakasih kadok cantik " ucap anak tersebut
" iya sayang sama sama.... " jawab Xena
" oya kadok.. ibu kirim salam "
Xena hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum, lalu memegang kepala anak tersebut.
" oh iya kah? salam balik bilang ya..nah sekarang pulang lah kapan-kapan kakak main ke rumah kalian ya..? " ucap nya lagi
" iya kadok cantik .. " anak itu menyalami nya lalu pergi.
Xena menaikkan kaca mobil nya dan ternyata ben sedari tadi melihat keakraban yang terjalin antara Xena dan anak tersebut menjadi bingung .
Siapa anak itu dan kenapa mereka terlihat sangat akrab...
Apa dia mengenal anak itu?
Apa anak itu juga mengenal nya?
Kenapa ia tau rumah dari anak itu
Terus kadok atau kodok itu apa? apa itu hewan atau apa?
itulah pertanyaan yang ada di dalam kepala ben..
tanpa ia sadari lampu merah telah berganti hijau. dan suara klakson membuat ia bangun dari lamunannya. .
.
__ADS_1
.
.