The Doctor Love Story, AKU PERGI

The Doctor Love Story, AKU PERGI
INI KARENA ADIKKU


__ADS_3

Ben dengan langkah yang pasti berjalan menyusuri lorong lorong RS , ia bersiap ingin menemui Xena.


" aku ingin bertemu dokter Xena dia ada di dalam kan?" ujar ben ke fei


" iya dokter Xena ada di dalam, saya akan sampaikan , silahkan tuan Tunggu sebentar.. karena di dalam ada......" jawab fei yang terhenti karena ben langsung meraih gagang pintu.


" Tidak perlu, " ben langsung menerobos masuk kedalam ruangan kerja Xena.


Fei tidak bisa menghalangi tindakan ben tersebut, Xena yang sedang menangani konsultasi pasien nya pun menoleh ke arah pintu melihat siapa yang masuk, ia terperangah melihat kedatangan ben yang tiba tiba..



" saya tunggu disini, kamu lanjutkan saja.. " terang ben yang langsung menuju sofa ruang kerja nya Xena.


Fei yang merasa tidak enak langsung meminta maaf kepada Xena atas kelalaian nya, Xena hanya menjawab dengan anggukan kecil dan menyuruh nya untuk pergi.


Ben duduk dengan santai, dan ia seolah tak peduli apa yang di lakukan Xena dalam ruangan tersebut. Xena kembali melanjutkan kan obrolan nya dengan pasien nya.


Setelah pasien pergi dari ruangan nya ia pun berdiri dari meja kerja nya dan memposisikan tubuh nya untuk duduk di sofa, tapi belum sempat ia menuju ke sofa ben langsung berdiri dan menuju ke arah nya.


" ternyata ini maksud mu dokter Xena? " tanya ben penuh selidik.


" maksudnya mu apa.. "


" hah...!! kau pura pura tidak tau ya.. atau pura pura bodoh? setelah kau mencoba mencari simpati dan perhatian ku kau mulai mendekati keluarga ku...? lalu menyuruh adikku untuk memaksaku menikahi mu? benar begitu kah dokter Xena.. " terang ben dengan lantang.


" Aku tidak pernah melakukan itu semua.. "


" kau wanita munafik yang aku tau, memanfaatkan risa untuk kepentingan mu..! ah.. kau juga yang sudah membuat risa anfal seperti ini kan agar aku tidak bisa menolak permintaan risa? .... " jawabbb aku!!! " teriak ben sambil memegang bahu Xena yang berada di depan nya dengan keras.


Xena meringis kesakitan, tapi ben tidak peduli..

__ADS_1


" kau tidak bisa jawab kan.. ternyata dugaan ku benar jika kau menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang dan kepentingan pribadi mu... "


" aku bukan orang yang seperti kau fikirkan "


Ben melepaskan cengkraman nya dan mendekat Xena, jarak mereka cukup dekat saat ini. Sorot mata ben yang sinis mendominasi wajah nya, rahang nya mengeras.


" Akan ku nikahi kau, ... tapi itu semata hanya demi adikku tidak lebih.. kau faham itu.. "


Setelah mengatakan hal itu ben pun membuka pintu dan berlalu pergi.


Xena hanya bisa terpaku dan air mata nya berjatuhan, lutut nya melemas dan ia terduduk di lantai.. seolah harga dirinya sedang tercabik cabik saat ini.


Fei begitu melihat ben keluar dari ruangan Xena langsung masuk untuk melihat keadaan Xena, setidaknya dari percakapan ben ke Xena ia dapat mendengar sedikit karena ben berbicara dengan berteriak.


Fei dengan sikap meraih tubuh Xena yang sudah terduduk lemah di lantai,



Xena hanya menangis dan memeluk Fei .


Xena larut dalam kesedihan nya di pelukan Fei..


" saya antar kan anda ke mess ya dok.. "


Xena tak menjawab permintaan Fei, tapi ia juga tak menolak ketika Fei memopoh tubuh nya dan berjalan menuju mess.


TOK


TOK


TOK

__ADS_1


Nadia membuka pintu mess mereka..


nadia sangat kaget kekita melihat keadaan Xena yang seperti ini.


Ia pun beralih tukar memegangi tubuh Xena .


" mbak Fei, Xena kenapa? apa yang terjadi? kenapa sampai begini.. " nadia menghujami pertanyaan ke Fei.


"mbak saya juga tidak faham, tapi untuk saat ini tolong bantu dokter Xena agar bisa istirahat " jawab Fei santai.


Nadia mengangguk dan faham dengan apa yang di katakan Fei. Fei pun bergegas pergi, lalu Nadia membawa Xena masuk ke kamar nya.


Sepanjang malam Nadia menjaga Xena yang hanya terdiam.


" Xen.. lo kenapa? lo cerita dong ke gw.. "


Xena melirik ke arah Nadia..


" nad.. kapan gw bisa hidup bahagia.. kenapa orang yang gw cintai malah membenci gw.. " lirihnya dan tanpa ia sadari air mata nya juga jatuh membasahi pipi nya .


" ceritain ke gw xen.. biar lo tenang.. "


Xena menatap lekat wajah Nadia dan mulai menceritakan yang sudah ia alami selama ini.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2