The Young Agent

The Young Agent
Kekejaman Anggun


__ADS_3

Hari sudah gelap. Anggun tampak gelisah menunggu anak buahnya kembali dengan membawa apa yang ia harapkan.


"Kemana mereka?! apa mereka tidak tahu aku sudah menunggu lama! "


tok.. tok... tok....


"Itu pasti mereka,, masuklah kalian"


"Bos"


"Jadi,,, bagaimana tugas kalian apa sudah beres"


"Ma ma maaf bos,, kami... gagal"


"DASAR BODOH,, kalian memang tidak bisa diandalkan"


"Maaf bos tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin"


"Iya bos,, bahkan tadi dia sempat terluka karena pisau yang menancap di lengan kanannya namun tetap saja dia bisa lari tanpa meninggalkan jejak sedikitpun"


"Apa kau bilang?!! Terluka?!!"


"Iya bos,, saya minta maaf. Saya tidak bermaksud melukainya tapi tadi saya terbawa emosi dan langsung melemparkan pisau kearahnya" jelas seorang penjaga dengan ketakutan dan tertunduk


Jleb.....


Sebilah pedang dihunuskan ke perut penjaga itu. Darah keluar dari lukanya juga dari mulutnya. Dua penjaga lainnya sangat tercengang. Bibir mereka menjadi pucat dan keringat dingin mengalir di dahi mereka. Ketakutan sangat mereka rasakan melihat bos mereka yang kejam bak wanita iblis.


"Inilah balasannya untukmu yang sudah berani melukainya. Satu tetes darahnya harus kau balas dengan kematianmu sendiri"


Brukkk...


Ia pun tumbang, namun Anggun hanya tersenyum miring.


"Kalian bawa jasadnya,, berikan pada anjing anjingku yang ada dikandang belakang. Mereka pasti sudah kelaparan"


Kedua penjaga hanya diam saling menatap. Bagaimana bisa mereka tega menjadikan salah satu temannya yang juga manusia, mereka berikan untuk makanan anjing peliharaan bosnya.


"Hey!! tunggu apa lagi?! hah! apa kalian juga ingin seperti dia"


"Eh ba baik bos"


"Kami bawa dia,, permisi bos"


"Iya pergilah kalian! aku muak melihat kalian terus terusan ada dihadapanku"


Mereka pergi sambil memapah temannya sudah tak bernyawa.

__ADS_1


"Punya anak buah ngga berguna semua"


"Dern,,, kau memang pangeran mamah yang sangat luar biasa. Karna itulah mamah tidak akan membiarkan kau bersama ayahmu yang lemah itu. Kau akan menjadi penerus mamah"


"Tunggulah Dern, mamah akan membawamu bersama mamah"


"Sedangkan ayahmu akan mati di tangan mamah. Hahahahha"


Sedangkan Refan yang tadinya berniat untuk pulang, bertemu dengan rekan rekannya yaitu anggota Tiger Black.


"Tunggu kalian"


"Ada ada apa kau menghentikan kami Refan?" tanya salah satu penjaga masih dalam kondisi ketakutan


"Kenapa dengan teman kalian? dan kenapa dengan kalian? seperti sedangkan ketakutan" tanya Refan heran


"Teman kami sudah mati ditusuk pedang oleh bos besar"


"Iya, dan tentu kami ketakutan karena hal itu"


"Apa alasan bos besar membunuhnya? "


"Bos menyuruh kami untuk menangkap seorang anak tanpa melukainya sedikitpun. Tapi dia itu sungguh cerdik sehingga bisa lari dari jebakan kami, teman kami tidak sengaja melemparkan pisau kearahnya karena terbawa emosi. Pisau itu menancap di lengan kanannya. Kemungkinan anak itu terluka parah."


"Untuk kesalahannya, bos membunuhnya untuk membayar tetesan darah anak itu"


"Siapa nama anak itu? " tanya Refan


"Apah?! Dern?! "


'Ada apa ini, kenapa bos justru ingin menangkap Dern. Dia juga tidak membiarkan Dern terluka sedikitpun. Kenapa bos sangat perduli dengan Dern? Apa sebenarnya hubungan di antara mereka? '


"Kalau begitu kami pergi dulu"


"Memang mau kemana kalian? "


"Bos menyuruh kami memberikan jasad teman kami ini ke anjing peliharaannya"


"Baiklah silahkan"


Refan kembali melanjutkan langkahnya. Tapi dia masih bingung dengan bosnya itu.


