
Di kantor CGC....
Rutinitas yang biasa terjadi di perkantoran selalu sama, apa lagi di akhir tahun. Pekerjaan semakin padat dan sibuk..
Tak terkecuali di perusahaan ben, Perusahaan nya baru baru ini mendapatkan penghargaan menjadi perusahaan terbaik tahun ini . Jadi setiap karyawan harus disiplin dan bekerja dengan fokus demi citra perusahaan.
Setelah usai dengan laporan laporan nya, ben tak seperti biasa nya yang terlalu protek akan hasil kerja dari bawahan nya. Hari ini ia diam dan tak banyak menggubris walaupun ada kesalahan yang di lakukan oleh karyawan nya.
Wajah nya seperti ada beban , ya.. sejak semalam pembicaraan nya dengan aska membuat nya tak tenang....
Apakah aska anak nya atau bukan...itu yang terus mengganggu dalam pikiran dan benak nya.
" yan apa lo belum dapat kabar dari reno tentang aska...? " tanya ben
Ryan belum sempat menjawab nya tiba tiba Reno masuk ke ruangan itu dengan salam khas nya .
" siang boss... "
" baru di ceritain ... " ucap Ryan
reno tersenyum sambil menggaruk garuk kan kepala nya yang tak gatal.
" bagaimana.. ? sudah dapat apa yang aku minta reno.. aku harap kau membawa angin segar untukku.... " tegas ben
Reno segera faham maksud dari bos nya itu, ia lalu mengeluarkan map kosong dari dalam tas ransel nya itu dan memberikan kepada bos nya.
Penampilan reno waktu itu mirip tukang ojol, yang sedang membawa makanan.
Memang begitu lah orang orang nya ben selalu tampil selayaknya orang biasa agar tak di ketahui orang lain.
Ben mengambil map itu dan mengeluarkan kertas nya.. dengan teliti dan fokus ia pun membaca satu persatu kata yang ada tertera di dalam kertas tersebut.
Seketika wajah nya tampak gusar, ia meletakkan kertas tersebut dengan rasa emosi.
Ryan yang sangat faham apa yang terjadi dengan sahabat nya itu pun mulai menyuruh reno untuk pergi.
" Dia bukan anak gw... "
Ryan memeriksa kertas itu dan melihat nya .
tertera dalam kertas itu bahwa hasil dari tes DNA nya negatif dengan ben.
Juga ada kertas lain yang menulis kan bahwa aska neil raido putra adalah anak kandung dari Kriss raido putra dan Diana Sari.
Bahkan lengkap dengan tanggal lahir nya.
" jadi sekarang apa yang akan lo lakuin ben " tanya Ryan
" gw akan pikirkan.. "
terlihat ben berfikir dengan keras.
Saat ia tengah berfikir, tiba tiba sekretaris nya mengetok pintu ruangan nya dan...
" maaf presdir.. ada tuan kriss raido putra dari RAI INTERNASIONAL COMPANY ingin menjumpai anda... "
Ryan menoleh ke arah ben, dan ben segera menjawab nya dengan gerakan kepala nya untuk mengiyakan .
****"
" Sungguh kehormatan bagi ku seorang CEO nomor 3 di dunia menyambangi kantor ku yang gubuk ini... " ben mulai menyapa duluan tamu nya yang terlihat sudah memasuki ruangan nya. Lengkap dengan senyum khas nya yang sinis .
" ada kepentingan apa kah sampai tuan Kriss harus turun tangan datang menemui ku.. apakah kerja sama perusahaan kita tidak berjalan dengan baik atau..."
" jangan berbasa basi tuan ben.. Dimana anak ku.. " tanya kriss to the poin serta tatapan tajam nya.
__ADS_1
Mendengar kata kata ANAKKU membuat hati ben terasa sakit dan kesal, bagaimana tidak? ia mengetahui bahwa aska bukan anak nya , padahal ia mulai dekat dengan anak itu.
" hahaha... " tawa ben memenuhi ruangan yang yang diisi oleh 4 lelaki dewasa.
" kau ingin anak mu? tuan Kriss? kau tau.. yang aku harap adalah Xena hadir.. bukan kau , hah.. kau tak menuruti petunjuk ku dengan baik "
Kriss menatap kesal wajah ben yang sangat menjengkelkan itu, jika tak mengingat aska bersama ben mungkin ia akan langsung mendarat kan pukulan untuk lelaki itu.
Bagaimana pun saat ini ia tak boleh gegabah dalam bertindak, ia tak boleh bertindak emosional karena bisa membahayakan keselamatan anak nya aska.
" begini saja, kita buat kesepakatan... serahkan Xena dan akan ku serahkan anak mu.. " tambah nya lagi.
