
Sudah Sebulan ini mereka menikah, mereka terlihat menjalani peran mereka dengan sangat baik.
Pagi mereka bekerja, malam mereka berkumpul dan makan malam bersama jika Xena tidak ada jadwal, lalu mereka tidur di kamar yang sama tapi berbeda ranjang. Jika ben di ranjang yang super empuk maka Xena di sofa.
Tak masalah bagi Xena , karena ia sudah terbiasa hidup susah dan apa ada nya dulu semasa di panti. Maka saat sekarang ini ia jalani dengan rasa syukur.
Ben juga sudah terbiasa dengan suara telpon tengah malam yang berasal dari ponsel Xena. Telpon dari RS atau dari fei asdok nya Xena yang menginfokan jika ada pasien gawat yang harus di operasi tiba tiba.
selama sebulan ini ben selalu berbuat dan bertindak semau nya.
Menyuruh ,memerintah dan membentak Xena sudah jadi kebiasaan nya setiap hari.
Di awal awal Xena sedikit protes tapi lama kelamaan ia menjadi sudah terbiasa.
Ben menyuruh Xena untuk mencuci pakaiannya tidak boleh di kerjakan oleh pelayan rumah, ia juga minta setiap pagi di buatkan sarapan tanpa terkecuali, menyediakan baju kerja nya, menyiapkan air mandi nya dan membersihkan kamar nya setiap hari tanpa di bantu pembantu.
Xena harus bangun pagi pagi sekali, dengan rutinitas nya itu. Karena ben tidak mau di kerjakan nanti nanti harus pagi sebelum ia kerja sudah selesai semua tugas yang di berikan nya.
Bagi Xena tidak ada masalah karena itu memang tugas seorang istri ke suami, hanya saja tenggang rasa dari waktu pengerjaan nya yang bermasalah.
Ben tau Xena wanita karir yang memiliki tugas di luar sana, ia seorang dokter ada tanggung jawab kepada pasien nya. Dan itu sudah sumpah dokter nya. Bahkan di saat malam nya Xena di panggil RS untuk operasi, ia harus segera pulang demi melaksanakan tugas sebagai istri dari ben. Tak ada istirahat.
Pagi pagi sekali ia mencuci pakaian, lalu menyiapkan sarapan. setelah itu ia mandi, lalu menyiapkan air hangat untuk suami nya mandi, lalu membangunkan suaminya, selagi suami nya mandi ia pun membersihkan kan tempat tidur dan kamar nya dan mempersiapkan pakaian kerja suaminya. Setelah itu ia turun untuk menghangatkan sarapan dan membuat kan susu untuk suami nya. ketika suaminya sarapan ia ke kamar dan berganti pakaian kerja nya. ketika suaminya sudah pergi baru ia pun bisa bernafas lega dan berangkat kerja.
Rita dan risa sedang tak ada di rumah untuk beberapa minggu ini karena risa dan rita pergi ke luar negeri untuk melakukan terapi.
Sebulan ini timbangan nya susut. ia terlihat pucat dan lemas., dan itu di perhatikan oleh Rio.
__ADS_1
Xena yang lemah terhoyong ke depan tapi dengan cepat Rio menahan tangan nya.
" kau kenapa Xena... "
" gak apa apa kak, hanya sedikit pusing saja " jawab nya
" kau yakin? ayo kita ke lab kita periksa "
" yakin kak.. ini cuma kelelahan saja kak, " ujar nya meyakinkan Rio
Rio pun harus percaya dengan apa yang Xena katakan, walaupun ia melihat ada hal yang lain yang di sembunyikan oleh Xena.
Di perusahaan CGC ( CAKRAGUNA CORP)
" iya sayang tunggulah sebentar lagi, dia pasti akan minta cerai dari ku "
Seperti itulah pembicaraan yang terucap dari mulut ben ke orang di ujung telpon tersebut..
ben berhenti sejenak untuk pembicaraan nya karena melihat ada Ryan datang.
" sayang dengarkan aku ini tidak lama, aku janji.. dan lagian aku tidak mau menyakiti risa kau faham kan posisi ku saat ini sayang.. " tambah ben lagi
" love you... nanti siang aku ke sana tunggulah aku " jawab ben dan di akhiri dengan kecupan.
Ryan berjalan duduk di kursi depan meja kerja ben, dan ben beralih posisi dari berdiri di dinding kaca transparan nya duduk di kursi kesebesarannya.
" lain kali ketuk pintu dilu jika lo ingin masuk yan...
" oke sorry bro.. " Ryan tak terlalumenanggapi perkataan ben. ia sibuk membuka laporan yang akan di tanda tangani ben..
__ADS_1
" Kapan jennie kembali " tanya Ryan setelah terdiam dengan kerjaan nya.
" sudah seminggu " singkat nya
" jadi kapan lo ceraikan dokter Xena " tanya Ryan kembali
" lo dengar?! " selidik ben
" sedikit saja dan gw hanya berasumsi saja "
" ohhh... yang jelas bukan saat ini "
" ben lo udah pikir ulang akan niat lo itu, dokter Xena itu perempuan baik ben " ucap Ryan
Ben mendengus kasar
" gw tau apa yang harus gw lakukan, gw gak minta pendapat lo untuk urusan pribadi gw, lo harus paham posisi lo disini itu apa yan.. " terang ben
Ryan hanya diam dan mengangkat kedua tangan nya, seolah pasrah akan ucapan ben kepada nya.
Walaupun ia memang merasa tak senang dengan tindakan ben ke Xena.
Bagi nya Xena adalah wanita yang pantas mendampingi ben yang keras kepala tersebut. Tapi tidak menurut ben..
Jennie tetap lah jadi wanita no 1 nya ben, setelah rita dan risa.
.
.
__ADS_1
.