'Kenapa bos Anggun yang sangat kejam bisa sangat perduli pada Dern? Apa sebenarnya yang diinginkannya? Dia ingin menangkap Dern tapi tidak ingin melukainya? Apa iya Dern adalah anaknya? Tapi bukankah bos belum punya anak? Jangankan punya anak menikah saja belum kan? Aku harus mencari tau lebih jauh tentang Dern'


Di rumahnya Naila baru sampai dirumahnya setelah diantar oleh beberapa penjaga rumah Dern.


"Naila kamu dari mana saja sih? ibu khawatir tau? "

__ADS_1


"Iya bapak juga tanya keteman kamu katanya kamu lg pergi sama Leo dan Della"


"Maaf pak bu, tadi Naila dari rumah Dern"


"Loh, memang kamu ngapain ke rumah Dern"


"Jadi gini pak, sebenarnya tadi Naila sama Leo dan Della itu lagi main di danau. Nah waktu kita mau pulang kita lihat anak laki laki pake jas dikejar kejar tiga orang badan kekar baju hitam. Kayaknya dia itu terluka. Tiba tiba dia nyemplung ke danau. Karena Naila penasaran, kita tunggu mereka pulang buat lihat keadaan anak laki laki yang mereka kejar. Terus waktu ke pinggir danau, dia keluar dari air. Ternyata dia memang Dern" Sarakan tampak serius mendengarkan cerita Naila


"Dern terluka parah pak bu. Ada pisau yang nancap di lengannya. Tangannya juga berdarah kena pecahan kaca. Kakinya juga terkilir. Jadi kita bawa Dern ke bawah pohon karena Dern ngga mau pulang ataupun kerumah sakit. Ngga lama habis itu ada Om Eric yang datang mau jemput Dern. Tapi Dern nolak, waktu Dern mau berbalik eh dia malah pingsan. Tadinya kita ngga boleh ikut kerumah Dern, jadi kita kerumah Dern nya pakek taxi tanpa sepengetahuan Om Eric"


"...... "


"Iiih bapak sama ibu kok ngga jawab apa apa" ujar Naila kesal


"Lah emang bapak harus jawab apa? udah lanjutin aja, ini bapak juga lagi nyimak kok"


"Yaudah Naila lanjutin. Waktu itu Om Rico pulang sama tante Sherly, dokter yang biasa ngerawat Dern. Waktu tante Sherly mau bersihin lukanya Dern yang kena pecahan kaca dan mau jahit lengan Dern, dia bilang ngga bawa obat bius jadi Om Rico nyuruh ngga usah pakek obat bius. Takutnya kelamaan, dan nanti lukanya malah tambah parah"


"Serius Nai,,, ngga pakai obat bius? sakit banget donk? "


"Iya bu, Naila yang liat aja ngeri. Kasihan si Dern sampai teriak teriak gitu. Bahkan sampai lemes pucet keringetan, karena darahnya banyak keluar"


"Kasihan banget yah, pak? "


"Iyah kasihan"


"Tapi Naila bingung deh. Kalo menurut Naila Dern itu aneh. Masa ia anak seumuran dia punya skill yang hebat kek gitu. Bisa ngelawan penjahat. Atau jangan jangan dia itu.... "


"Udah ngga usah mikir macem macem, mending kamu bersih bersih sana"


"Iya deh Naila bakal bersih bersih, tapi Naila mau tanya sesuatu sama bapak dulu"


"Mau tanya apa? "


"Sebenarnya Dern itu punya masalah apa sih di masa lalunya. Please pak kasih tau Naila"


"Ya bapak ngga tau lah, kan bapak bukan keluarganya"


"Tapikan bapak pernah kerja sama Om Rico kan? ayolah pak kasih tau sama Naila"


"Udah sana mandi, bapak itu ngga tau apa apa"


"Yaudah kalo memang bapak ngga mau kasih tau sama Naila. Naila bakal cari tau sendiri" pergi meninggalkan Sarakan


"Pak gimana kalo anak kita sampai kenapa napa? "


"Ngga akan bu, percaya deh. Selama Naila bersama sama tuan muda Dern dia ngga akan kenapa napa"

__ADS_1


"Yaudah deh ibu percaya"


Ternyata Naila mendengar itu, dan membuatnya semakin penasaran.


__ADS_2