The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
HEI.. KAU SAKIT ?


__ADS_3

Ben pulang ke rumah nya dengan perasaan marah, kesal dan kecewa.


Marah karena melihat istrinya mesra dengan laki laki lain, kesal karena melihat istrinya tak menolak di sentuh laki laki lain dan kecewa karena di hianati.


brengsek kau Rio.. ternyata ini maksudmu ya..


dan kau Xena berani sekali kau bermain di belakang ku.


Entahlah saat ini Ben pun tak tau kenapa ia bisa marah ketika melihat Xena istri yang tak di anggap nya itu bersama laki laki lain. Seharusnya ia bahagia karena hal semakin mempermudah dan mempercepat perpisahan mereka. Ia pun tak tau kenapa ia begini.



Ia duduk di kursi ruang baca nya , mengambil buku dan membaca nya,tapi pikiran nya tak bisa di ajak konsentrasi untuk membaca,ia terus memikirkan wanita yang telah ia nikahi 1 bulan ini. Mata liar nya selalu melihat ke arah jam, tepat jam 23.30 Xena sampai di rumah menggunakan taksi dan langsung menuju ke kamar.


Niat nya ia ingin mandi dan langsung tidur karena hari ini keadaan tubuh nya dalam kondisi tidak baik.


Xena menjatuh kan bokong nya ke sofa yang ia nobatkan sebagai ranjang tidur nya itu.


Ia meletakkan kepala nya di atas puncak sofa kulit tersebut.


" Wah wah hebat sekali kau, setelah bersenang-senang di luar sana dengan laki laki masih ingat pulang juga kau.. "


Xena tak bergeming dari posisi nya,


" apa yang kau lakukan di luar sampai larut malam begini kau baru pulang hah.. '!!!! " suara ben semakin tinggi namun Xena tak juga berekspresi.


" hei kau dengar aku tidak... !!! heeeii heii "


seraya menyenggol kepala Xena dengan jari nya

__ADS_1


kenapa dia diam saja, hah apa dia mati? semudah itukah ia mati?


Ben menyentuh kembali kepala nya dan ia kaget karena suhu tubuh Xena sangat panas.


" hei.. kau sakit? " .. ben mendekati tubuh nya dan memegang dagu nya.. " ah biarkan saja wanita ini sakit, kalau perlu dia mati saja.. "


Ben lalu pergi menuju ranjang nya dan merebahkan diri di kasur empuk milik nya tersebut.


10 menit telah berlalu tapi ben belum tertidur juga, ia menoleh ke arah Xena.


" hei kau kenapa tidak bangun bangun " teriak nya dari ranjang


apa dia pingsan? atau memang sudah mati..?


ahh.. enak sekali dia mati begitu cepat, sementara dia belum menjelaskan tentang hubungan nya dan Rio .


Lalu ia memanggil pelayan di rumah nya untuk panggil kan dokter.


" Baik Tuan, saya akan telpon dr. Rio untuk memeriksa nona muda " jawab pelayan itu.


" Jangan dia, panggil dr. ana saja.. "


" baik Tuan " pelayan pun segera turun dan menelpon dr. ana.


Dr. ana adalah sepupu dari dr. Rio. Yang juga sebelum dia menikah termasuk sahabat dari Ben.


" dasar tuan muda , kau menganggu tidur ku tau.. " ucap ana sambil memukul bahu ben dengan tangan nya


" sudah cepat, kau periksa dia "

__ADS_1


" ah siapa dia? jennie? " tanya ana selidik, lalu berjalan menuju ranjang.


" dia istriku.. " ucap ben datar


" hah? kau serius kenapa aku tidak tau kau menikah , " gerutu nya


" sudah, kau periksa saja dia nanti aku jelaskan "


Ana langsung memeriksa Xena.. Dengan teliti ia mulai memeriksa Xena yang terlihat pucat dan lemas.


Ana mulai membuka kancing baju Xena bagian atas nya dan meletakkan stetoskop ke dada Xena yang putih dan mulus itu.


Ben yang melihat nya langsung memalingkan kan wajah ke sembarang arah. Walaupun Xena adalah istri nya namun ben belum pernah melihat seinci tubuh Xena yang ada di balik baju nya selama ini.


" bagaimana? apa tidak apa ? tanya ben


" Tidak..Dia hanya kelelahan dan harus banyak istrahat, tekanan darah nya juga menurun.. ini aku sudah siap kan obat untuk nya. Jika besok ia masih seperti ini lebih baik kau bawa istri mu menjumpai ku.. " ujar ana ke ben.


Setelah ana selesai memeriksa keadaan Xena ia pun langsung pamit karena masih mengantuk, walaupun bagitu banyak pertanyaan di kepala malam itu tentang ben yang sudah menikah, namun ia tahan rasa penasaran nya karena rasa kantuk di mata nya lebih tak tertahan kan.


Ben pun juga langsung istrahat ia memilih untuk beristirahat di ruang baca mansionnya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2