" Tuan ben, jangan yang aneh aneh.. Xena itu istri ku dan aska anak ku.. mereka berdua tak bisa kau buat dalam permainan mu... kau tak berhak lagi atas Xena... "
" begitukah menurut mu? .. tapi maaf itu tidak menurut ku... yang kau nikahi bukan Xena tapi Daniela...bukan begitu asisten Vino.. " tatapan ben mengarah ke vino.
Vino hampir tersulut emosi, ia bergerak mendatangi ben dan memegang kerah baju nya, Ryan juga tampa basa basi langsung mendekati Vino dan memegang tangan Vino dengan keras nya... kedua lelaki itu tampak emosi dan ingin saling memukul..tapi kriss langsung menghentikan nya..
" wah wah wah.. ternyata asisten mu ini cekatan juga ya... " ucap nya seraya mengibaskan tangan ke kemeja putih nya yang tadi di sentuh Vino
" bagaimana kesepakatan kita? " lanjut nya lagi
" Tidak ada kesepakatan bagi ku tuan ben "
" hahaha masih ada juga nyali mu berbicara begitu.... baiklah..waktu ku sudah banyak terbuang oleh mu... jadi berikan jawaban nya 24 jam dari sekarang... atau kau tak bisa melihat anak mu selamanya.. "
Kriss buntu.. ia tak tau harus berbuat apa.. mungkin dengan ia pergi dari hadapan lelaki itu bisa membuat nya berfikir normal.
.....
Setelah kepergian Kriss.. ben merasa semangat nya mulai tampak bersinar, ia tersenyum dengan yang tadi ia lihat.
Wajah ketakutan dan kesedihan dari rival nya Kriss.
" mungkin dia tidak, tapi Xena mungkin ia " ucapnya sambil tersenyum puas.
.....
Kriss terus berfikir keras, ia tak tau harus bagaimana, antara anak dan istri keduanya sangat penting dalam hidup nya.
Dalam kerisauan nya ponsel nya berbunyi..
Drrrtttt.... drtttt...
tertera nama *MY QUEEN * yang tak lain adalah istrinya.
Call on
" sayang.... bagaimana.. kenapa kau tak mengabari ku setelah pulang dari kantor nya " .
" maaf sayang, aku baru mau mengabari mu.. "
" terus bagaimana aska "
( kriss diam.. dan itu membuat Xena curiga )
" sayang... kriss kau kenapa diam? apa yang dia bilang, aska bagaimana? "
" emm... aku.. a. ku tak berjumpa dengan nya, ia tak ada di kantor sayang.. mungkin besok aku akan coba kesana lagi.. "
" apa kau tak berbohong "
" tidak sayang... "
( Setelah satu jam berbicara di telpon Xena pun memutuskan panggilan nya dengan kriss.. )
__ADS_1
Call off
ada yang kau tutupi sayang, aku sangat tau dirimu, aku bukan kenal dengan mu sehari dua hari, tapi tahunan.. aku harus cari tau sebenarnya ada apa.. gumamnya dalam hati
Xena lalu mengambil ponsel nya kembali dan dia menghubungi seseorang yang ternyata adalah ben. ia menyimpan nomor telepon ben saat semalam ben menelpon nya .
Call on
" Xena... tak ku sangka kau menelpon ku.. apa kau baru di kabari oleh kriss? dan menyetujui kesepakatan nya "
" apa maksud mu... "
" kenapa kau bertanya? aaah.. apa kriss tak memberi tahu mu hasil dari pertemuan kami honey "
" jangan memanggil ku dengan sebutan itu ben, dan cepat beritahu aku apa yang maksud itu.. "
" hahaha.. kau semakin membuat ku bernafsu dengan hanya mendengar amarah mu... "
Tuuttttt....
Call off
Xena langsung mematikan sambungan telepon itu karena jijik mendengar ben mengatakan honey pada nya.
" aku harus tanya dengan kriss apa yang ben maksud itu... " ujar nya pelan.
Xena kembali mencari nomor suaminya dari panggilan telepon yang keluar di ponsel nya lalu langsung menyentuh gambar gagang telepon berwarna hijau itu.
Call on
" sayang ada apa lagi.. ? masih kangen dengan ku "
" aku selalu kangen dengan mu setiap saat kriss..tapi ada yang ingin aku tanya..katakan pada ku kesepakatan apa yang di minta ben.. "
( kriss terdiam dan kaget mendengar Xena menyebutkan tentang kesepakatan, dari mana Xena tau tentang kesepakatan itu, Vino apa dia? kriss terus berfikir.. sampai ia tak sadar Xena memanggilnya dalam sambungan telepon itu)
" halo sayang.. halo... kriss.. "
" ah.. iya sayang.. aku disini.. "
" kriss aku mohon jangan sembunyikan apa pun dari ku.. aku istri mu bukan? "
" ya kau istri ku.. "
" baik jika begitu, jujur padaku apa kesepakatan itu kriss... "
" Sayang... dia meminta pertukaran antara kau dan aska... "
" apa??!!! "
.
.
.
.
.
.
.......
__ADS_1