
Persiapan menuju operasi pun sudah matang, tampak beberapa suster hilir mudik memasuki ruangan operasi. Begitu juga dr. haris dan Xena telah tampak siap dengan memakai atribut bedah nya.
Sebelum masuk dr. haris terlihat sedang berbicara dengan Ben , sementara Xena melangkah menuju ke arah rita.
Xena menjongkokkan tubuh nya tepat di depan Rita yang sedang duduk. Tangan nya beratur sejajar satu sama lain yang di letakan di lututnya. Xena pun memegang dan menggenggam tangan wanita itu.
" Nyonya... jangan khawatir, Xena akan berupaya sebisa Xena untuk Risa, Tolong bantu Xena " Xena semakin menggenggam erat tangan rita
" apa yang bisa saya bantu Xena " lirih nya
" Tolong jangan menangis lagi, itu saja dan doa kan semua nya membaik... " jawab Xena sambil tersenyum.
Rita pun langsung memeluk tubuh Xena yang ada di depan nya lalu menangis.
" terimakasih sayang " rita pun tersenyum lirih.
Xena melepas pelukan rita dan bangkit , ia melangkah ingin memasuki kamar operasi tersebut , tetapi langkah nya terhenti . Ben mencengkram tangan nya dengan keras..
Xena pun menoleh ke arah tangan itu berasal
__ADS_1
" Jika sampai terjadi sesuatu terhadap adikku, maka kau harus membayar nya dengan nyawamu " ancam ben ke Xena dengan mata tajam nya.
Xena yang mendengar Ucapan ben itu pun menarik nafas nya dalam dalam dan menghentak tangan nya agar terlepas dari cengkraman ben,sehingga terlepas .
" Dengar Tuan Ben Adam cakraguna.. saya jelaskan kepada anda,. saya bukan Tuhan, saya cuma sebagian kecil tangan Tuhan. jadi jangan pernah ancam saya dengan kata kata membunuh mu itu..dan kau juga bukan salah satu dari malaikat maut yang di utus Tuhan untuk mengambil nyawa ku ... "
sorot mata Xena tak kalah tajam dengan sorot mata ben...
Entah keberanian datang dari mana saat ini yang Xena tau ia sangat geram dengan ucapan Ben. Sehingga rasa gugup nya kepada Ben dan pacu jantung nya berubah ke rasa emosi.
" Kau wanita paling sombong yang aku kenal dokter Xena ... dan kau... "
" Dokter Xena, dr. haris sudah menunggu anda di dalam " ucap fei yang langsung memotong pembicaraan ben...
lampu merah sedari tadi sudah menyala menandakan Saat ini operasi sedang berlangsung, Ben, Rita dan Ryan menunggu jalan nya operasi tersebut dari luar pintu kamar operasi,. Rita duduk sambil tampak bibir nya komat kamit seraya ia sedang berdoa.
Sedangkan Ben dan Ryan terlihat dengan ponsel mereka. Waktu menanti operasi ini tetap Ben manfaatkan untuk bekerja. Raut wajah nya serius ketika ia memeriksa surel surel yang di kirim sekretaris nya melalui email nya. Walaupun sesekali ia memandang mama nya dan pintu ruang OK/operatie kamer.
__ADS_1
Sementara di dalam ruang operasi, dr. haris dan Xena juga beberapa perawat OK (operatie kamer ) dengan teliti dan seriusnya melaksanakan tugas mereka masing-masing.
Xena teramat sangat fokus dalam urusan pekerjaan, apalagi dalam operasi ini , bukan karena ancaman dari Ben tapi memang ia selalu profesional dalam bekerja,ditambah lagi pasien nya adalah risa. maka dari Itulah, Xena bisa mendapatkan predikat salah satu dokter terbaik di RS ini.
Dalam operasi kali ini Xena mengambil alih operasi pertama nya, Karena ketika Risa anfal terjatuh risa mengalami ruptur anieurisma.
Sehingga Xena melakukan computerized tomografi (CT) dan ultrasonografi (USG) untuk mendiagnosa dan mengidentifikasi kelainan pada pembuluh darah.
Setelah menjalani beberapa pemeriksaan maka Xena memutuskan untuk melakukan prosedur pembedahan yang disebut endovascular stent graft.
Prosedur tersebut melibatkan koreksi dari pembuluh darah yang rusak. Setelah Operasi perbaikan anieurisma selesai, maka dr. haris melaksanakan operasi kedua transplantasi sumsum tulang belakang kepada risa .
Proses transplantasi itu mirip seperti proses transfusi darah, dokter akan memberikan cairan darah, nutrisi dan obat obatan melalui selang infus untuk melawan infeksi dan mendorong pertemuan sumsum tulang.
Selama prosedur berlangsung, pasien akan rentan terhadap infeksi. Itu sebabnya, ditempatkan di ruangan khusus untuk mencegah infeksi.
.
__ADS_1
.
.