The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
KABAR DUKA 2


__ADS_3

Kini ben telah setia duduk dengan lesu nya tepat di depan pintu kamar OK. wajah nya masih tampak murung, Ben masih setia dengan lamunan masa kecil nya dengan mama dan papa nya.


Berulang ulang kali air mata nya jatuh membasahi celana nya.


Di samping nya dengan setia Ryan juga mendampingi sahabat sekaligus bos nya itu, sambil terlihat ia mengakhiri telpon nya dengan seseorang yaitu Rio.


Selang beberapa lama muncul lah Rio yang sambil berlari kecil menuju ke arah mereka berdua.


Rio menghampiri Ben dan memegang bahu ben Seolah ia sedang memberi kan semangat kepada sahabat nya itu. Ia juga tak berani bertanya apapun kepada ben mengingat kondisi ben yang dalam keadaan frustasi.


Namun Ryan menceritakan kepada Rio tentang kejadian yang menimpa Risa dan alm.rita.



Disaat semua sedang menunggu Risa di dalam. Suara langkah sepatu bergema dari ujung lorong RS tersebut. Ya.. Jennie berjalan dengan anggun nya. Ia mendekati Ben dan duduk tepat di samping Ben dan memeluk Ben dengan lembut dan senyum dari bibir nya.


" kau pasti kuat sayang, mama sudah tenang disana.. lagian di daerah jalan itu memang rawan kecelakaan sayang, "


Ben tak menjawab ia hanya menerima setiap apapun yang jennie lakukan kepada nya.


Namun Ryan telihat melirik jennie ketika jennie berbicara ke ben...


" seperti nya ada yang janggal.. " ucap nya pelan ke Rio.


" maksud lu apa yan.. "


" nanti gw cerita kalau gw udah dapat kejanggalan nya dimana.. "


Sejam telah berlalu...


Tampak para perawat OK keluar masuk ke kamar OK, Ben dan yang lain nya tampak berdiri ingin menanyakan tentang kondisi Risa di dalam tapi perawat tak memberi celah bagi mereka untuk bertanya.


Sampai akhir nya Xena muncul dari balik pintu tersebut, wajah nya pucat mata nya yang indah tampak sendu dan berwarna merah.

__ADS_1


Ia melihat sekeliling dari ruangan itu , bahkan ia mengabsen mereka satu persatu dari sorot mati nya.


" Kenapa baru sekarang kau datang, kenapa kau baru muncul setelah semua nya tak berguna.. hiks.. hiks.. " ucap Xena dengan nada pelan dan dengan penuh tekanan.


" Xena aku minta maaf, aku tidak tau... aku... " belum sempat Ben melanjutkan bicara nya tiba tiba...


PLAAKKK.....


Tamparan mulus mendarat di pipi Xena,


" wanita kurang ajar, kau tak pantas memarahi Ben.. " ucap jennie dengan nada tinggi


" apa yang kau lakukan jen..Ryan tolong lu bawa jennie pergi dari sini " tangkis Rio


Rio langsung memposisikan tubuh nya di samping Xena yang masih mematung,.


Sementara Ben tak tau harus berbuat apa pikiran nya masih di isi oleh pertanyaan tentang keadaan risa.


" jen, aku minta kau cukup diam saja, aku stress.. "


ujar ben sambil memegang tangan jennie.


jennie pun menurut, tapi tatapan mata nya tak lekang dari wajah Xena.


Xena mengangkat wajah nya dan menarik nafas pelan.


" hiks.. hiks... kau uruslah pemakaman mama dan Risa ben... aku permisi... " pinta nya lirih sambil menangis dan berjalan menyusuri lorong yang ada di depan nya .


" Tunggu Xena... maksudmu apa.. " tanya ben sambil memegang tangan Xena dan menahan nya.


Xena terdiam dari langkah nya...


tangannya mengepal kuat di sertai dengan masker yang masih ada dalam genggaman nya.

__ADS_1


" apa kurang jelas aku bilang apa? Risa sudah meninggal .. " jelas nya dengan air mata yang mengalir jatuh di pipi nya...


Seketika cengkraman ben terlepas dengan sendirinya, Wajah ben tak berekspresi. Pandangan nya kosong dan hanya bulir air mata yang tampak membasahi pipi nya.


" Tidaakkk... ini tidak benar.. kau berbohong kan.. Kau berkata begitu karena kau marah pada ku kan? kau jawab Xena.. Risa tidak meninggal , kan? " kata ben sambil mengguncang bahu Xena..


" Aku tidak berbohong Tuan ben, Risa adikmu telah tiada.. kau tau.. jika saja kau mengangkat telpon ku, jika saja kau tidak sibuk bersama kekasih mu dan jika saja kau cepat datang kemari Risa mungkin bisa selamat... pihak RS sudah memberikan pertolongan pertama untuk penyelamatan pasien, tapi untuk selanjutnya pihak RS meminta persetujuan dari keluarga pasien untuk mengambil tindakan selanjutnya.. aku menemuimu karena aku butuh kau untuk Risa ben, tapi kau... hiks... "


Xena tak bisa melanjutkan perkataannya lagi... ia tak sanggup lagi. Ia menangis sejadi jadi nya. Ia berlari dari tempat itu ..


Rio berupaya mengejar Xena tapi niat nya di tahan Ryan.


" Yo.. jangan.. biarkan dia tenang dulu "


Rio mengangguk pelan, ia paham maksud Ryan. Xena sangat terpukul atas kematian Risa.


Akhirnya Ryan di bantu Rio untuk mengurus kepulangan jenazah Risa dan rita dari RS.


Sementara Jennie mencoba mencari perhatian kepada ben dengan memanfaatkan keadaan ini.


Ia layak nya seorang kekasih yang setia pada kekasihnya, memberikan semangat.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2