The Young Agent

The Young Agent
Rencana


__ADS_3

Tiga hari berlalu. Meskipun keadaan Dern sudah membaik, hari ini tepatnya di hari minggu masih belum banyak kegiatan yang dapat dilakukan Dern. Jangankan untuk berpergian untuk keluar rumah saja sudah sangat sulit. Sungguh ia bosan akan hal itu.


Dern tidak bisa berpikir, mengapa ayahnya seperti sedang mengurungnya. Dern pikir ia adalah seorang agen yang tidak membutuhkan perlakuan yang sangat berlebihan ituitu.


Karena tidak tahan terus terusan didalam kamar dengan infus yang masih terpasang di tangannya. Dern mencari cara agar diperbolehkan keluar. Dern memutuskan pergi ke halaman depan untuk menghirup udara segar.


Disisi lain Anggun sedang menyusun rencana untuk mengambil kembali Dern dari Rico. Ia menyebarkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Dern.


Di mall


Leo sedang bersama Naila dan juga Della. Mereka sedang mencari perlengkapan sekolah. Setelah selesai mereka pun pergi ke sebuah kafe.


"Leo"


"Mm apa Del? "


"Gua mau nanya deh sama lo"


"Nanya apa? "


"Soal Dern"


"Kenapa emangnya,,, lo suka ya sama dia"


"Eh engga lah"


"Del del kalo gitu buat apa coba lo nanyain soal dia"sengat Naila


" Gini loh,,, kalian tu ngrasa ga sih kaya ada yang aneh gitu dari Dern "


"Aneh gimana maksud lo" tanya Leo


"Kalian liat kan waktu Dern pertama kali masuk ke kelas kita? "


"Iya terus" sahut Naila dan Leo bersamaan


"Dia kenapa ya kok sikapnya dingin banget, sama gurunya aja kaya gitu kaya songong gitu tapi dia ga pernah dapet teguran tuh"


"Hmmm emang sebenarnya q juga ngrasa aneh si, waktu Dern bilang mau ke kamar kecil dia kok kaya ada sesuatu yang disembunyiin gitu"


"Ah kalian so tau aja"


"Lah emang iya, emang lo ga ngrasa ya Nay"


".... "


"Yang Dern kecelakaan itu"


"HAH Dern kecelakaan, gimana bisa? "


"Loh jadi lo ga tau" Leo menjawab dengan gelengan kepala


".... " Naila masih ragu untuk menjawab pertanyaan Della


"Nay! "


"Hmm emang si agak aneh"


"aneh gimana si maksud lo Nay? "


"Jadi waktu itu Dern itu naik angkot dan turun di sebuah gang. Tapi waktu gua ama si Dela lagi mau pulang ke rumah, tiba tiba kita liat Dern kecelakaan. Kayaknya si dipepet ama mobil"


"Terus anehny dimana? "


"Yang aneh itu, waktu ada tiga orang yang tinggi besar dengan penampilan yang menyeramkan mendekati Dern"

__ADS_1


"Terus terus"


"Gua ama Della kira mereka bakal celakain Dern, tapi salah mereka malah ngasih kaya kotak hadiah ke Dern. Mereka juga bilang kalau Dern sedang ditunggu seseorang"


"Ya ampun,,, berarti Dern itu buronan penjahat" celetuk Leo


"Tapi kenapa ya dia kok Dingin banget orangnya"


"Gua juga heran tuh"


"Temen lo itu aneh" ucap Della


"Bodo amat,,, Emm kalian mau ga nemenin gua? "


"Kemana? "


"Jengukin Dern"


"Hah,,, ga ga gua ga mau, pokoknya gua ga mau"


"Ayolah Nay, cuma nemenin gua doang kok"


"Iya Nay emang lo ga kasihankasihan, liat sendiri kan gimana keadaannya waktu habis kecelakaan"


"Mmm gimana yah, emang si gua juga kasian ama Dern"


"Ya udah ayo temenin gua"


"Iya Nay lagian gua juga ikut kok"


Naila tampak masih ragu untuk ikut menjaga Dern


"Ya udah deh gua ikut, ntar naik taxi orderan gua aja ya"


"Iya siap" Jawab Leo semangat


"Bawa Buah aja udah cukup kok, ntar habis ini kita ke toko buah beli buah buat jenguk Dern"


Selesai makan di cafe mereka segera pergi ke toko buah untuk membeli buah dan membawanya saat menjenguk Dern.


