
Pagi ini Xena bangun seperti biasa nya, hanya saja pekerjaan yang biasa ia lakukan sekarang tak lagi ia kerjakan. Pelayan mengatakan itu sudah perintah Tuan Muda nya.
" semalam diabpulang jam berapa ya.. " ucap Xena sambil berjalan menuju kamar.
Ia ingin membangun kan ben seperti biasa nya .
Ia berjalan ke ranjang dan melihat ben yang sedang terlelap dengan pulas seperti bayi lengkap dengan selimut nya.
Namun bukan membangun kan malah ia berjongkok di depan ben yang sedang tidur menatap wajah ben dengan rasa kagum .
" kenapa kau tampan sekali... hemmm.. andai saja kau adalah suami yang benar benar mencintai ku maka akan ku pastikan aku adalah wanita yang sangat bahagia... " ucap nya pelan..
" ya Tuhan... aku mencintai nya.. " Xena tersenyum sambil memangku wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
Ben yang merasa ada yang sedang berbicara merasa terusik dari tidur nya , ia membuka mata nya sedikit dan lama kelamaan terbuka lebar.
Xena terkejut dan cepat cepat ia berdiri
" sejak kapan kau disitu hah? " tanya ben
" baru saja tuan, maaf aku ingin membangun kan mu tuan.." Jawab Xena yang menunduk
"emm.. baiklah jam berapa ini "
" sudah jam 6.30 , apa anda mau mandi sekarang? jika iya, saya siap kan airnya sebentar.. "
" emm iya iya.. " ucap ben sambil memain kan tangan nya menyuruh pergi mengerjakan
Setelah Xena keluar dari kamar mandi, Ben pun langsung masuk lalu melaksanakan mandi Pagi nya. Xena membenahi kamar dan ranjang tidur ben dan menyiapkan pakaian kerja untuk ben.
Hanya pakaian dalam saja yang Xena tidak sediakan.
Xena turun sambil memegang baju kotor milik ben bekas semalam. Bau parfum yang sangat melekat Xena rasakan dari kemeja dan jas nya.
" Ternyata dia suka dengan parfum wanita.. hehe " ucap nya pelan.
__ADS_1
Ia mengira ben memakai parfum wanita, Xena sangat mengenal bau parfum ini karena sempat ia di hadiahi parfum MISS DIOR dari salah seorang keluarga pasien yang ia tangani. Bau nya sama dengan parfum mahal itu.
Ia tak tau jika parfum yang Ben dapati dari hasil pergulatan nya dengan Jennie.
Setelah semua nya beres Xena ke kamar dan mengambil tas, lalu ia berpamitan dengan bik Mar dan pelayan yang lain nya tuk berangkat kerja.
Ia lalu berjalan menuju gerbang dari mansion itu. Tapi langkah terhenti ketika ben menyuruh nya untuk masuk ke dalam mobil tersebut.
" Biar ku antar, nanti kau telat... "
" tidak usah Tuan, saya naik taksi saja.. " jawab Xena yang sebenarnya adalah basa basi nya ke ben, padahal ia memang ingin sekali semobil dengan laki laki itu
" aku tidak suka penolakan.. " tegas ben
tanpa fikir panjang lagi Xena masuk ke mobil sambil tersenyum..
" semalam kau pulang jam berapa Tuan " tanya Xena
" emm.. aku tak ingat... "
" oh... oh ya, semalam risa dan mama mengabariku, lusa mereka akan pulang.. "
" Belum ,mereka pulang karena ingin pulang memang, Risa rindu dengan kakak nya dia bilang " ucap Xena
" Ciihh gadis nakal, rindu tapi kamu yang dy kabari ... " ben kesal dan merasa iri dengan Xena
" semalam risa dan mama menghubungi mu juga tapi tidak bisa maka nya mengabari ku.. kau saja yang matikan ponsel mu Tuan.. " jawab Xena yang tak kalah kesal nya.
Ben ingat semalam ia bersama jennie dan dia memang mematikan ponsel nya sampai pagi tadi.
Mobil sudah berhenti tepat di depan RS, Xena bergegas ingin keluar dari mobil.
" jam berapa kamu pulang..? " tanya nya
" ehh.. kenapa? "
" jangan terlalu larut pulang, nanti kau sakit lagi dan itu sangat merepotkan ku.. " ucap ben
__ADS_1
" baiklah.. "
Xena lalu berjalan masuk ke RS dan mobil ben langsung melaju menuju kantornya.
****
Siang itu Xena di berikan tugas oleh dr. fajar pergi ke RS SSS untuk meeting dengan direksi RS SSS agar dapat bekerja sama dengan RS milik dr. fajar.
RS SSS termasuk RS yang lumayan besar. Pemilik nya adalah seorang dokter yang adalah keponakan dari dr. fajar, dia adalah dr. ana . Masih muda dan Cantik.
Direktur RS SSS merasa sangat puas dengan meeting kali ini dan segera mengajukan kontrak kerjasama dengan RS X.
Xena juga merasa sangat senang karena ia berhasil membantu dr. fajar tuk menyatukan 2 RS dari keluarga SUROJADI .
Ia pun berpamitan dengan dr. ana.
" jaga kesehatan, kita memang dokter tapi kita juga perlu menjaga kesehatan kita bukan hanya kita selalu menjaga kesehatan dari pasien kita saja.. " Ucap dr. ana ke Xena
" Terimakasih dok untuk nasehat nya.. "
" itu bukan nasehat tapi terlebih permintaan, agar tidur malam ku tak terganggu oleh suami mu.. kau tau waktu kau sakit, dia menelpon ku untuk datang ke rumah kalian, dan jika aku tak datang dia akan buat RS ku ini tutup.. " terangnya ke Xena yang masih bingung dan berpura pura paham.
" maafkan Ben dok.. dia memang seperti itu.. "
sambil tersenyum kikuk
" jangan bicara formal dengan ku, jika tidak urusan kerja panggil aku ana saja.. "
" mbak saja ya.. lebih menghargai dok " terang Xena
" iya iya baiklah Xena.. oh ya dia sangat kawatir ketika kamu sakit.. kalian memang serasi, .. "
Xena hanya tersenyum mendengar nya.. ia merasa mulai mendapatkan lampu hijau dari Ben. Harapan nya menjadi nyonya BEN ADAM CAKRAGUNA seutuh nya mungkin akan terwujud....
.
.
.
__ADS_1
.
.