
Melihat Xena terkulai lemas, membuat Rio Ryan dan Nadia langsung berhamburan ke arah Xena.
Ben yang juga melihat langsung di depan kedua mata nya spontan berlari menuju tubuh Xena yang sudah tak sadar kan diri.
Ia mencoba ingin menggendong Xena. tapi di cegah Rio.
" Minggir .. biar aku saja,"
" Dia masih istri ku.. "
" hah.. tanpa kau sadari kau sudah menceraikan nya, jadi dia bukan urusan mu. " tegas Rio
Ben hanya diam dan melihat saja ketika Xena di gendong Rio pergi masuk ke dalam mobil yang di ikuti oleh Nadia.
Ketika Ryan ingin mencoba ikut masuk ke mobil, langkah nya di tahan Nadia.
" Tuan Ryan, kau tak perlu ikut.. lebih baik kau urus saja tuan mu itu .. "
Ryan pun mengiyakan ucapan Nadia, ia merasa Xena Sudah cukup aman dengan Rio dan sahabat nya itu.
Sementara di dalam jennie terlihat marah dengan sikap ben yang seperti itu kepada Xena. Ben seperti menunjukkan sikap keperdulian nya terhadap wanita yang jennie benci tersebut.
Ben tak menghiraukan jennie saat ini, ia memilih naik ke atas untuk menenangkan hati dan pikiran nya.
" Ben.. kenapa kau begini.. "
" jen.. aku mau sendiri aku lelah.. " ben lalu menutup pintu kamar nya.
Jennie yang tepat berada di depan pintu sangat kesal ia menghentakkan kaki nya.
Kau lihat saja ben, sebentar lagi kau akan jadi suamiku dan kau Xena ku pasti kan kau tidak akan bisa lagi untuk mendekati ben.
Biarpun Xena sudah mengatakan untuk tidak mau berhubungan lagi dengan ben, tapi jennie masih tetap tak percaya .
__ADS_1
Jennie lalu keluar dari mansion itu dengan mobil nya. Ryan yang melihat nya dengan tatapan aneh pun menggeleng kan kepala nya.
Ben kenapa harus jennie yang kau pilih, dia yang sudah mencampakkan mu dulu kau Terima lagi untuk masuk ke dalam hidup mu.
dan wanita sebaik xena malah kau sia sia kan .
.......
Sampai di RS, rio dan nadia berlari kecil sambil mengikuti para perawat yang sedang mendorong brankar memasuki ruangan UGD.
" Dokter xena... kenapa dengan nya dok? " ucap salah satu dokter.
" Periksa saja dia.. aku tunggu di luar.. "
Rio dan nadia mempercayakan xena kepada dokter piket UGD. mereka menunggu dengan wajah yang kalut . mereka takut jika xena mengalami tekanan dalam pikiran sehingga membuat nya menjadi sakit.
Selang berapa lama dokter pun keluar .
" apa yang terjadi , bagaimana dia"
" apa...!? " ucap Rio dan nadia bersamaan
Rio menatap tubuh xena yang lemah , ia merasa iba dan kasihan terhadap wanita itu. Wanita yang sudah lama ia sukai .
Nadia memegang tangan xena dan ia menangis melihat sahabat nya dalam keadaan seperti itu, pernikahan yang tak di inginkan, mencintai suami yang tak mencintai nya , perceraian di saat rita dan risa tak ada dan kehamilan dalam kondisi ini.
" pindahkan dokter xena ke kamar VIP dan aku minta jangan ada yang tau tentang kondisi nya saat ini..sampai kita memang tahu pasti tentang kondisi nya secara akurat " perintah Rio ke dokter UGD dan perawat.
.....
Jennie telah duduk dengan sangat anggun di kursi dengan memegang ponsel nya. Ia sedang melihat pemberitaan tentang nya dan ben.
Ya perihal dia dan ben yang tampak dekat sewaktu pemakaman kemarin sudah beredar cepat. Senyum indah tersungging dari bibir tipis nya.
__ADS_1
" bagaimana perkembangan nya. " tanya seorang pria kepada jennie yang terlihat tersentak dari konsentrasi nya.
" sangat baik... dan kau tau? mereka sudah sepakat untuk bercerai "
" apa kau yakin itu " tanya pria itu lagi
" yakin karena aku disana saat mereka bertengkar dan memutuskan nya.. "
" baguslah kalau begitu.. tapi aku tidak suka cara kasar mu terhadap dokter itu, aku membantu mu dan memberikan apa yang kau mau agar kau bisa menjadi nyonya cakraguna, tapi tidak mencelakai nya. Jika kau ingin membunuh dan mencelakai orang lain silahkan aku bantu seperti biasa, tapi tidak untuk dia kau celakakan.. paham!! " tegas lelaki itu ke jennie
" aku hanya mendorong tubuh nya tidak lebih.. " ucap jennie dengan santai.
Pria itu lalu berjalan menghampiri jennie yang masih duduk diam di kursi nya, lalu ia memegang dagu jennie dengan kuat.
" kau bilang mendorong nya? .. hah..! kau pikir aku tidak tau apa yang kau lakukan pada nya.. berapa kali kau tampar dia? berapa kali kau hah.. bahkan saat ini dia harus di rawat di RS karena kau.. " ucap nya sambil melepas tangan nya dari dagu jennie..
Ia berjalan dan mengambil tisu yang telah di berikan oleh asisten nya, ia mengelap tangan nya seolah tangan nya telah kotor.
" kau harus ingat jennie, kau tidak akan bisa sampai di puncak saat ini kalau bukan karena ku. jika kau berani menyentuh nya lagi maka ku pastikan kau akan hancur dan bahkan lebih.. " ancam nya ke jennie yang sudah mulai takut
" ya aku mengerti.. "
Lalu laki laki itu pun pergi menghilang dari penglihatan mata jennie.
Jennie mengambil gelas yang ada di atas meja itu lalu melemparkan nya ke dinding.
" siaall... apa hebat nya wanita itu sampai dia pun menyukai nya.. apa kurang nya aku? seandainya saja dia mau menerima ku ,aku tidak akan repot repot harus kembali lagi ke negara ini untuk mendekati ben.... tapi tak masalah karena ben sekarang sudah kaya raya, milyarder muda tampan dan pengusaha no 1 di 3 negara besar, itu sudah cukup biarpun tak sekaya dan sehebat dia "
Jennie begitu kesal dan marah..
Ia lalu pergi menuju apartemen nya dan disana sudah menunggu seorang laki-laki tampan pemuas nafsu nya..
__ADS_1
Ia butuh menyalurkan birahi nya karena ia sedang kesal dan marah.....