
Dern terus memperhatikan keadaan sekitar. Hal yang mengejutkan dilihat kembali oleh Dern. Saat sedang melihat kedepan Dern tidak sengaja melihat tangan sopir taxi yang ia naiki. Begitu mengejutkan setelah Dern melihat ada tato di lengan tangannya yang bermotif kepala harimau dan ada pula tulisan 'BT' yang artinya adalah Black Tiger. Dern semakin gelisah, namun ia tidak menampakkannya agar anggota Black Tiger itu tak curiga.
'Gawat ternyata ini jebakan. Gimana nih, kalo aku minta turun pasti dia ngga diizinin' Dern merogoh kantong dalam jas
'Loh pistolku?! pistolku mana?! aduh pistolku kan tertinggal di markas. Bisa bisanya aku ceroboh kayak gini'
'Oh iya ini kan jalan yang bakal ngelewatin danau itu. Aku tau apa yang harus aku lakukan. Kalian pikir semudah itu menangkap ku'
Dern berpura pura kepanasan, kemudian membuka dasinya yang cukup panjang. Tanpa basa basi lagi, Dern melingkarkan dasinya ke leher sopir taxi tersebut dan mengikatnya ke bangku. Alhasil mobil tak terkendali. Dalam situasi itu Dern memanfaatkannya untuk kabur.
Namun saat akan keluar, pintu mobil sudah terkunci. Karena geram Dern memukul kaca mobil disampingnya hingga pecah dan melukai tangannya sampai berdarah. Dern melompat keluar dan berhasil lolos.
Akan tetapi, Dern belum lolos sepenuhnya. Mobil hitam yang sedari tadi mengikutinya pun ikut berhenti. Dari dalamnya, keluar tiga orang berbadan kekar dengan baju serba hitam. Mereka tidak lain adalah anggota Black Tiger juga. Melihat itu Dern langsung mencoba berlari, walaupun kakinya sedang terkilir akibat melompat keluar mobil.
Anggota Black Tiger itupun langsung mengikutinya. Salah satu dari mereka bahkan melemparkan pisau semacam pisau buah kearah Dern.
Jebb.. pisau itu menancap di lengan atas tangan kanan Dern
"Agh... aduh" rintih Dern tak menghiraukan lukanya.
"Ayo Dern, kamu harus sampai di danau"
Dern terus berlari dengan tangan kiri yang memegang lengan atas tangan kanannya. Darahnya tidak berhenti mengalir, namun Dern tidak memperdulikannya. Hingga sampai di tepi danau.
Leo dan teman-temannya yang hendak pulang, terhenti saat melihat Dern yang jauh dari posisi mereka saat itu.
"Yuk kita pulang, udah sore nih" ajak Leo
"Ayok" jawab Naila dan Della serempak
"Tunggu dulu"
"Apaan si Leo, ngga jelas banget deh. Tadi ngajak pulang sekarang suruh berhenti. Gimana sih?! " ketus Naila kesal
"Lihat itu" menunjuk ke arah Dern
"Eh kenapa tu orang kok kaya kesakitan gitu" ucap Della
"Iya, tapi kok aku kaya kenal yah"
"Ah Leo, semua orang dibilang kenal"
"Ih Nai gua serius, gua kok kaya sering liat gitu yah. Oh iya,,, itu,,, itu,,, itu Dern kan?! "
"Apaan sih lo, ngapain coba Dern kesini. Kan Dern lagi ada urusan sama papahnya"
"Udah kalo pengin tau mending kita samperin" celetuk Naila
__ADS_1
"Yaudah ayok" jawab Leo
"Eh tunggu deh"
"Apaan lagi si Nai? "
"Tuh liat" ucap Naila menunjuk tiga anggota Black Tiger
"Kayaknya mereka yang ngejar ngejar orang itu deh" sambungnya
"Iya yah... Yaudah kita samperinnya kalo mereka udah pergi aja" usul Della
"Yaudah kita tungguin"
"Aah! sial kita gagal lagi! kehilangan jejak lagi!"
"Iya, gimana nanti bilangnya sama bos besar"
"Lo juga ngapain pake ngelempar pisau ke arah tu anak. Kalo bos besar tau, mungkin dia bakal ngelempar samurai ke elo"
"Ya maaf, gua reflek tadi. Iih amit amit deh, jangan sampai gua mati konyol di tangan bos besar"
"Tunggu apa jangan jangan dia nyemplung ke danau ini? " lalu mendekat
Sedangkan didalam air, Dern sedang berusaha agar tidak muncul kepermukaan.
