
Malam semakin larut, namun ben tetap setia dengan Wine dan rokok nya.
Pandangan nya kosong, ia duduk di ruang kerja nya hanya di temani oleh foto foto Xena masa sekolah nya dulu dan kertas yang Xena tulis untuk nya..
Ben mengambil kertas yang tepat ada di atas meja. Ia mulai membaca lagi isi dari kertas itu.
**Maaf aku harus pergi..
semoga kehidupan mu bahagia, tolong jangan cari aku lagi.. aku mohon.
Biarkan aku hidup bahagia,
Karena aku bukan selir mu.
ttd
Xena**
AAARRRGHHHG.......
" XENAAA...... "!!!! teriak ben
PRAAANGGG.....
" Ben .. apa yang lo lakukan " Ryan datang menghampiri nya setelah mendengar suara teriakan ben memekik di telinga.
" pergi yan, gw mau sendiri.. "
" ben lo kenapa.. besok kita cari lagi Xena , lebih baik sekarang lo gw antar ke kamar... "
Ryan pun memapah tubuh ben menuju lantai 2 . Dalam perjalanan nya menuju kamar, jennie datang .
" kenapa ben begini.. gak biasa nya dia mabuk sampai begini "
" aku gak tau... "
" biar aku saja yang antar dia ke kamar, " ucap jen
Ryan langsung melepaskan pegangan nya dari tubuh ben, dan jennie menggantikan nya.
dengan hati hati jennie membawa ben ke kamar.
Jennie merebahkan tubuh ben ke atas ranjang king size empuk itu.
" Xena.. kenapa kau pergi.. Xena.. " racau ben
Jennie yang mendengar nya langsung mengerucut kan bibir nya. ada rasa benci dalam hati nya saat ben mengucap kan nama Xena.
Jennie lalu mendekat kan tubuh nya ke ben. Lalu ia mencium bibir ben.
" Xena... " lirih nya sambil memeluk tubuh jennie yang ia sangka adalah Xena.
Ben langsung membalas ciuman ben.. Jennie pun dengan sangat lincah memainkan lidah nya ke dalam mulut ben.
__ADS_1
Ben mulai bernafsu saat jennie mengesap leher nya dan tangan nya bergerilya memegang junior nya.
" Ahhhhhghhh.... Xena... "
" aku jen.. sayang.. " bisik nya di telinga ben
Desahan demi desahan malam itu bersaut sautan antara mereka berdua.
Dan malam itu mereka melakukan Penyatuan.
.....
Dinegara L...
Xena terbangun dari tidur nya yang panjang entah sudah berapa jam ia pun ingat. Ia menatap langit-langit ruangan itu. Seingat nya ini bukan atap dari kamar apartemen kriss.
Saat hendak ia bangun ia tersentak karena jarum infus yang ada di tangan nya, lalu ia mengedarkan pandangan ke segala penjuru. Ia melihat sosok laki laki sedang duduk di sofa sambil mata nya terpejam.
" aiiisssshhh... sakit sekali perut ku.. "
rintih Xena..
Seketika Kriss yang sedang tertidur terbangun dan langsung menghampiri nya.
" kau sudah bangun... " ucap nya.. " sebentar aku panggil dokter dulu.. "
Tak lama dokter pun masuk ke ruangan vvip itu.
" Nona daniela jangan banyak bergerak dulu.. anda harus banyak istirahat.. "
" Daniela? " tanya nya heran...
" tidak ada yang di khawatir kan lagi, saya permisi tuan.. " ucap dokter itu
Kriss hanya mengangguk, Ia menatap Xena yang masih kebingungan akibat dokter tadi yang memanggilnya Daniela.
" kriss jelaskan padaku.... "
" nanti aku jelaskan, sekarang kau istrahat saja.. " ujar nya...
" kalau begitu, aku mau keluar dari RS kriss "
" Xena...... "
" kriiiissss... "
Kriss menghela nafas nya, ia tak bisa jika harus berdebat dengan Xena, Lebih baik ia menyerah.
" baik, aku akan beri tau semua nya... "
Xena mendengarkan dengan fokus, wajah nya seolah seorang murid yang akan mendengarkan gurunya menjelaskan.
" Daniela Varinda adalah nama mu disini, dinegara ini... aku tidak mau sampai ben menyakiti mu lagi, aku tidak mau melihat mu menangis dan aku tidak mau sampai ben menemukan mu di negara ini.. apa kau faham? " jelas kriss
" jadii... aku sudah tidak dinegara X..? " kriss mengangguk menjawab pertanyaan Xena..
__ADS_1
" lalu kenapa aku di RS... seingat ku aku terjatuh lalu... " Xena tampak berfikir keras mengingat kejadian itu..
" kau jatuh, lalu aku membawa mu ke mari di saat kau tak sadar, dan.. Xena kau keguguran.. "
" apa...???? "
Nafas nya terasa sesak, mata nya mulai berkaca kaca...
" Xena maafkan aku tidak bisa berbuat apa apa.. begitu kau terjatuh, kau pendarahan.. aku bingung saat itu aku ingat sari.. ia juga begitu sampai akhirnya tanpa persetujuan mu aku bawa kamu ke sini... " terang kriss ke Xena yang sudah tak bisa mengontrol tangisan nya.
Xena merasa hancur kembali, Selalu yang ia sayangi Tuhan ambil. Baru juga ia merasakan bahwa ia tak sendiri, tapi itu hanya beberapa minggu saja, sekarang ia merasa sendiri lagi.
Ia menatap kriss yang masih berbicara tentang keadaan nya.
Ia merasa kriss yang bukan siapa siapa saja mau berbaik hati untuk ku.. Tapi ben dia yang notabene nya adalah suami malah menganggap Xena hanya sebagai pemuas nafsu nya .
" Kriss terimakasih , kenapa kau begitu baik terhadap ku.. " tanya nya dengan suara serak dan mata yang masih merembes karena air minum.
Kriss lalu memegang ujung kepala nya dan mengelus dengan lembut.
" Aku tak sebaik yang kau pikir kan, mungkin kau akan benci padaku jika kau tau jahatnya aku.. " kata kriss......
" aku tidak peduli, lagian setiap orang itu memang punya kejahatan masing masing, bagiku kau itu baik Tuan kriss... " jawab Xena dengan senyum sumringah dan hidung merah nya.
" hehehe... ya ya ya... Xena terus lah tersenyum mulai hari ini.. kepergian anak mu jadikan kekuatan mu, tidak ada lagi Xena.. tapi yang ada Daniela! ! . . lupa kan negara itu .. "
" ya kriss... aku Daniela Varinda... bukan Xena sang dokter yang terjebak pernikahan gila.. "
" bagus... Daniela... "
" bagaimana jika panggilan ku El... "
" bagus... " mereka pun larut dalam kebahagiaan malam itu...
Xena sudah mantap untuk tidak akan menangis lagi, ia juga mantap akan melupakan orang orang di negara X.
Kak Rio.. Nadia maafkan Xena.. Suatu saat Xena akan kembali tapi Xena tak tau itu kapan. kemungkinan terbesar nya tidak akan pernah kembali.
Xena hanya mau hidup bahagia . kalian hidup lah bahagia juga dengan cara kalian masing.
Xena sayang pada kalian. batin nya lirih.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
...