
Di sebuah restoran bergaya minimalis Ben dan Xena sedang menunggu makanan nya datang. sambil menunggu Xena membuka ponselnya takut jika ada pesan dari asisten nya atau info dari RS dan ia juga melihat salah satu chat grub di whatsapp nya. Grub yang terdiri dari 3 orang.
Dia, Risa dan Nadia.
Xena membaca pesan chat grub tadi dengan tersenyum dan sesekali tertawa, pasti nya Risa dan Nadia adalah 2 orang yang lucu dan selalu ceria walaupun kehidupan mereka juga menyedihkan seperti nya.
Ben menatap Xena yang sedari tadi sibuk dengan ponsel nya.
" apa kau sudah kenyang dengan melihat ponsel mu terus ..? " tanya ben ketus ke Xena
" eh? emm.. maaf sudah sampai rupa nya.. " ucap nya dengan menyengir kuda.
" kau saja tak sadar, jika makanan sudah di antar, kau terlalu sibuk tertawa haha.. hihi... " ucapnya sambil menirukan aksi tertawa nya para wanita
" hahaha emmmmm kau lucu sekali tuan ben.. " tawa Xena
" hei kenapa kau menertawai ku seperti itu hah? .. sshhh., ayolah makan aku banyak kerjaan.. dan kau juga harus membalas kembali pesan dari pacar mu itu bukan? " kata ben
" baiklah hehehe..."
****
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam namun Xena belum terlihat di rumah. Ben sedari tadi sibuk berkali-kali melihat jam tangan Richard mille di pergelangan tangan nya.
kemana dia jam segini belum juga pulang, apa dia sibuk berselingkuh dengan Rio sampai lupa pulang,? apa ku telpon saja, emmm ... aku lupa aku tidak punya no telpon nya...
Call on :
" mana lo yan... "
" gw lagi di bar ini"
" sama siapa lo? rio disitu gak? "
" iya nih bareng gw.. lo gak kesini "
" ah iya entar lagi gw kesana. "
tuutttt
__ADS_1
call off.
Rio bareng Ryan berarti, dia masih di RS.
Setelah memastikan bahwa Xena tak sedang bersama dengan Rio, ia pun segera bangkit dari duduk nya dan pergi menjumpai Ryan dan Rio di bar.
Di bar...
" hei jen.. apa kabar? elo kemari? tau dari siapa kita disini " sapa Ryan
" Ben yang ngabari gw.. mana ben? " tanya jennie
" mungkin masih di jalan " jawab Ryan
" emm.. " lalu jennie meneguk gelas yang berisi wine " eh yo kenapa lo diam saja.. "
" biasa aja gw, lo dah balikan sama ben, jen? " tanya Rio ke jennie yang tengah merapikan rambut nya yang tak berantakan
" iya, bahkan gw mau merried dengan dia setelah dia bercerai dengan istri palsu nya itu " jawab nya yakin
" ben akan bercerai, ..kapan? " Rio menanyakan kembali
" setelah adiknya selesai terapi di Jerman "
" kenapa telat sayang " ucap jennie manja
" sorry, ada halangan sedikit tadi.. kau sudah lama sampai sayang "
" baru saja, setelah pemotretan aku langsung kesini. "
jennie bergelayut manja di samping ben dan mencium pipi ben dengan lembut.. Ben tak menolak nya bahkan ben menyambut nya tanpa ia hiraukan Ryan dan Rio.
" Bisa gak kalian tidak bersikap seperti ini, gw risih karena elo..ben, masih suami orang " ujar Rio dan di benarkan oleh Ryan
Ben dan jennie tak menanggapinya , mereka bahkan semakin gencar dengan ciuman mereka.
" sayang aku lelah, antar aku pulang ke apartemen ku ya.. " rengek jennie
" baik sayang ayo "
Mereka pun pergi meninggalkan Ryan dan Rio,
__ADS_1
" menjijikkan sekali, kenapa ben itu bodoh sekali di butakan oleh cinta " ucap Ryan
" ya, jika aku yang jadi ben aku akan bertahan dengan Xena, Xena juga tak ada kurang nya.. dia cantik mandiri dan kuat "
" kau suka dengan Xena Rio? " tanya Ryan
" ya aku menyukai nya, tapi dia menganggap ku hanya sebagai kakak nya saja.. " lirih nya
Rio menarik nafas nya dalam dan membuang dengan kasar.. mengingat setiap inci perkataan dari Xena, wanita yang ia cintai.
.....
Jennie terus mencium bibir ben dengan sangat intim, ia menggila dan suara desahan dari ben terdengar lembut..
Ben pun membalas ciuman tersebut..
" Aku menginginkan mu ben " ucap nya
lalu ia mencium leher ben, dan Ben membiarkan jennie menguasai permainan ini.
jennie membuka pakaian nya satu persatu, sampai hanya tertinggal underwear nya saja yang menutupi tubuh indah nya itu.
Jennie mulai dengan serangan nya.. ******* bibir ben dan di balas oleh ben, hisapan demi hisapan di bibir mereka lakukan. Ben sudah mulai tak tahan, ia pun mengambil alih permainan malam itu.
Ia jatuh kan tubuh jennie di ranjang , dan jennie langsung membuka bra dan celana dalam nya. Tubuh polos nya membuat ben semakin bernafsu.
Dengat cepat ben melepas pakaian nya..
Ben mulai dengan menggerayangi tubuh indah jennie tanpa ada yang terlewati..
Desahan demi desahan keluar dari bibir mereka, Keringat mengucur di kulit mereka.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.