Saat salah satu anggota mereka sudah hampir mendekat, ada temannya yang justru menghentikan.
"Udah,,, ngga mungkin dia nyemplung selama ini"
"Iya lagian kan tadi dia terluka, kalaupun dia nyemplung pasti darahnya keliatan kan? "
"Iya juga sih, yaudah kita pulang aja sekarang dan lapor ke bos besar"
Mereka pun pergi. Setelah kepergian mereka, Leo, Naila dan Della mendekat ke arah danau yang didalamnya ada Dern.
"Eh mana tuh orang, masa bisa tahan lama banget sih didalam airnya"
"Iya Nai, kok ngga keluar keluar yah. Padahal tadi kan jelas jelas dia nyemplung disini"
"Atau jangan jangan.... jangan jangan,,, dia mati di dalam danau ini, terus nanti danau ini jadi angker deh. Iih serem" celetuk Leo
"Lo tu yang serem.. Apa kita susul dia nyemplung" usul Naila
Tiba tiba...
Blubuk.... blubuk.... gelembung air muncul dipermukaan. Dan kemudian disusul oleh Dern, dengan nafas tersengal sengal.
__ADS_1
"Huh,, huh,, huh,, "
"Aaaaaaaaaahhhhhhhh" teriak Della dan Leo bersamaan
"Diaaaaaammmmmm" teriak Naila membungkam mulut mereka
"Kalian ini gimana sih? bukannya ditolongin juga" sambung Naila kesal
Namun saat itu Dern sudah ada di daratan. Dengan posisi duduk dan tertunduk. Leo, Naila dan Della mendekatinya.
"Lo siapa? kenapa lo di kejar kejar sama mereka? "
"Bukan urusan kalian" Dern mengalihkan pandangannya menatap Leo Naila dan Della
"Dern?!! loh kok bisa sih?! lo,, lo,, lo,, lo kok bisa sih ada disini?! "
"Huh gua kira siapa, ternyata lo es batu"
"Nai jangan gitu donk, Dern lagi kena masalah nih"
"Iya Dell iya"
"Aargh,,, " rintih Dern memegang lengan kanannya
"Kenapa Dern? aduh gimana nih, gua anterin kerumah sakit yah? "
"Ngga usah.. Hiyah.... aah" Dern mencabut pisau yang menancap pada lengannya yang sudah dipenuhi darah
"Ya ampun Dern,, itu itu lo,, "
Dern membuka jasnya dan mengambil sarung tangan, kemudian merobeknya menjadi dua bagian. Teman temannya hanya bisa diam mematung. Dern mengikatnya di tangan dan lengan untuk mencegah pendarahan hebat. Kemudian Dern bangkit dari duduknya, diikuti temannya. Dern terlihat sangat marah.
"DASAR PENJAHAT RENDAHAN,,, AWAS KALIAN!!" teriak Dern sambil mengepalkan tangannya, menyebabkan darah kembali menetes karena pisau yang ada ditangannya.
Leo, Naila dan Della hanya menatap Dern prihatin.
Disisi lain, Eric memutuskan meninggalkan pertemuan untuk menyusul Dern setelah mendapat informasi dari penjaga bahwa Dern pergi sendiri.
"Rico,, jangan menyesal jika nanti sesuatu yang buruk terjadi pada Dern" ucap Eric lalu pergi menggunakan mobilnya.
Rico pun membubarkan pertemuan dan segera mencari Dern. Beruntung arah mereka sama yaitu, melewati danau. Jadi kemungkinan besar mereka akan menemukan Dern.
Berkali kali Eric mencoba menelfon Dern. Namun usahanya selalu berakhir sia sia karena selalu nada tidak aktif yang terdengar.
Sedangkan saat ini, Dern masih dalam keadaan lemah. Dipinggir danau dan dibawah pohon rindang bersama teman temannya Dern memulihkan tenaganya. Wajah tampannya, kini berubah menjadi wajah pucat pasi. Hal itu tentu saja membuat Leo khawatir.
"Dern,,, lo ngga papa? nih minum? " tanya Della kemudian menyodorkan botol minumnya
__ADS_1
"Ngga,,, makasih" ucap Dern sembari menerima botol yang Della berikan