
Matahari menyeruak memasuki celah celah jendela kamar nya, Ben mulai menggeliat merenggang kan otot otot tubuh nya.
Ia melihat ke samping tempat tidur nya, ia sadar istri nya tak tidur di kamar ini semalam.
Ia segera membersihkan tubuh nya dan setelah itu ia turun. Hari ini ia tak masuk ke kantor, dan Ryan lah yang ia perintah kan untuk membawa pekerjaan ke Mansion nya.Suasana hati yang sedih masih menghiasi di dalam hati dan pikiran nya. Menapaki anak tangga satu demi satu sambil mata nya melihat ke arah pintu kamar mama nya. Ia menarik nafas nya dalam dalam dan mengusap wajah nya dengan tangan nya.
Ia harus kuat dan bertahan, hanya ia lah satu satu nya keturunan dari Cakraguna yang tersisa terlepas dari keluarga mama nya yang selama ini tak pernah ia anggap.
Di meja makan ia melihat Jennie dan Ryan telah duduk menanti nya untuk sarapan bersama.
Namun ia tak melihat Xena.
" Dimana Xena .. " ucap nya kepada pelayan
" Nyonya dari pagi belum ada keluar dari kamar non Risa Tuan, "
" Panggil dia.. "
" baik tuan.. saya permisi.. "
Segera pelayan beranjak pergi dan menuju ke kamar Risa.
Sementara di meja makan, mereka langsung menyantap sarapan nya tanpa menunggu Xena.
Tak lama Xena pun datang dan mulai duduk tepat di samping Ryan.
" Duduk lah di sini xen.. " ucap Ryan ketika melihat Xena duduk di samping nya. Xena mengambil sandwich yang ada di depan nya dan mulai mengunyah nya perlahan, rasa sedih masih ia rasakan saat ia melihat 2 buah piring yang tertutup tanpa tuan nya. Ia berusaha tahan air mata nya yang akan keluar.
Ryan merasa ia tak pantas duduk di kursi yang ada di sebelah kanan Ben, karena ia tahu Xena adalah nyonya di rumah ini.
" aku disini saja " sambil menelan sandwich nya
" baguslah, seperti nya kau sekarang sudah tau posisi mu.. " ucap jen dengan santai nya.
Ben hanya diam dan ia hanya menikmati makan pagi nya dengan diam nya, sambil ia melihat Xena yang terlihat menahan tangisan.
__ADS_1
" sayang.. aku nanti mau ke studio sebentar ya.. ada pemotretan pagi ini.. " ucap jen manja.
" emm.. " jawab ben singkat
Tak butuh waktu lama Xena menyudahi makan nya dan ia beranjak dari meja makan dan lalu masuk ke kamar.
Tak ada bahasa tak ada cerita. wajah nya dingin dan datar.
Di kamar ia masih maratapi kepergian dari Rita dan Risa. walaupun rita bukan ibu kandung nya tapi selama 2 bulan lebih ini ia dan rita sangat dekat dan ia menganggap rita adalah ibu kandung nya . Begitu juga dengan Risa, selain nadia Risa adalah sahabat nya, adik nya dan keluarga nya.
TOK
TOK
TOK
Pintu kamar nya terbuka dan ia tak menggubris suara ketukan itu, sampai akhirnya sang pengetuk pintu masuk.
" Xena.... "
Nadia berjalan mendekati Xena yang terduduk sambil memeluk foto rita dan Risa. Ia langsung memeluk Xena dan Xena menangis di pelukan nadia.
" maafkan aku yang baru datang, aku baru dapat kabar dari Tuan Ryan dan mbak Fei.. maka aku pagi pagi ambil bis pertama langsung ke sini. " ucap nadia ke Xena yang masih ia peluk.
Nadia memang sudah beberapa hari ini pulang ke kampung ibu nya. semenjak Xena menikah ia merasa kesepian tinggal di mess RS dan ia memutuskan untuk sering-sering pulang dan tinggal di rumah ibu nya.
" tak apa nad.. ibu apa kabar? "
" ibu Baik, ibu titip salam untuk mu "
" emm iya.. apa kau sudah makan siang? ayo aku temani.. "
" nanti saja, aku masih kenyang.. "
__ADS_1
Nadia memegang tangan Xena ia tau bagaimana perasaan dari sahabat nya ini. Xena tak banyak bicara seperti biasa nya. Wajahnya pucat dan bibir nya terlihat kering. Xena yang biasa nya selalu penuh semangat dan percaya diri, Xena yang selalu ceria kini tak nampak lagi pada diri nya.
" Xena.. kau tidak boleh seperti ini, aku tau bagaimana perasaan mu.. mereka sudah tenang kau harus ikhlas xen... "
" hiks... hikss... aku ikhlas nad, sangat ikhlas, tapi aku masih tidak percaya jika mereka pergi begitu cepat.. kau tau ini kali kedua aku kehilangan orang orang yang aku sayang, dulu mamah dan papah ku , sekarang setelah aku memiliki mama rita dan Risa dan itupun baru sebentar nad.. mereka pergi juga.. apa aku ini anak sial atau aku tak pantas tuk hidup bersama orang-orang yang aku sayangi..? " jelas Xena panjang sambil sesenggukan.
Nadia memeluk tubuh Xena dengan erat.. Nadia pun tak bisa menahan air mata nya saat mendengar apa yang Xena katakan.
" Karena Tuhan sayang pada mereka maka Tuhan mau mereka bahagia disana.. "
" lalu bagaimana dengan ku "
" Tuhan punya rencana lain untuk mu xen, percaya lah kau harus bangkit dari keterpurukan ini.. ingat mamah papah mu, ingat mama rita dan Risa mereka ingin kau bahagia dengan cara lain Xena.. "
Nadia memberikan semangat kepada Xena, ia tak mau Xena stress dan makin hancur perasaan nya.
tanpa mereka sadari ben yang mendengar percakapan ini.
......
.
.
.
.
.
.
.
...........
__ADS_1