The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
MISI 2


__ADS_3

**GAEES.. MAAF BARU UP . 🙏🙏🤗


THORA NYA LAGI SIBUK DI DUNIA NYATA NIH 😇😇 ..


MAAFKAN THORA YA ..


SAAT NYA KITA SAMBUNG KEMBALI KISAH XENA DENGAN KEDUA LELAKI TAMVAN ITU.. 💕💕💕


happy reading gaeess... 😘**


Kriss memacu mobil nya dengan datar, dan Xena duduk di sebelah nya santai , tak ada percakapan antara mereka berdua selama beberapa menit.


Xena menatap wajah suaminya dengan lembut, ia menyentuh bahu kriss.


" sayang.. apa yang kau pikir kan.. "


" huuuhhhff... " membuang nafas nya dengan pelan dan panjang.. " aku memikirkan mu dan aska.. "


" percayalah.. Vino pasti bisa mengerjakan nya dengan baik.. " ucap Xena meyakinkan suami nya yang sedang gundah.


" semoga sayang, tapi sampai saat ini Vino juga belum ada kabar " balas kriss


" kita tunggu saja Vino di apartemen.. "


Kriss mengangguk pelan menyetujui perkataan Xena.


....



Di tempat lain, nadia kini telah bersama dengan Ryan. Ya mereka sudah 10 menit berada di caffe itu tapi tak ada suara yang keluar dari mulut mereka masing masing. Ryan yang sibuk dengan ponselnya sementara nadia dengan makanan nya.. sampai akhirnya Ryan membuka pembicaraan .


"eheeeem.. " Ryan berdeham


" jadi apa maksud mu menyuruh mu datang menemui mu.. "


Nadia menghentikan aktivitas makan nya dan langsung menenggak air putih yang ada di depan nya. Bukan sifat Nadia untuk mengacuhkan seseorang yang ada di depan nya, saat ini yang ia pikirkan bagaimana cara nya ia bisa menahan Ryan agar tetap bersama nya selama mungkin sampai Xena atau Vino menyelesaikan misi mereka.


" maaf mas.. aku sampai melupakan niat ku karena menikmati makanan ini.. " Nadia berujar sambil tersenyum.


" baiklah bisa kita ke intinya saja nad... karena waktu ku juga tak banyak untuk mu.." tanya Ryan.


" ya.. aku tau karena kau memang tak pernah ada waktu untuk ku mas..." nadia tersenyum getir sebelum melanjutkan kata kata nya "begini, masalah perceraian kita.. aku mau menandatangani surat perceraian itu dan aku tidak akan meminta gono gini dengan mu "


" baguslah kalau begitu, aku harap ini benar.. tapi masalah gono gini aku tetap akan memberi mu rumah.. anggap saja itu bayaran untukmu karena melayani ku " ucap nya


" tidak usah, karena pernikahan kita juga sebenarnya tidak di dasari oleh cinta.. jadi aku tak mau menerima nya.. aku sadar siapa aku, dan aku melayani mu karena kau suamiku bukan pelanggan ku... " tegas Nadia ..


Nadia berusaha menahan tangis nya siang itu, rasa sakit karena lelaki yang dulu pernah ia anggap suaminya ternyata selama ini tetap menganggap nya sebagai seorang pe***** .


Ia juga berusaha untuk tetap tegar, saat ini yang ia inginkan adalah membantu sahabat nya.


Nadia juga sangat paham apa yang dulu di rasakan oleh Xena.


Kehidupan pernikahan mereka berdua terbilang sama, karena lelaki yang menikahi mereka hanya menganggap mereka sebagai wanita pemuas sek* ...


Sampai akhirnya siang ini tanpa bahasa lagi Ryan menyodorkan surat perceraian itu dan Nadia menandatangani nya.


Nadia tak bisa lagi menahan langkah Ryan, Dan Ryan pun pergi meninggalkan nya.


.....


Apartemen Kriss

__ADS_1


Kriss dan Xena merebahkan tubuh di sofa ruang tamu apartemen nya . guratan dari kegundahan mendominasi di wajah mereka .


Entah lah Xena tak bisa berpikir apapun untuk hal ini, pikiran masih berkutik tentang Vino , apakah rencana nya berhasil atau tidak.


Sementara kriss sedari tadi hanya diam.


" kriss... aku minta maaf, karena aku kau dan aska terlibat.. aku sungguh minta maaf kriss.. " kata Xena dengan wajah teduh nya , tak bisa di tutupi lagi air mata nya kini jatuh membasahi pipinya.


" apa yang kau katakan sayang... kau istriku. masalah mu adalah masalah ku juga.. kita hadapi bersama sama... " ucap nya


" tapi.. jika aska ... "


Belum sempat Xena melanjutkan perkataannya, pintu apartemen berbunyi dan terbuka..


Tiiing...


Ceklek..


" Mommy...... "



Xena dan kriss menoleh ke arah sumber suara, dan betapa kaget nya mereka..


