
Seminggu pasca operasi, Risa sudah bisa di temui.. Tubuh kurus dan lemah nya juga sudah berangsur-angsur membaik. Walaupun ia masih dalam keadaan koma.
juga Ia masih menggunakan beberapa alat medis dalam tubuh nya.
Ben terlihat masih sangat khawatir dan sedih melihat risa adik nya yang manja dan periang itu hanya terkulai lemah di atas tempat tidur.
Rita yang juga masih setia menemani anak nya juga terlihat sedang tertidur disofa ruang inap anak nya tersebut. Tampak wajah nya yang lelah karena kurang nya istrahat, ia harus menjaga risa di setiap hari nya. Walaupun ben atau Xena sudah menyuruh nya untuk pulang dan istirahat di rumah tapi Rita tetap bersikeras untuk tidur di RS menjaga Risa. Ia tak ingin melewatkan perkembangan risa walau hanya sedetik saja . Ia ingin saat risa membuka mata nya ia ada di samping anak nya tersebut.
Xena setiap hari selalu mengunjungi risa walaupun ia harus bertemu dengan Ben laki laki yang ia cintai tapi membenci nya.
Mereka tak ada bertukar kata sejak terakhir kali pembicaraan mereka di depan Kamar OK kala itu.
Ben menatap lekat wajah risa , bola mata nya masih tertutup lembut oleh kelopak putih nya, ia terus menggenggam erat tangan adiknya, seolah sedang memberikan kekuatan untuk adik nya.
" Risa... bangun lah, kakak janji jika kamu bangun kakak akan kasih apa yang kamu mau, kakak akan kabulkan permintaan kamu.. kakak janji.. "
"kau tau, sudah 7 hari ini kamu tertidur terus, kakak rindu sama kamu, lihat mama risa, ia sudah tua apa kamu gak kasian sama mama.. "
Ben terus menerus bercerita dengan risa..
Ia ingin sekali membuat adik nya bahagia, ia ingin menebus semua kesalahan nya kepada risa dan mamanya.
4 tahun belakangan ini ia keluar dari rumah dan memutuskan untuk tinggal di apartemen nya sendiri. Meninggal kan risa dan mamanya di rumah besar itu.
__ADS_1
Sehingga apa yang terjadi dan di alami risa ia juga tidak tau. Keegoisan nya dan ambisi nya terhadap wanita yang telah meninggal kannya itu membuat ia lupa jika ia punya orang tua dan adik yang harus dan wajib ia jaga dan perhatikan, bukan hanya waktu nya untuk mengejar ambisinya agar di Terima oleh wanita itu.
Sekarang ia sadar akan kesalahan nya.
Ryan, Rita juga Rio yang sudah 2hari ini mulai menampakan wujud nya sedang menikmati makan siang . Rio belakangan ini memang sibuk, ia keluar kota untuk memonitor keadaan RS yang baru di bangun oleh orang tuanya yaitu dr. fajar. Ia pun teramat kaget ketika ia dapat kabar dari Ryan jika risa sedang kritis. Cepat cepat ia selesai kan urusan nya lalu ia langsung berangkat pulang ke kota A untuk melihat keadaan risa, adik dari sahabat nya ben.
CEKLEK...
Xena masuk ke kamar risa yang di ikuti oleh fei asisten nya.
" Selamat siang Semua.. " sapa Xena sambil tersenyum kearah mereka yang ada di sofa.
" Selamat siang juga Xena " jawab rita dan Rio bersamaan..
Ryan langsung berdiri dan menyuruh Xena untuk duduk di sofa menggantikan nya.
" Gak usah Tuan Ryan, saya mau ngecek keadaan lisa saja,. " jawab nya dengan senyuman.
" kamu udah makan xen.. " Rio pun bersuara
" sudah kak, lepas makan tadi Xena langsung kesini "
Ben yang mendengar kan pembicaraan mereka merasa gerah dan ia berdehem agar pembicaraan tersebut terhenti.
" ehmm.. " dehaman ben yang berat membuat Xena sadar jika ia harus segera mengecek pasien nya.
__ADS_1
Xena lalu menuju ke tempat tidur risa, mengambil stetoskop , ia letakkan di dada risa dan ia juga memeriksa detak jantung nya..
Xena tampak tersenyum setelah mengetahui jika keadaan risa sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
" bagaimana nak, " sela rita di antara aktivitas Xena.
" risa keadaan nya semakin membaik dan banyak perkembangan, kita hanya tinggal menunggu risa sadar saja kok.. jadi mama risa gak perlu khawatir dan tetap lah berdoa.. " senyum Xena kembali sambil menjelaskan keadaan risa.
" lalu ..."
"kenapa adik ku belum sadar juga " tanya ben datar dan dingin
Xena tersentak ketika mendengar suara ben yang sudah 7hari ini tidak ia dengar.
" emm..Kita hanya tinggal butuh waktu saja Tuan, urat saraf dalam otak nya sudah bekerja dengan baik hanya menunggu rangsangan dari luar saja, maka saya selalu katakan untuk sering ajak pasien berbicara ,itu untuk melatih urat saraf nya..saya harap kita sabar dan terus berdoa, .. dan juga.... "
" Bilang saja kalau kau tidak sanggup menyembuhkan adik ku.. " sela ben memotong pembicaraan Xena
" maaf Tuan " ujar Xena singkat
" Aku mau ganti dokter saat ini juga.. dan aku akan pindahkan adikku ke RS lain yang lebih baik dokter nya.. " tegas ben.
.
.
__ADS_1
.