
" apa yang terjadi pak.. " tanya Rita
" seperti nya ada yang sengaja ingin menabrakkan mobil kita nyonya.. " jawab pak endi yang sudah mulai kalut, ia tetap memegang stir mobil dengan erat dan terlihat keringat mulai berjatuhan dari kening nya.
Risa hanya diam dan memeluk mamanya.
Tangisan tanpa suara pun mulai terlihat di wajah nya.
" mama aku sayang mama " ucap nya pelan di dalam dekapan Rita.
Tak lama.....
BRAAKKKKK.... DUUUMMMMR.
Aaaaaaaaa.....
Mobil yang dikendarai pak endi, Rita dan risa menghantam pembatas jalan dan terguling. Kondisi mobil sangat begitu parah.
" ma .. ma.... " lirih risa sambil menggapai tubuh mama nya yang tak sampai , ia melihat mama nya sudah tak bernyawa, air mata nya pun mengalir dari ujung mata nya dan bercampur dengan darah yang ada di pipi nya...,sementara pak endi masih terlihat bergerak .
pandangan Risa kabur dan ia tak sadarkan diri...
.......
Langkah kaki ia percepat menuju masuk ke area perkantoran CGC..
Air mata nya tampa sadar berhamburan yang di iringi dengan lari kecil nya..
Ia tak memperdulikan ketika Siska sang sekretaris menghalangi jalan nya untuk masuk ke ruangan CEO dari CGC.
Xena merasa ia harus cepat menemui Ben.
Langkah kaki nya terhenti saat ia melihat ruangan tersebut kosong.
Ben tak terlihat dalam ruangan itu, hanya ponsel ben yang ada di atas meja kerja nya dan laptop yang masih menyala. Mata nya menyapu pandangan ke arah sofa dan ia melihat ada tas wanita yang bermerk buatan luar negeri.
Telinganya menangkap suara dari balik pintu yang ada di ruangan tersebut, Suara yang tak biasa ia dengar.
__ADS_1
Ia mulai memberanikan diri nya untuk berjalan menuju sumber suara tersebut. Ia membuka pelan pintu itu. Betapa kaget nya Xena ia melihat suaminya sedang melakukan hal yang menjijikkan di dalam kamar itu.
" aahhh..... faster baby emmmhhh "
" faster .. "
desahan keluar mulus dari bibir wanita yang sedang di goyang oleh ben...
Xena membulat kan mata nya, ia menutup mulut nya dengan kedua tangan nya, tanpa ia sadari buliran air mata jatuh dari mata indah nya..
Ben tak sadar jika aksi nya siang ini sedang di tonton oleh istri nya .
ia terus bergerak semakin cepat mengikuti nafsu nya .
Xena mulai memundurkan langkah nya, ia memegang handle pintu dengan tangan yang gemetaran, sampai menimbulkan suara.
Ben menoleh ke arah pintu dan ia melihat bayangan seseorang yang sudah berjalan keluar dari kamar tersebut.
Ben menghentikan aksi nya, lalu meraih celana nya dan kemeja nya lalu ia pakai dengan cepat.
" sayang kau mau kemana kita belum selesai honey .. come on.. "
Jennie geram dan ia mengambil baju nya dengan rasa marah.
Ben keluar dari pintu dan melihat ke segala arah ruangan nya tapi ia tak menemukan sosok wanita yang seperti nya ia kenal .
Ia berjalan ke luar ruangan nya sambil mengancing kemeja nya.
" siapa yang datang tadi.. " tanya ben ke Siska
" maaf tuan tadi ada nona Xena datang.. " jawab nya
" Xena ... " ben mengulang nama itu lalu ia terperanjat,
" Dimana ia sekarang "
" baru saja masuk kedalam lift tuan "
Ben segera berlari menuju lift khusus, masuk dan menekan tombol paling bawah.
__ADS_1
dia pasti sudah melihat aku dan jennie tadi, aarrgg bagaimana ini jika ia bilang dengan risa dan mama..
Tiiing..
Ben berlari dari dalam lift menuju lobby kantor nya .. ia melihat Ryan dan Xena sedang berbicara. Ia juga melihat Xena menangis saat berbicara dengan Ryan.
Senyum tipis nya terlihat saat memandang Xena menangis.
Dia pasti menangis karena melihat ku seperti itu, huuh ternyata dia cemburu ,
Ben lalu mendekati Xena dan Ryan...
" ehem .. " suara deheman ben membuat Xena dan Ryan kaget dan menoleh ke arah suara itu.
Terlihat ben yang sedang berdiri sambil memandang mereka berdua, dengan kedua tangan yang ia masukan ke dalam kantong celana.
Xena mendekati ben dengan tatapan tajam, lalu Xena menampar wajah Ben 2 kali.
PLAKK...
PLAKK..
Ben terkejut dan terdiam dengan apa yang di lakukan oleh Xena, Begitu juga dengan Ryan. Bahkan semua karyawan yang berada di lobby tersebut menyaksikan apa yang sedang di alami oleh CEO mereka.
mereka terkejut karena baru kali ini CEO nya di perlakukan seperti itu oleh seorang perempuan.
.
.
.
.
.
.
.......
__ADS_1