
Xena merasa bagai di hantam oleh batu besar , ia terdiam meneteskan air mata nya setitik setitik sambil menunduk .
Ia tidak percaya dengan apa yang dengar barusan , ia akan di jual oleh boss nya karena bisnis.
" Oke Ben ..kita sepakat !.. "
sambil menyodorkan tangan nya sebagai tanda kesepakatan.
Sementara Xena ....
Entah dapat kekuatan dari mana tiba tiba ia bangun dari posisi nya yg terduduk di lantai di bawah kaki ben.
Dengan posisi tepat di depan Ben ..
" Hei TUAN BEN YANG TERHORMAT ..! kau pikir kau siapa ? kau punya hak apa atas tubuh ku ? hah? "
tatapan nya tajam setajam pisau belati ...
" Asal kau tahu kau hanya pimpinan ku bukan orang tua ku atau suamiku ..pimpinan yang berhati iblis menjual bawahan kepada kolega hanya untuk keuntungan , Nikmati uang haram mu Tuan ... "
Terus menatap Ben tanpa berkedip dan ben membalas tatapan itu dengan dahi yang di kerut kan .
" Terlalu berani kau jadi perempuan , siapa kau sebenarnya smapai bisa bicara begitu "
tanya ben santai tapi ada penekanan dalam bait kata nya.
" Aku .. ? Aku XEENAA ARIIILUKMAAN anak dari bapak doni lukman dan ibu Marlena , "
__ADS_1
jawab nya dengan semangat dan berani.
"hahahahaha ....."
seketika ruangan itu di penuhi dengan gelak dari sang CEO .
" kalian dengar ? perempuan ini menyebutkan nama orang tua nya yang bukan siapa siapa di kota ini .."
hans dan siska pun turut tersenyum menghina ..
" Orang tua ku memang bukan orang berpengaruh di kota ini , tapi orang tua ku orang yang berjasa untuk negri ini ... jika orang tua ku masih hidup maka ku pastikan kau tidak akan selamat PRESDIIRR !!!"
Xena menjawab dengan sungguh berani bahkan air mata nya sanggup ia bendung karna emosi .
Tanpa pikir panjang Xena langsung berjalan meninggal ruangan tersebut dengan airmata yang membasahi wajah ny ...
Xena menghampiri Pak johan dan Dina ,ia mengatakan jika ia resign dari kantor ini. Tampak wajah Dina dan Pak Johan sedih .
Tapi mereka juga tidak bisa menahan Xena tuk tetap kerja disini.
...****************...
Setelah kejadian itu Ben semakin menunjukkan sikap nya yang dingin ...
Kerja sama nya dengan perusahaan Pratama gagal . Bukan karena Hans yang menolak tapi kebalikan nya ... Ben membatalkan rencana nya sendiri tuk bekerja sama dengan perusahaan tersebut.
__ADS_1
Sebenarnya tidak ada kerugian bagi Ben dengan batal nya kerjasama tersebut, karna perusahaan CAKRAGUNA memang sudah mencapai titik kesuksesan . Ben hanya berambisi tuk menaklukkan perusahaan perusahaan besar di dunia karena ingin membuktikan kepada seseorang . ya seseorang di masalalu nya ..
" Huuuufff.... "
nafas Ben terlihat berat ...
terlihat ia memijit mijit kening kepala nya .
Tiba tiba entah ada angin apa Ben teringat dengan kejadian seminggu yang lalu itu.
"wanita arogan , bodoh ,kampungan ! ! ! aaggghh ... berani sekali dia bicara begitu kepada ku.. apa dia tidak tahu aku siapa ? "
Rasa penasaran Ben terhadap Xena memang tidak dapat di sembunyikan. Bagaimana tidak , setelah ia tahu bahwa Xena tidak bekerja lagi ia merasa tertantang .
ia menugaskan Asisten nya Ryan tuk mencari tahu tentang Xena. Ryan yang juga adalah sahabat baik nya.
Ryan sulit mendapat kan informasi dikarenakan Xena hanya pendatang di kota ini .
Namun Ben tetap bersikeras meminta Asisten nya tuk mencari terus .
kerjaan satu belum selesai nambah lagi kerjaan baru . BEN mau lo apa sih kenapa selalu menyusahkan gw ..
.
...
__ADS_1