The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
GUGUP


__ADS_3

Suara langkah kaki menggema di lorong RS. Seketika Langkah kaki tersebut berhenti tepat di hadapan Rita yang kala itu sedang duduk lesu.


" kenapa mama baru mengabari ben "Suara ben mengumandang memecah kesunyian saat itu.


Rita membuka mata nya yang sedari tadi tertutup karena memikirkan nasib risa., menatap lekat ke wajah ben yang terlihat tak biasa. Rita bangkit dari duduk nya dan memeluk ben, ia menangis sejadi jadinya.


Rasa kesedihan yang tak dapat ia luapkan.


" nak maafkan mama, Risa yang meminta mama untuk tidak memberi tahu kan semua ini. " jawab rita masih dalam keadaan yang lemas karena kejadian sore itu.


ia terus memeluk erat anak nya tersebut.


" cerita kan semua dengan ben, jangan ada yang mama tutupi lagi.. ben mohon ma.. " pinta nya memelas ke rita sambil melepas kan pelukan mama nya.


Dengan wajah yang sudah tampak tua dan rasa sedih nya Rita menceritakan tentang keadaan risa selama ini kepada Ben.


Sesekali air matanya menjatuhi wajah wanita tua itu. Ben yang mendengarkan nya juga terlihat lemas dan tanpa ia sadari air mata nya juga jatuh.


" Ben kau mau kemana nak.. " hardik rita yang melihat ben ingin melangkah


" Ben mau cari dr.Xena itu ma.. " jwab nya tegas


" untuk apa nak.. " sela rita


" kenapa mama bertanya, ben mau tanya apa yang sudah dia lakukan ke risa sampai risa anfal begini, pasti dia yang sudah melakukan sesuatu kepada risa ma.. " tegas ben dengan nada marah nya.

__ADS_1


" Ben sudahlah, lo tenang dulu.. gw yakin dia tidak melakukan apapun untuk risa.. " pungkas Ryan mencoba menenangkan ben.


"Diamm lo " bentak nya


" Nak.. Xena itu wanita baik, dia tidak melakukan hal jahat untuk risa, mama tau itu nak.. " timpa rita yang coba menjelaskan ke ben.


Ben hanya diam saja tak menggubris kata kata dari mamanya dan Ryan .. Ben pun tampak telah tenang dan mulai memposisikan tubuh nya untuk duduk di kursi tunggu ruang perawatan risa, duduk bersejajar dengan rita di samping nya .


Ia memegang tangan mama nya yang mulai terlihat keriput.


Sementara Ryan duduk di kursi tunggu barisan depan, sambil memeriksa ponsel nya.


Malam ini di lewati oleh mereka yang berjaga di depan ruangan risa dengan wajah kusut dan sendu. sesekali rita atau ben masuk untuk sekedar melihat kondisi risa. Mereka bergantian untuk menjaga risa dari luar kamar nya.


Tapi rasa sayang dan kawatir nya terhadap risa tidak bisa ia tutupi, walaupun ia selalu mengontrol perkembangan risa kepada perawat dan dr. haris. Ia selalu menanyakan kepada dr. haris tentang keadaan risa.


Pagi ini dr. haris masuk ke ruang rawat risa , seperti biasa ia ingin mengecek ke adaan risa. Disela sela pemeriksaan nya dokter haris pun berkata...


" Siang ini jadwal operasi transplantasi sumsum tulang belakang untuk risa bisa kita laksanakan, " ujar dr. haris


" apakah pendonor nya sudah ada dok " tanya ben


" sudah ada tuan, dan semua nya telah di urus oleh dr. Xena karena beliau juga yang akan memimpin operasi ini. " jawabnya


Ben mulai memperlihatkan wajah tidak senang nya, berbeda dengan rita yang tampak senang bahwa anak nya akan di operasi dan juga yang mengoperasi anak nya adalah Xena.

__ADS_1


" Syukurlah dok saya merasa sangat bahagia mendengar nya " ujar rita sambil terus memegang tangan risa yang lemah tak berdaya.


" Apa tidak ada dokter lain dok.. "


" maaf tuan ben, untuk saat ini hanya dr. Xena yang terbaik disini.. walaupun ia masih muda dan baru,tetapi ia sudah sangat ahli dan mumpuni dalam dunia kesehatan " jelas dr. haris kepada ben yang masih menampakkan wajah tak senang nya itu.


Tak lama pintu ruang rawat risa terbuka


Xena pun dengan rasa gugup mulai berjalan masuk dan memposisikan diri nya tepat di sebelah dokter haris.. Ia menunduk gugup dan tak berani menatap lelaki yang sudah membuat perasaan nya tak karuan tersebut.


HENING


HENING


" emmm...selamat pagi nyonya rita, tuan ben, tuan ryan dan dr. haris.." Xena memberanikan membuka suaranya, walaupun ia sangat gugup. Ia belum pernah merasakan hal seperti itu. Walaupun ia telah dewasa tapi perasaan cinta atau menyukai lawan jenis ia tak pernah rasakan.


Ryan, rita tersenyum membalas ucapan Xena, tapi tidak dengan Ben yang membalas nya dengan tatapan tajam..



.


.


.

__ADS_1


__ADS_2