
Saat sedang termenung tiba tiba ada yang melemparkan sebuah botol kaca dan nyaris mengenai Dern. Botol itu pecar,sedangkan Dern terkejut dan saat ia mencari pelakunya ia melihat ada sosok misterius yang pergi dengan menaiki sepeda motor.
Saat berusaha mengejarnya, Dern merasa kepalanya sangat pusing dan badannya terasa lemas. Dern memutuskan untuk kembali ke tempat semula ia berada, dengan jalan sempoyongan.
Dern melihat ada kertas dalam botol yang sudah pecah itu. Dern mengambil dan membaca isinya.
Dalam surat tersebut tertulis
Hakku akan ku ambil bagaimanapun caranya
Tak lama kemudian Eric datang dengan mobil untuk menjemput Dern. Eric sangat panik melihat Dern yang seperti sedang merasakan sakit dikepalanya. Eric pun segera menghampiri Dern. Melihat Eric mendekat padanya, Dern langsung memasukkan surat kaleng yang ia dapat kedalam saku celananya.
Saat menanyakan keadaan Dern, Eric melihat ada botol minuman yang letaknya tidak jauh dari Dern. Tanpa pikir panjang Eric langsung memapah Dern kedalam mobil dan segera membawanya pulang. Eric takut kalau ternyata botol pecah tadilah yang membuat kepala Dern sakit.
Saat didalam mobil Eric terus menanyakan keadaan Dern.
"Dern kamu ga papa? "
"Apa kita kerumah sakit aja? "
"Agh aaahhhh,,, ga ga usah om kita pulang aja"jawab Dern sambil memegang kepalanya
"Tapi Dern kamu kesakitan gitu, kita kerumah sakit sekarang ya nanti om kabarin papah kamu"
"Ga om, agh Dern dirawat medis agen aja"
"Aduuuh, ya udah tapi kamu tahan yah" Dern mengangguk
°Rumah Dern°
Eric membantu Dern, memapahnya memasuki rumah. Eric juga memanggil beberapa penjaga untuk membantunya.
Saat akan memasuki rumah, tiba tiba Dern pingsan. Mereka pun langsung membopong Dern dan segera membawanya kedalam kamar untuk segera mendapatkan perawatan dari ahli medis para agen.
°Kamar Dern°
Penjaga yang membantu membawa Dern kekamar keluar, tapi tidak dengan Eric yang menemani Dern.
Sherly mulai memasangkan infus pada Dern. Saat sedang melakukan pemeriksaan, tiba tiba Dern mengalami demam tinggi disertai kejang kejang. Sherly kemudian menyuntikkan sebuah cairan dan seketika kejang kejang Dern berhenti walaupun demamnya belum bisa diredakan. Karena panik, Eric menghubungi Rico untuk memberitahukan kondisi Dern lewat telfon.
Rico yang sedang dikantor, langsung bergegas pulang karena khawatir dengan Dern. Setibanya di rumah, Rico langsung menanyakan keadaan terkini dari Dern. Rico tidak hanya memberi tau kalau saat tiba di sekolah Dern, ia melihat Dern yang sedang kesakitan dan ia juga melihat ada botol pecah didekat Dern.
Rico masuk kedalam kamar Dern untuk mengecek keadaan Dern. Setelah itu Rico bersama Eric pergi ke ruang pengawasan, dimana ruang itu sudah tersedia alat yang terhubung dengan alat yang digunakan oleh Dern termasuk kamera di kancing baju Dern.
Namun saat mereka mengecek, ternyata tidak ada petunjuk sedikitpun. Mereka hanya terhubung saat Dern berada di dalam sekolah. Tak lama kemudian ada seorang penjaga yang memberitahu bahwa Dern sudah siuman.
Mendengar kabar itu Rico dan Eric menuju ke kamar Dern.
"Dern bagaimana keadanmu? "tanya Rico pada Dern
" Dernn maafin om ya karna om ga bisa jaga kamu, andai saja tadi om lebih cepat datang mungkin kamu tidak akan sampai seperti ini lagi"Eric meminta maaf
"Engga kok om ini bukan salah om, tadiii tadiii cuma cumaa.. “
" Tadi ada apa Dern? "tanya Rico penasaran
" Eh eng engga kok pah, ga ada apa apa"
"Terus kenapa kamu bisa kaya gini? "
__ADS_1
"Engga pah tadi Dern hanya pusing sedikit, papah ga usah khawatir"
"Beneran? kamu ga bohong kan? "
Dern menggelengkan kepalanya
Malam tiba semua sedang beristirahat, begitu juga dengan Rico yang sedang tertidur di kamarnya. Namun malam itu Dern susah untuk tidur, pikirannya kacau memikirkan orang misterius yang tadi hampir mencelakainya.
Siapa sebenarnya orang misterius tadi kenapa dia melemparkan botol padaku? tapi setelah ku ingat kembali mungkin dia sengaja tidak mengarahkan botol itu tepat padaku. Hm apa aku harus bilang ke papah?. Baiklah mungkin sekarang aku harus tidur agar aku bisa sekolah besok, tidak perlu memikirkan hal yang aneh aneh.
Akhirnya Dern pun tertidur.
Keesokan harinya di meja makan, Rico menanyakan kejadian pada Dern.
