
Xena menahan kriss agar tak memukul ben.. Walaupun saat ini ia sedang menahan malu dan kesedihan karena perkataan ben..bagaimana tidak.. harga dirinya sudah di injak injak dengan sangat keras oleh ben mantan suaminya dulu. Xena menahan agar air mata nya tak jatuh, ia ingat ia sudah pernah berjanji dengan kriss untuk tidak menangis lagi meratapi kesedihan nya.
Ia meminta izin pada suami nya untuk berbicara pada ben.. dan kriss menyetujui nya.
ia membiarkan istri nya berbicara dengan mantan suami nya itu, tapi tetap ia dampingi.
" Tuan ben.. masa lalu kita sudah selesai, jadi aku mohon cukup hentikan semua kegilaan yang sudah kau buat untuk ku.. tolong jangan ganggu aku dan keluarga ku lagi.. " tegas Xena dengan menahan tangisan nya.
" selesai kau bilang... ? kau pergi bersama laki laki lain, saat kau sedang mengandung anak ku.. lalu kau bisa hidup bahagia dengan suami baru mu dan anak ku..?? "
" anak? anak mu sudah mati ben.. " jawab Xena dengan tangan bergetar.
" hahahaha kau pikir aku bodoh.. bocah laki laki yang kau bawa di taman air itu ? mana dia anak ku jangan mudah bibir mu mengucapkan jika anak ku sudah tiada.. "
" itu bukan anak mu.. itu anak suami ku..!! " tegas nya kembali
" hahaha kau memang sudah menganggap ku sangat sangat idiot Xena.. " ben pun tertawa..
Kriss menarik nafas nya dalam dalam dan membuang nya dengan kasar..
" ayo kita pulang sayang.. urusan kita dengan nya sudah selesai.. "
kriss menarik tangan Xena dan mengajak nya pergi dari tempat itu...
mereka berjalan keluar pintu dengan perasaan yang berkecamuk...
" kau tau Xena suami mu itu pembunuh mama ku dan risa... apa itu yang kau jadikan suami? seorang pembunuh? bahkan aku punya bukti nya " teriak ben...
Xena menghentikan langkah nya dan menoleh kriss.. kriss saat itu hanya diam dan memandang lekat wajah Xena... Ia berharap perkataan ben tak membuat Xena pergi dan berlari kepada ben..
" apa itu benar kriss... " tanya nya pada suami nya itu...
" sayang.. aku bisa jelas kan itu.. " jawab kriss yang mulai kalut.. ia memegang kedua tangan Xena...
" kriss... kau.. " Xena tak bisa berkata apa apa, jawaban kriss itu sudah bisa menjawab pertanyaan nya.
" aku punya alasan sayang, aku mohon... "
__ADS_1
Xena melepaskan genggaman tangan kriss,dan kriss tak bisa berbuat apa apa..Ia panik ia menarik tubuh Xena untuk ia peluk.. Xena berontak.
" lepas kriss ..aku mohon..lepas!! " teriak Xena dan ben tersenyum dengan puas..
Kriss yang tak memiliki kekuatan apapun hanya bisa pasrah...vino ingin bergerak mencegah nyonya nya agar tak pergi di halau oleh kriss..
" Tuan..." ucap vino.
Kriss hanya menggeleng kan kepala nya..vino pun hanya bisa menuruti perintah tuan nya itu..
Xena lalu berjalan menghampiri ben dengan wajah datar nya..
kriss menunduk lemas, saat Xena sudah tepat berada di depan ben yang saat ini tersenyum.
Kriss membalikkan tubuh nya.. langkah kaki nya berat... hati nya bingung apa ia harus pergi atau tidak.. Ia merasa mungkin memang sudah harus seperti ini.. tapi ia tak rela membiarkan wanita yang ia cintai itu meninggal kan nya..
Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan.. apa kah pernikahan ku harus hancur seperti ini? Tuhan maafkan kesalahan ku yang dahulu.. kembalikan dia pada ku Tuhan...
Kriss menitikkan air mata nya.. namun segera ia hapus dengan cepat.. rasa sesak dalam dada nya mulai bergemuruh. Mau tidak mau ia harus iklas dengan apa yang saat ini ia lihat..
tapi saat ia ingin melangkah kan kaki nya........
Xena menampar keras wajah ben.. ben terkejut atas apa yang di perbuat Xena untuk nya.
" Dia suami ku.. dan tetap menjadi suami ku apapun itu... kau hanya masa lalu ku. Jika pun suami ku seorang pembunuh, ia tetap suami ku... setidaknya ia tidak keji seperti mu , aku selalu di perlakukan dengan sangat baik oleh nya... " kata Xena dengan lantang.
Kriss yang mendengar perkataan istrinya itu pun merasa terharu dan bangga... ia tak salah menikahi Xena.. ia sempat pasrah saat kesalahan nya di bongkar oleh ben...
" untuk yang kau katakan anak.. itu bukan anak mu! aku tegas kan pada mu tuan.. Bukan anak mu.. anak mu hanya tinggal di rahim ku tidak lebih dari 2bulan .. jika kau mau tau kenapa anak mu tak ada.. ingat lah segala yang sudah kau lakukan pada ku saat anak ku di rahim ku .. Dan anda tuan Ryan... Terimakasih sudah menikahi sahabat ku nadia, dan terimakasih sudah mencampakkan nya...!!!! kau dan sahabat mu ini sama sama pecundang , ingat lah balasan Tuhan untuk kalian ... " ucap nya kembali.
Xena lalu meninggal kan ben juga Ryan dan menghampiri kriss yang sedari tadi menatap nya dengan sorot mata cinta..
" ayo kita pulang sayang... dan kau harus jelaskan semua nya pada ku nanti di rumah.. " ucap Xena yang meraih tangan kriss dan menggandeng nya.
" iya sayang.. terimakasih .... " lirih kriss
__ADS_1
mereka pun dengan langkah pasti pergi dan di ikuti oleh vino...
Vino yang juga di buat takjub oleh pemandangan tadi hanya berekspresi tersenyum sangat bangga.
Kau memang tepat menjadi nyonya ku.. kau wanita yang luar biasa... semoga kalian hidup berbahagia selama nya...
...
Setelah kepergian Xena dan kriss, Ben menjadi kalap, ia mengambil gelas yang ada di meja itu lalu mencampak nya dengan sangat keras..
Bahkan ruangan itu menjadi porak poranda di buat nya.
Manager restoran itu pun berlari menghampiri ruangan yang sedari tadi mengeluarkan suara kekacauan.
" maaf tuan, nanti akan saya bayar untuk ganti ruginya.... " ucap ryan menenangkan manager restoran itu.
Manager itu lalu pergi dengan menggeleng kan kepala nya...
" hahhh??? kenapa orang kaya jika marah selalu merusak barang dan membuang buang kan uang nya... aku bisa gila dengan hari ini.. hari yang penuh drama dari cinta segitiga para lelaki kaya raya... " gumam nya dalam hati.
Setelah cukup puas ia melampiaskan amarah dalam hati nya ia pun mengatur pola nafas nya dengan baik..
" yan lo hubungi deni dan anak buah nya, lakukan misi B... sekarang! " ujar nya menaikan setengah nada ucapan nya...
" baik ben.. "
Ryan pun bergegas melaksanakan tugas dari ben.. Ia segera mengirim pesan kepada deni staf di kantor kriss untuk menjalankan misi B.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
........