
Ben dalam perjalanan pulang nya sedari tadi tampak wajah nya tak bersahabat. Pandangan nya tak bertuan dan sorot mata nya seperti sorot mata membunuh. Ryan melihat wajah ben dari spion tengah tak berani berkomentar apapun.
" Kenapa lo gak tahu dia kerja di RS nya Rio yan " tanya ben
" sorry Ben, ya gw gak sangka juga dia.... "
" ahhh sudah lah.. seperti nya kau sudah mulai melemah, jika seperti ini terus kau akan ku kirim ke Afrika "
Ryan tak membalas perkataan Ben , ia hanya menghela nafas nya dengan berat.
Keesokan hari nya , di Rumah sakit Xena yang sedang tampak Lelah setelah berkutit di kamar operasi duduk bersenderan di kursi kerja nya melamun.
oh tidak.. aku wanita yang tidak tahu malu jika begini, aku harus mengembalikan uang nya agar aku tidak dia cap murahan.
Xena merasa yakin dengan apa yang ia fikirkan, vmenurut nya Ben masih dengan prinsip nya yang menyangka bahwa dirinya adalah wanita malam.
sore hari Xena berjalan di lorong RS, tiba tiba ia bertabrakan dengan seorang wanita muda.
" ya ampun Xena.... " ucap wanita itu .
" risa... " Xena pun tersenyum dan langsung memeluk erat wanita itu yang adalah risa adik kandung dari Ben yang juga seorang dokter.
" kau sedang apa disini Xena... " risa bertanya dan melepas pelukan nya nya..
" aku dinas disini ris.. kamu sedang apa disini " tanya Xena balik ke risa.
" Aku ingin berjumpa dengan dr.haris Xena... " jawab nya
"oh iya iya.. " senyum senang Xena tersungging di bibir merah muda nya.
" xen.. mana no HP mu... aku ingin banyak cerita ke kamu.. " sambil meraih tangan Xena
__ADS_1
Xena pun dengan segera memberikan no pribadi nya ke risa. Setelah itu risa pun segera berjalan menyusuri lorong RS dan pergi.
Malam hari nya Xena di kamar sedang terlihat sibuk dengan laporan laporan pasienya yang akan di pindahkan ke RS di luar negeri.
Ia harus membawa kerjaan nya pulang ke rumah karena besok pagi harus segera di serahkan ke meja direktur RS.
Jam menunjukkan sudah jam 1 malam.
TING....
sms on
"Xen.. besok kamu datang kan ke reuni.. " risa
" 😊😊😊😊" Xena
"kok senyum ih xen.. ayolah temani aku, .. pliiiss 😢😢😢 " risa
" kan sekarang beda loh xen... " risa
" 🤔🤔🤔🤔🤔" Xena
" besok aku jemput ke rumah kamu ya " risa
" emmm iya deh 😩" Xena
" heheh 🥰🥰🥰 .. besok pagi kirim alamat mu ya 😘" risa
"👌👌👌" Xena
sms off
__ADS_1
Xena menaruh HP nya di atas meja di kamar nya, lalu beranjak ke kasur nya dan membaringkan tubuh nya di atas kasur nya yang tidak besar tersebut. Memejamkan mata nya dan larut dalam tidur nya.
Keesokan pagi nya Xena sedang menikmati makan pagi nya yang sederhana..
Nasi goreng kampung yang telah ia buat menjadi menu favorit mereka, nadia dan Xena.
" Nad.. gw minta tolong lagi boleh kan ? malam nanti gw mau pergi ke acara reuni kampus gw tapi yang kayak lo tau gw gak punya baju bagus lagi.. kan gak mungkin gw pakai baju malam kemarin Nad.. " ucap Xena dengan wajah sedih dan mata puple eye nya..
" heii.. jangan tunjukkan wajah mu seperti itu Xena apalagi di depan laki laki, " jawab nadia
" memang nya kenapa dengan wajah ku ini " sambil memegang wajah nya dengan kedua tangan nya.
" lo bisa di lahap oleh laki laki " ketus nadia
" aiigoo.. yang benar saja .. aiisshh Nad yang tadi gimana? " tanya nya lagi ke nadia yang sedang senyum senyum.
" iya gw cari dengan persyaratan yang kayak kemarin kan.. " ujar nya
Xena tersenyum bahagia dan memeluk nadia saat itu. ia bahagia sekali memiliki sahabat yang sudah ia anggap saudara bagi nya.
Waktu yang di nanti pun telah tiba..
Risa dan Xena sudah terlihat di depan hotel . keraguan muncul di wajah nya.
" kamu kenapa.. ayo kita masuk xen.. kamu harus bangga kamu sekarang adalah dokter di salah satu RS ternama di kota ini. kamu juga malam ini cantik sekali.. " yakin risa ke Xena.
" jika mereka tetap membully ku gimana ris.. " jawab Xena dengan wajah ragu
" Ada aku.. ayo.. " risa memegang tangan Xena dan menarik nya untuk ikut masuk ke dalam.
__ADS_1