"Dern, papah mau nanya sama kamu dan kamu juga harus jawab jujur pertanyaan papah"
"Mm mm mm ap apa pah? "
"Kenapa kemarin kamu bisa gagal menjalankan tugas dan bahkan kamu kembali dengan keadaan yang tidak baik"
"Mm ituuu itu karena... "
"KARNA APA?! "
"Hah papah ga perlu marah, disini kan Dern yang jadi korban"
"Fiuh maafkan papah Dern, papah terbawa emosi. Hm sekarang ceritakan semuanya"
"Jadi pah mengenai kejadian kemarin, saat Dern sedang menunggu om Eric menjemputku tiba tiba ada sebuah botol kaca yang sengaja dilempar kearah Dern dan hampir saja mengenai Dern. Dern mencoba untuk mencari pelakunya dan Dern melihat sosok misterius. Sebenarnya Dern pun ingin mengejarnya tapi tiba tiba kepala Dern mendadak pusing dan Dern kehilangan jejak orang itu. Akan tetapi ternyata ada surat kaleng dalam botol itu yang isinya adalah hak ku akan ku ambil bagaimanapun caranya. Tidak lama kemudian om Eric datang dan membawaku pulang"jelas Dern
Mendengar penjelasan Dern Rico terdiam.
"Hm,, lalu bagaimana dengan kegagalanmu menjalankan tugas, haah? "
"Mm i itu itu karenaaa..... mm"
"Hahahaha pangeran papah ini memang lucu?"
"Luucu?maksud papah apa? "
"Maaf Dern, sebenarnya papah sudah tau semuanya kamu lupa ya tentang kamera di kancing bajumu"
"Ja jadi pap papah sudah tau kalo... "
"Iya,, papah tau kalo kamu gagal tugas karena cewek cewek cantik itu kan. Hahahaha pangeran papah sekarang ini ternyata juga jadi idaman wanita yah? "
"Papaaaahh"Dern tersipu malu dengan ucapan Rico
" Sudah sudah, lebih baik sekarang kamu berangkat nanti telat lagi"
Dern berangkat sekolah dan seperti biasa menggunakan peralatannya sebagai agen. Namun kali ini peralatan yang Dern gunakan tidak selengkap kemarin,dan itu adalah keinginan dari Dern sendiri. Dern terlihat masih memikirkan kejadian kemarin. Tidak butuh waktu yang lama Dern pun sampai disekolahnya, ia pun segera menuju ke kelas karena literasi akan segera dimulai.
°Ruang Kelas°
Semua murid sedang melaksanakan kegiatan literasi. Tidak lupa ada Lisa, Sely dan Angel yang terus memperhatikan ketampanan Dern.
Saat tiba di mejanya.
"Hai Dern, itu ada yang kasih hadiah ke lo"
__ADS_1
"Dari siapa? "
"Ga tau juga gua, soalnya dari gua berangkat udah ada disini"jelas Leo
" Apa dari orang yang tidak suka denganku? "
"Hah? maksud lo si Beno ga mungkin dia orangnya, dia itu selalu datang setelah gua ada disini"
"Terus siapa "
"Mungkin dari penggemar lo kali, hahaha"
"Lucu banget" Dern tidak terpengaruh sedikitpun dengan rayuan Leo
"Aelah lu tu dingin amat si jadi orang, ga asik ah. Kalo lu kaya gini gua ga mau jadi temen lu lagi"
"Ya udah, aku kan juga ga maksa kamu buat jadi temen aku"
"Ah lu mah, orang gua bercanda lu malah anggep serius"
Dern duduk, lalu mengambil kotak yang dikira sebagai hadiah dan membukanya. Saat ingin membuka kotak itu, Angel datang pada Dern dan kembali merayunya.
"Hallo Dern ku sayang, itu apa hadiah buat aku ya"
"Bukan" jawab Dern dengan ketus
"La terus buat siapa"
Lisa pun datang dan langsung menyahut
"Pasti buat aku kan? "
"Eh kalian PeDe amat si, orang si Dern aja ga tau ini kotak apa malah kalian ribut ribut. Ini kotaknya lagi mau dibuka sama Dern"
Dern membuka kotak itu dan...
"HAAH!! "Dern terkejut dan mendorong kotak itu
" Eh ada apa Dern "tanya Leo
Dern mengambil kotak itu dan mengambil satu persatu barang yang ada didalamnya. Semua yang ada dalam kelas tersebut menujukan pandangannya ke satu arah yaitu Dern. Mereka heran juga sedikit ketakutan dengan barang yang Dern dapatkan dari kitak itu. Begitu juga dengan Angel dan Lisa sehingga membuat mereka memilih untuk kembali ketempat duduk masing-masing.
Dern ternyata mendapat kotak teror yang berisi topeng serigala berwarna kuning keemasan yang berlumuran darah. Selain itu terdapat sebuah pistol yang juga berlumuran darah serta topi bertuliskan Dern di salah satu sisinya.
Ketika Dern memperhatikan satu persatu barang yang ia keluarkan tidak sengaja ia melihat ada sepucuk surat yang terselip di topeng serigala itu.
Surat itu bertuliskan
Ingatlah tempatmu bukan disitu. Tetap tenang dan kamu akan kembali ketempatmu yang seharusnya.
Dan dipojok kanan bawah ada stempel gambar kepala elang.
Tadinya Dern berpikir kalau itu dari komplotan penjahat yang sedang menjadi misinya, tapi pikiran itu buyar saat Dern melihat stempel kepala elang tersebut.
"Dern itu sebenarnya dari siapa si kok serem banget isinya? "
"Ga tau" jawab Dern singkat sambil memasukkan barang itu kembali ke kotak kemudian memasukkannya kedalam tas
Pulang sekolah, kali ini Dern pulang dengan motornya karena merasa kalau kondisinya sudah hampir pulih.
__ADS_1
*) Jangan lupa like and coment ya. Terima kasih.