The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
HORMATI ISTRI LU


__ADS_3

Setelah proses pemakaman selesai satu persatu para tamu yang hadir sudah mulai meninggalkan area pemakaman, Ben memilih pemakaman mama nya dan Risa tepat di samping makam papa nya . Ya pemakaman elite itu adalah pemakaman yang di bangun oleh keluarga Cakraguna.


Ben yang di dampingi oleh Jennie dan Ryan juga mulai nampak bergerak menuju mobil nya. Sementara Xena masih bersimpuh di antara makam rita dan Risa yang masih basah.


Tepat di belakang nya Rio dan fei masih setia menemani nya .



Ben yang berada di dalam mobil masih duduk diam di bangku belakang nya sambil mata nya tetap memandang Xena yang masih berada disana. Ada rasa tak nyaman ketika ia melihat Rio bersama dengan Xena istri nya .


Tapi ia urungkan niat nya ketika ia ingin rasa nya menegur Xena . Ia tau wanita itu masih memendam amarah kepada nya .


" sayang.. ayo kita pulang... " ucap jen pelan sambil memegang tangan Ben.


" Baik sayang.. "


Tak lama ryan pun menjalankan mobil nya menuju Mansion.


.....


" Xena.. ayo kita pulang , kamu butuh istirahat "


Rio mulai membuka suara nya sambil mengangkat bahu Xena agar berdiri.


" Iya dok.. anda jangan larut seperti ini.. nanti anda sakit dok .. " tambah fei


Xena mengangguk pelan dan air mata nya masih menetes dengan lancar .


Mereka berjalan menuju mobil, ...


" Dok.. saya titip dokter Xena, " ucap Fei ke Rio dan langsung ia masuk ke dalam mobil nya yang di parkir di belakang mobil Rio.


Tak butuh waktu lama Rio dan Xena sampai di Mansion Ben.


Xena melihat Jennie duduk bersenderan di pundak lengan Ben. Dan Ryan duduk di sofa tepat di depan mereka.


Ryan yang sedang membuka ponsel nya dan terlihat wajah nya serius dan keningnya berkerut.


Sesekali Ryan mencuri pandang ke arah Jennie dengan tatapan tanpa arti.

__ADS_1


" makasih kak, sudah mengantarkan Xena pulang, Xena izin ke kamar dulu .. " ucap nya ke Rio.


" iya kau istirahat lah... jangan menangis lagi.. "


" makasih kak.. "


Xena pun berjalan menuju ke kamar, tapi bukan kamar tempat biasa ia tiduri, ia memilih kamar Risa untuk tempat ia istirahat. Ia tak menghiraukan tatapan mata Ben ke dirinya . Ia Seolah menganggap di rumah itu tak ada orang satupun.


Rio pun dengan tidak sungkan menghampiri Ryan , Jennie dan Ben. Ia menjatuhkan bokong nya di sofa tepat di samping Ryan.


" Ben.. apa lu gak mau mencari tau penyebab kecelakaan yang menimpa mama mu dan Risa? " ucap Rio sambil mengambil gelas yang ada di depan Ryan dan meminum nya.


" Rio.. kamu seharus nya jangan ungkit masalah kecelakaan itu di saat kondisi ben sedang begini.. " tegas Jennie..


" hahhh... maaf tapi ini memang harus di bahas, bukan begitu yan? " jawab nya sambil menyenggol tangan Ryan yang sibuk dengan ponsel nya.


" ya.. gw setuju dengan Rio. "


" tapi aku tidak..! tunggu lah ben tenang dulu.. benar kan sayang.. " ucap jen manja ke ben


" ya.. " jawab ben singkat.


" aku calon istri nya ben, seharus nya kalian berkaca, siapa yang bukan siapa nya ben "


Jennie menatap 2 pemuda yang ada di depan nya dengan pandangan benci.


" kau masih calon istri, belum istri jen seharusnya sadar posisi mu itu... " ucap Rio lagi.


" Rio benar, " tegas Ryan membenarkan pertanyaan Rio .


ketiga nya larut dalam tatapan sinis satu sama lain nya. Tak lama Ben berdiri dari duduk nya dan...


" kalian pulang lah, aku butuh istirahat.. " tambah nya lagi menghentikan perdebatan antara sahabat nya dan jennie kekasih nya.


Ryan dan Rio pun saling menatap dan mereka serempak berdiri dan ingin pamit.


" kau jen? apa butuh tumpangan..? " tanya Rio


" Aku disini menemani ben.. "

__ADS_1


" Ben.. gw sekedar kasih pandangan ke lu, karena kita sudah bersahabat lama. hormati istri lu, orang yang tau akan mikir lu sebelah mata dengan lu biarkan wanita lain masuk ke rumah lu.. karena elu masih berstatus punya istri. Lu tau tamu tamu di pemakaman tadi memperhatikan kalian, ini hanya sekedar saran dari sahabat ke elu . jangan rusak nama baik lu Ben,.. " ucap Rio panjang.. " dan pikir kan semua itu "


Rio dan Ryan langsung berlalu dan pergi meninggalkan mereka berdua di dalam..


Dan Ben juga Jennie mereka masuk ke kamar untuk istirahat.


" Kau tidur lah di kamar tamu jen.. "


" tapi aku mau menemanimu sayang, lagian istri sementara mu itu juga tidak akan marah karena dia tau status nya dan status ku.. " ucap nya merengek kepada Ben.


" Jen.. aku mohon aku ingin sendiri.. "


" oke honey, good night muuaachh " ucap nya sambil mencium pipi Ben,.


setelah itu Ben pun masuk ke kamar nya, ia melihat sekeliling kamar tapi tak mendapati Xena. Ia coba melihat ke kamar mandi tapi Xena juga tak ada.


Ia turun dan menjumpai kepala pelayan.


" Dimana Xena bik.. "


" Nyonya tidur di kamar non Risa tuan.. " jawab pelayan.


" emm baiklah.. "


Ben berlalu menuju kamar nya kembali dan merebahkan tubuh nya. Ia tak mau mengganggu Xena . Ia tau Xena masih marah dan terpukul dengan kejadian ini.


....


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


......


__ADS_2