
Dalam perjalanan nya Xena mengingat pertemuan nya tadi dengan ben.
Ia terisak sedih, sampai supir taksi yang di depan bingung. Beberapa kali supir itu bertanya pada nya. Tapi Xena hanya bilang tak apa.
Setelah sampai di mess Xena masuk ke kamar dan tangisannya semakin menjadi. Ia urungkan niat nya untuk makan ramen, padahal tadi ia semangat sekali untuk makan mie ramen, karena kejadian itu ia tak berselera lagi.
Ia mengusap perut nya dengan lembut, dan air mata nya terus mengalir.
" Nak.. maaf kan mommy ya, mommy tidak bisa menahan air mata ini. mommy harap kamu faham. mommy sayang padamu, tumbuh lah dengan cepat disini ya? mommy kesepian. Mommy tak mau kau menderita juga nanti nya ketika sudah lahir nak.. maafkan mommy .. " ucap nya pelan seolah ia berbicara pada anak nya
Xena merebahkan tubuh nya.. airmata nya membasahi bantal yang ia pakai saat itu. tanpa sadar ia pun tertidur .
2jam kemudian....
TING.. TONG....
TING.. TONG...
Xena terbangun dari tidur nya, karena ia mendengar suara bel rumah nya berbunyi, ia lihat jam di pergelangan tangan nya sudah jam 8 malam. Lalu ia bangun untuk keluar menuju pintu depan dan membuka pintu,
CEKLEK...
Betapa terkejut nya ia ketika melihat orang di depan pintunya adalah Ben..
Ia tak menyangka jika Ben yang datang, ia pikir Nadia yang pulang.
Xena langsung menutup pintu dengan cepat tapi kaki dan tangan Ben ternyata lebih cepat menahan pintu tadi agar tak tertutup.
" mau apa lagi kau.. bukan nya sudah aku bilang tadi apa kau tak paham. " ucap Xena ke Ben yang langsung masuk ke dalam mess.
Ben langsung duduk di kursi tamu mess nya dan melipat kaki nya.
" aku mau menjemput mu pulang, jika kau tak mau aku akan memaksa mu ikut.. karena aku tak biasa dengan sebuah penolakan .. "
" egois sekali anda tuan.. " kata Xena.
" heh.. ambil tas mu lalu ikut aku.. " ia lalu berdiri " atau kau mau aku buat keributan di sini dan aku pastikan RS ini akan kututup selama nya.. " lanjut nya sambil mengancam.
Xena tersenyum lirih, ia tak mau cari keributan karena bisa merusak image dari RS terbaik di kota ini. Dengan langkah berat ia pun pergi mengambil tas dan koper nya di kamar.
Lalu pergi mengikuti ben ke Mansion nya .
Sesampainya di mansion, mereka di sambut oleh para pelayan.
__ADS_1
" aku mau tidur di kamar risa.. "
" baiklah... " lalu ben naik ke kamar nya tapi sebelum itu ia mengambil tas dan ponsel Xena .
Ia berharap dengan ia mengambil tas ponsel juga kartu kartu Identitas nya ia tak akan bisa kabur kemana mana.
Xena menatap kepergian ben... Sementara ben tersenyum puas. Entah apa yang ada dalam pikiran nya .
Ia tak rela jika Xena pergi dari mansion nya dan ia tak rela jika berpisah dengan Xena.
Xena mondar mandir di dalam kamar, Ia terus berfikir. Lalu ia keluar dari kamar dan langsung menuju kamar Ben. Maksud hati ia ingin meminta ponsel nya agar ia bisa menghubungi asisten nya fei juga Nadia. Pasti Nadia saat ini sedang bingung mencari Xena.
Sampai ia sudah di depan kamar ben, ia melihat jennie dan ben sedang berciuman juga bermesraan di dalam,karena saat itu keadaan pintu kamar ben terbuka sedikit, Xena menghentikan langkah nya dan mengurungkan niat nya.
Xena masuk kembali ke kamarnya, lalu ia memegang perut nya dengan mata yang berkaca kaca. Sakit sekali ia rasa, apa maksud ben meminta nya pulang dan sudah 2 kali Xena melihat ben dan jennie bermesraan dan itu membuat nya semakin jijik.
" Aku benci pada mu ben.. benci sekali, kau menjijikkan kan.. kau tak pantas menjadi ayah dari anak ku... "
......
pagi ini Xena terbangun dari tidur malam nya yang kelam. Kepala nya pusing, dan perut nya mual. Ia berlari ke kamar mandi dan ia memuntahkan cairan pahit .
Ia ingin meminum obat yang di berikan dokter mira tapi obat itu di dalam tas yang di ambil ben malam tadi.
sampai sudah malam kembali datang namun Xena tak nampak keluar dari kamar nya.
Ketika jam 7 malam Xena putuskan untuk keluar kamar karena rasa nya ia ingin sekali makan salad.
Ia keluar menuju dapur, tampak pelayan sedang melakukan aktifitas di dapur.
" nyonya ada yang bisa saya bantu... "
" tidak, saya cuma ingin makan salad saja bi "
Tak lama pelayan langsung membuatkan salad untuk nya dan ia memakan nya dengan lahap..
Disaat ia makan tiba tiba ia terpikir untuk pergi dari sini, karena ia lihat ben tak tampak dari sore tadi.
" Bi.. kemana tuan ben "
" Tuan keluar nyonya dengan non jennie.. "
Xena mengangguk pelan, senyum nya terlihat dari bibir nya saat ini. ia segera menyelesaikan makan nya. lalu ia segera berjalan menuju pintu.
__ADS_1
Ia lihat gerbang mansion itu di jaga ketat .. ada 2 orang di pos gerbang itu.
Lalu Xena memutar langkah nya ke arah samping mansion, ia mendapati sebuah pintu tempat para pelayan keluar masuk mansion.
Xena langsung membuka pintu itu dan ia tutup kembali.
Kini Xena sudah berada di luar mansion.
Ia berlari kecil di jalan itu...
Namun tiba tiba ada sorot lampu mobil tepat di depan nya...
Tubuh nya terdiam kaku.. suara langkah kaki yang keluar dari dalam mobil itu membuat nya tak berkutik...
" kau mau kabur dari ku... " suara ben memekik di malam itu.
Tatapan ben tajam mengarah ke Xena, dan Xena menatap ben dengan pandangan tanpa arti...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.......
__ADS_1
.