
Hari ini Xena mendapatkan tamu, entah siapa juga ia tak tau. Biarpun ia sudah berjumpa dengan tamu nya yang saat ini ada di depan mata nya, tetap saja ia tak tau siapa yang ada di hadapan nya.
" Maaf Tuan Kriss, emm.. ada apa menemui saya.. " ucap Xena dengan sopan dan pasti nya tetap dengan senyuman.
Kriss tak menjawab nya ia tetap tersenyum dan menatap Xena sedari tadi Xena masuk, seolah olah ia sudah terhipnotis oleh Xena.
Xena mengerutkan kening nya dan melirik Rio.
langsung saja Rio berdehem dan tersenyum.
"ehem.. " Rio bersuara dan kriss sadar akan kesalahan nya
" Xena, Tuan kriss ini adalah suami dari nyonya sari yang menurut kabar nya beliau pernah kamu tolong dan kamu selamat kan beberapa tahun yang lalu akibat kecelakaan.. " terang rio ke Xena
"'iya dok, ini foto istri saya mungkin anda ingat " ucap kriss sambil memberikan foto istri nya.
Xena meraih foto yang ada di tangan kriss, mengamati dengan seksama foto itu. Seketika mata nya teduh melihat wajah yang ada di foto ini.
" mbak Dian.. ini mbak dian tuan.. bukan nyonya sari.. "
" Diana Sari... itu nama istri saya. dan kau ingat dengan istri saya kan? "
" iya saya ingat tuan... "
senyum indah terbentuk dari wajah kriss dan Xena juga Rio.
Mereka juga terlibat percakapan percakapan ringan di ruangan itu .
Setelah beberapa lama, Kriss dan Xena telah tampak duduk berhadapan di meja kantin RS.
" Tuan, bagaimana mbak dian eh.. maksudnya nyonya sari.. "
" hehe kamu boleh panggil dia dian, dan jangan panggil saya tuan, tapi kriss saja atau mas.. "
" maaf tuan tapi tidak enak rasanya.. "
" haha bagaimana jika kita buat enak saja " tanya nya sambil tersenyum dan menatap Xena
Xena merasa jadi salah tingkah dengan apa yang tuan kriss lakukan.
Kriss mengetahui jika Xena sudah mulai tak nyaman dengan dirinya akhirnya ia pun mulai merubah sikap nya, ia tak mau Xena sampai tak nyaman.
" Sari sudah meninggal setahun lebih, dia hamil dan keguguran.. aku ingin ucapkan terimakasih untuk mu di masa lalu kau banyak membantu nya, ia sempat bicara tentang mu, maka saat ini aku datang ke negara ini ingin membalas nya.. "
" Tuan, saya membantu istri anda karena saya ikhlas, " jawab nya
__ADS_1
" kau memang baik, sari juga bilang begitu.. jadi ku mohon bagaimana cara ku membalas kebaikan mu di masa lalu itu.. karena berkat mu aku dan sari memiliki kenangan... " kriss menghentikan bicara nya tampak mata nya berkaca kaca ketika ia mengenang istri nya..
" walaupun akhirnya kami tetap berpisah " lanjut nya.
Xena melihat dari mata kriss sebuah cinta dan ketulusan. Ia merasa, seperti inilah ternyata mata seorang suami yang mencintai istri nya.
bahkan ia tak pernah melihat mata seperti ini dari mata ben.
Mereka melanjutkan obrolan mereka, tak lama tampak asisten kriss menghampiri nya, dan memberi kan ponsel kepada tuan nya.
Dan kriss menjawab telpon tersebut.. Xena masih memperhatikan Lelaki yang kini ada di hadapan nya. .
" Dokter Xena, aku minta maaf seperti nya aku harus pamit, ada hal yang harus aku lakukan. " ia mulai berdiri " ini kartu nama ku dan ini ada cek kosong aku harap kau Terima, kau boleh tulis berapapun .. ini bukan apa apa di banding kenangan indah sari.. "
kriss memberikan kartu nama dan selembar cek kosong.
" tapi tuan saya rasa ini tak perlu.. "
" aku mohon dok.. "
mau tidak mau Xena mengambil kedua benda itu. dan membungkukkan tubuh nya sebagai salam hormat.
" Terimakasih dok, senang bisa bertemu dengan anda.. " sambil menyodorkan tangan kanan nya
" sama sama tuan.. " Xena pun meraih jabatan tangan tadi .
Xena menatap benda yang ada di tangan nya.
lalu ia pun langsung pergi menuju mess nya. tapi sebelum ia ke mess ia merasa ia ingin sekali makan ramen.
Jadi Xena memanggil taksi dan pergi ke mini market untuk belanja.
Di mini market tak sengaja ia menabrak tubuh laki laki yang tak lain adalah Ben.
" maaf ... maaf tuan, apa kau tak apa.. aduh maaf" ucap Xena, ia belum sadar siapa laki laki yang sudah ia tabrak itu.
ia terus meminta maaf dan ia juga memungut barang barang yang jatuh akibat tabrakan tadi.
Ben yang menyadari itu adalah Xena ia hanya diam memperhatikan wanita yang ada di depan nya itu sambil ada tercipta senyuman tipis nyaris tak terlihat di bibir nya.
Setelah Xena selesai mengutip belanjaan yang terjatuh tadi ia pun berdiri , ia ingat aroma ini dan betapa terkejut nya ia ternyata lelaki yang ia tabrak adalah Ben.
" permisi... " ucap Xena dan ia mulai berjalan ingin pergi, ia tak ingin melihat wajah lelaki itu lagi.
Ia berjalan keluar dari market dan tanpa ia sadari ben mengikuti nya ..
" Xena.... " ucap ben setengah berteriak
__ADS_1
Xena terpaku mendengar suara yang sangat ia kenal dan sangat ia rindukan memanggil nama nya.
Xena berbalik dan ia dapat melihat ben ada di hadapan nya dengan jarak hanya 1meter .
" aku mau bicara... " kata ben
" maaf aku tidak ada waktu tuan.. jika ada yang mau di bicarakan bicaralah sekarang.. "
" baik... kenapa kau tak pulang.. "
" karena aku bukan istri mu lagi, saat kau menyuruh kak Rio untuk mengambil ku.. " terang nya sambil menatap ben dengan sorot mata tajam.
" tapi aku tidak pernah mengucapkan kata cerai.. "
tegas nya.
" hah.. mau mu apa tuan ben " tanya Xena sinis
" aku mau kau pulang, dan tetap jadi istri ku.. karena saat ini aku belum mau bercerai dengan mu "
" wah.. wah sungguh gila pikiran anda, kau mau jadikan aku wanita pemuas mu, apa jennie wanita mu itu tidak bisa memuaskan mu tuan? " tanya Xena dengan kebencian
" aku sudah bilang dengan mu bukan, aku tidak bodoh dan buta karena cinta . . aku pastikan Nama mu akan hilang dari hati ku.. "
Xena lalu beranjak pergi dari hadapan ben .. dan ben hanya bisa terdiam mendengar penuturan Xena ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.........
__ADS_1