Aska dengan bahagianya telah berdiri di depan pintu dengan Vino di samping nya.


Xena dan kriss berdiri dari duduk nya dan segera berlari menghampiri aska..


" Ya tuhan aska anak ku.. " ucap kriss dan Xena bersamaan, dan langsung memeluk erat aska.


Bahagia yang saat ini mereka rasakan, entah bagaimana cara mereka mengucap rasa syukur nya kepada sang Pencipta.


Mereka larut dalam kerinduan yang selama ini memenuhi jiwa raga mereka.


" maaf tuan, nyonya.. secepatnya kita harus pergi dari negara ini.. " ujar vino menyadarkan ketiga majikan nya itu dari suasana rindu dan bahagia yang melarutkan mereka .


" benar sayang.. ayo kita bersiap.. "


Xena mengangguk kan kepala nya dengan cepat, Xena langsung masuk ke kamar nya dan segera menyiapkan barang barang, sementara kriss dan Vino juga tampak sibuk dengan perlengkapan mereka.


Kini mereka berempat sudah berada di dalam pesawat jet pribadi kriss. Xena membawa aska untuk beristirahat di dalam kamar yang ada di pesawat jet pribadi itu.



Tak menunggu waktu lama aska pun tertidur dengan di temani oleh Xena di samping nya . Mengetahui aska telah terlelap, Xena keluar dari kamar dan menghampiri kriss yang dari tadi sedang berbincang dengan Vino.


" Bagaimana vin, apa semua sudah aman "


" sudah tuan, saya sudah pastikan itu " tegas Vino


" kriss bagaimana dengan Nadia, aku bahkan belum sempat berpamitan dan mengucapkan terimakasih untuk nya... "


" kemarilah sayang.. "


kriss menyuruh Xena untuk duduk di samping nya, dan Xena mengikuti arah tujuan kriss.


" kita bisa telpon dia sayang , dia juga paham apa yang kita lakukan ini "


" tapi aku takut Nadia kenapa kenapa.. dia hanya sendirian tak ada siapapun di kota ini.. ben dan ryan pasti tahu jika Nadia membantu kita sayang" ucap Xena kalut.


Kriss tampak berfikir dan mencerna kata kata istrinya itu.. yang Xena pikirkan itu ada benar nya mengingat ben adalah lelaki yang menghalalkan segala cara untuk bisa memuaskan kelicikan nya.


" Tuan.. biar saya tinggal di negara ini saja dulu sampai nona Nadia aman " ucap Vino tiba tiba

__ADS_1


" sayang.. Vino benar, aku memikirkan keselamatan nya.. "


Akhirnya kriss menyetujui ide dari Vino .


setelah pembicaraan itu selesai vino pun turun dari pesawat dan langsung menuju ke hotel yang dekat dengan toko Nadia.


Sementara Xena tampak sedang menelpon nadia.


Call on


" salam ku untuk si tampan aska ya xen.. jangan lupa mengabari ku jika ada apa apa "


" iya akan kau sampai kan, dia sedang tidur ini pun. makasih ya nad.. "


" udah ah jangan begitu .. kamu banyak membantu ku kok.. jika tak ada bantuan mu aku tak bisa membuka toko baju ini xen.. "


" itu tidak usah kamu bahas nad.. gak sebanding dengan apa yang sudah kamu lakukan dari dulu untuk ku.. oya nad.. nanti selama beberapa hari akan ada vino yang menemanimu, karena aku takut kamu kenapa kenapa jadi aku dan suamiku menyuruh vino untuk menjaga mu... "


" ya ampun xen gak perlu, aku gak apa apa disini "


" udah nad.. jangan protes.. ya udah aku tutup dulu ya... nanti sampai di sana negara L akan aku kabari lagi.. "


tuuutttt


call off


.....


Di kantor CGC


Ruangan itu sekarang layak nya seperti kapal pecah, kertas berhamburan di lantai, barang barang, gelas sudah tak lagi berwujud layak nya benda..


Ben tampak sangat murka dan tersulut emosi saat orang nya yang ia perintahkan untuk menjaga mansion nya menelpon jika aska sudah tak ada di Mansion.



Ryan pun terlihat baru datang dan sedikit terkejut dengan keadaan yang ada dalam ruangan ini, terlebih pada diri sahabat nya ben.


" Bajin**n kau kriss... "


ARRRGGGHHH....


" ben.. maaf gw baru tau.. "


" kita di bodohi oleh mereka yan.. mereka datang ke mari , elo yang pergi dan dengan mudah nya mereka menyusup ke mansion gw dan membawa aska.. "


" sialll...!! " ucap Ryan


" sekarang lo hubungi Tio suruh dia cari keberadaan mereka semua, dan bawa ke hadapan gw termasuk mantan istri lo yang pelacu* itu "


" baik ben "


Ryan pun langsung bergegas melaksanakan perintah dari ben..


" Kalian harus membayar nya, aku pastikan kau akan hancur di tangan ku kriss... "


.


.


.


.

__ADS_1


.


..


__ADS_2