The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
PERSENTASI


__ADS_3

Sorot mata tajam dari ben menjurus ke Xena yang saat itu sudah duduk di depan nya. Rio tepat duduk di samping Xena dan dr. haikal di sebelah Rio.


Ben menunjukkan wajah tak bersahabat nya ke Rio, tapi Rio tak memperdulikan nya.


Persentasi pun dimulai dimana Xena yang telah di utus menjadi moderator .


Xena menjelaskan tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) rumah sakit. Ia juga menerangkan dasar hukum yang terkait dalam pelaksanaan K3 RS beserta UUD nya, juga tak lupa ia terangkan fasilitas dari RS tersebut demi kenyamanan karyawan perusahaan.


Masa persentasi juga melibatkan sesi tanya jawab, dimana beberapa direktur bagian bertanya seputar hal K3. sesi ini di jawab oleh Rio dan dr. haikal.


Hal yang paling mendebarkan dimana Ben selaku pemilik perusahaan mengajukan pertanyaan yang ia tujukan kepada moderator.


Dimana pertanyaan tersebut ia hanya ingin Xena yang menjawab bukan Rio atau dr. haikal yang jawab. Guratan rasa kesal pun terpancar di wajah rio.


" baiklah saya ingin ajukan pertanyaan, emm...jika memang rumah sakit harus terpaksa menolak pasien karena tidak tersedianya peralatan medis, bagaimana tanggung jawab rumah sakit terkait penolakan tersebut? saya ingin moderator yang menjawab.. silahkan dokter Xena.. " ucap ben ke Xena sambil terus memasang wajah datar nya.


" Terimakasih untuk pertanyaannya Tuan Ben. untuk pertanyaan Anda tersebut rumah sakit yang karena di luar kemampuannya tidak memiliki peralatan medis boleh saja menolak pasien dan hal ini tidak dilarang oleh undang-undang. Adapun bentuk tanggung jawabnya adalah dengan memberikan rujukan pelayanan kesehatan ke rumah sakit lain." jawab Xena dengan santai



" jelaskan tentang rujukan nya.. " tanya nya kembali

__ADS_1


" Rujukan dapat dilakukan secara vertikal dan horizontal berdasarkan Pasal 7 Permenkes 1/2012. Rujukan vertikal merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatan, sedangkan rujukan horizontal merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan dan silahkan baca dan lihat Pasal 7 ayat (2) dan (3) Permenkes 1/2012.. di lembaran ini ada bunyi dari pasal pasal tersebut Tuan Ben.. " kata Xena dengan lantang.


Ben mengambil kertas yang di berikan oleh Xena ke Ryan dan membacanya sambil manggut manggut kecil.


Ben cukup puas dengan persentasi yang di berikan pihak RS tersebut.


Ben akui dalam pekerjaan Xena memang layak di acungi jempol.


Persentasi selesai ketika mereka berjabat tangan, Xena menyodorkan tangan nya ke ben dan di sambut ben sambil menatap wajah nya Xena. Lalu iya mulai berjalan di samping Xena dan tepat di samping tubuh Xena ia menghentikan langkah nya lalu berbisik.


" Jangan pulang terlalu larut, karena aku tidak mau kau repot kan seperti tadi malam.. " bisik ben pelan yang hanya bisa di dengar oleh Xena.


lalu ia berjalan meninggalkan ruangan persentasi tersebut tanpa menyapa Rio.


" nggak ada apa apa kak... " pungkas nya sambil menyusun lembaran kertas yang ada di meja.


" ayo kita makan siang dulu, lalu baru ke RS... yan lo gak ikut makan siang sama kita ? " ujar Rio


" boleh juga gw ikut kalian.. " jawab Ryan yang merasa senang.


" saya nggak bisa ikut kalian karena saya harus jemput anak saya sekolah.. " sela dr. haikal

__ADS_1


" wah sayang sekali dok.. " kata Ryan.


Dr. haikal bergegas pergi dan tinggal lah mereka bertiga di dalam ruangan persentasi tadi.


Mereka berjalan beriringan bertiga dengan Xena di tengah. langkah mereka terhenti ketika ben sudah berdiri di depan mereka seolah menghadang mereka.


mereka bertiga menatap wajah ben, tapi ben hanya menatap wajah Xena.


Ben memainkan langkah nya kedepan dan langsung memegang tangan Xena dengan kuat lalu menarik nya untuk ikut dengan nya, Xena merasa kesakitan atas cengkraman ben tapi ia tak peduli kan. Rio yang melihat itu langsung menghalangi niat ben yang ingin membawa istrinya.


" lepas ben.. jangan kasar dengan cewe " ucap Rio


" jangan ikut campur urusan gw , lo cuma orang luar.. " tegas ben dengan tatapan membunuh nya, dan ia langsung melanjutkan aksi nya dan menarik Xena ke ruangan kerja nya.


Dan ryan membawa pergi Rio dari kantor CGC.


Rio pun mengikuti mau Ryan, walaupun pikiran nya masih tertuju pada Xena yang di bawa paksa oleh ben yang tak lain suami nya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2