Setelah membeli buah buahan untuk Dern, Leo Naila dan Della segera menuju taxi orderan mereka. Kemudian mereka segera menuju ke rumah Dern.


"Eh menurut kalian Dern suka ga ya kalau kita jengukin kayak gini apalagi ini belum bilang sama dia"


"Ga papa kali lagian kan kita juga kan niatnya baik pengin jengukin Dern"


"Gua ga peduli, pokoknya gua lagi khawatir sama Dern, kalau dia ga sekolah lagi gimana?"


"Lah emang kenapa,,, Leo kalaupun ga bakal masuk sekolah gua juga justru malah bahagia banget"


"Aelah Nay lo kejem banget si, dia tukan temen gua temen lo juga"


"Ye gua ga pernah tuh anggep dia jadi temen gua, lagian emang dia nganggep kita temen?"


"Udah udah jangan berantem mulu napa, kita udah ada di area perumahan yang Dern tempati"sela Della yang sudah tidak tahan mendengarkan kedua temannya itu terus terusan berdebat


Setelah 12 menit berlalu, mereka sampai di depan rumah Dern. mereka turun dari taxi dan hendak mendekat ke gerbang yang sudah sedikit terbuka di sisi kirinya.


" Gila ni anak diem diem kaya juga ya, ga nyangka gua kalo temen gua orang kaya"


"Rumah kaya istana, besar banget kaga nyangka gua kalo dia itu orang kaya"


"Malu maluin banget si kalian kaya ga pernah liat rumah mewah aja"


"Maklum Nay kita kan bukan orang yang berada"

__ADS_1


"Iya Nay lo juga kan" ucap Leo


"Diem lo,,, mendingan sekarang kita masuk"


"Ya udah ayo"


Ketika mereka sudah masuk melewati gerbang ada seorang penjaga yang menghadang mereka.


"Tunggu,,, siapa kalian"


"Eh Mm om kita temen Dern kita mau jengukin Dern"


"Jangan bohong kalian, pasti kalian itu cuma ngaku ngaku jadi temennya tuan muda padahal kalian itu penjahat yang mau mencelakai tuan muda,, ngaku kalian?!"


"Tuan muda? siapa si tuan muda?" gumam Leo


"Hust tuan muda itu Dern " bisik Della


"Ooh Dern"


"Om biarin kita masuk ya, kita ini beneran temen Dern saya juga sebangku sama Dern. Ya om ya please"sambung Leo


"Ga bisa kecuali kalian ada janji, baru saya ijinkan kalian masuk" ucap penjaga


Kemudian ada seorang penjaga lain yang menghampiri mereka.


"Biarkan mereka masuk"


"Tapiiii... "


"Biarkan saja, biar saya yang menanggung akibatnya"


"Ya baiklah, silahkan kalian masuk"


"Mari saya antar"


Saat sudah sampai di ruang tamu, mereka di persilahkan duduk. Penjaga kemudian menuju ke kamar Dern untuk memberi kabar tentang kedatangan teman temannya itu.


Disisi lain Dern masih kesal karena usahanya untuk keluar kamar tidak berhasil. Itu karena penjagaan ketat yang memang diperintahkan oleh ayahnya. Ia hanya bisa menggerutu terus menerus. Tidak seperti biasanya kali ini Dern tidak bisa mengancam para penjaga untuk melancarkan aksi kaburnya.


"Aduuh gimana caranya supaya bisa lolos dari penjagaan ini"


"Udah tiga hari"


"Tiga hari coba, aku dikurung kaya tawanan kaya gini"


"Lagian kan aku udah ga tahan terus terusan di dalam kamar"


"Mana penjaga ga bisa di ajak kompromi"


"Huh nasib jadi anak agen"


"Apa apa penjagaan, apa apa penjagaan"


Tidak lama kemudian penjaga masuk dan memberikan kabar mengenai kedatangan teman temannya.


"Saya mau masuk"


"Ada apa memangnya"jawab salah satu penjaga


"Kalau kamu memang mau masuk tolong hati hati, karena tuan muda sedang berencana untuk kabur. Kau tau kan apa yang akan terjadi kalau bos tau"


"Iya saya juga tau itu, saya masuk karena di depan ada teman teman tuan muda Dern yang sedang menunggu"


Penjaga masuk dan memberitahu kabar mengenai kedatangan teman-temannya Dern.

__ADS_1


*) Jangan lupa like and coment ya. Terimakasih


__ADS_2