
Keesokan harinya Dern berangkat sekolah, hanya saja kali ini Dern menggunakan motornya jadi ia tidak diantar.
Saat keluar komplek perumahannya Dern melihat ada seorang ibu yang terjatuh di trotoar karena kakinya tersandung. Melihat kejadian itu Dern langsung menepi dan menolong ibu tersebut. Walaupun terlihat dingin dan tidak perduli dengan keadaan sekitar, tapi sesungguhnya Dern memiliki hati yang lembut.
"Tante, tante gapapa? "
"Ga kok nak,ini palingan cuma lecet dikit"
"Ooh ini, bentar dulu" Dern mengambil sebuah sapu tangan yang ada didalam saku jaket Dern dan mengikatnya di luka ibu tersebut
"Makasih ya kamu memang anak yang baik"
"Iya sama sama te. Oya tante mau kemana? "
"Tante cuma mau ke seberang sana kok"
"Oh ya udah biar saya bantu" Dern membantu ibu itu berdiri,dan merangkulnya
Setelah Dern selesai membantu ibu itu, Dern bergegas pergi ke sekolah. Sepeninggalnya Dern dari tempat itu, ada hal yang mengejutkan dari ibu yang sudah ditolong Dern.
Tiba tiba saja ia mencopot wig yang ia pakai juga kacamatanya. Ia tersenyum licik dan mengatakan
"Tunggu saja sampai waktu itu tiba, Dern"
Sampai disekolah, sebelumnya Dern sudah menaruh motor juga alat penyamarannya di ruko biasa. Dern bergegas ke ruang kelasnya. Sampai diruang kelasnya, Dern segera menuju ke tempat duduknya. Saat sedang berjalan tiba tiba ada yang menabrak Dern dari samping depan dengan gadis yang sedang membawa minuman dingin. Dan minuman dingin itu pun tumpah di kemeja Dern.
"Hati hati dong kalo jalan, ga liat apa gua bawa minuman nah sekarang tumpah kan jadinya" tak ada respon dari Dern
"Eh punya mulut ga si, minta maaf kek"
"Maaf. Puas? "Dern menjawab dengan nada datar
" Lo tu ya, ga bisa apa baik dikiiit aja. Dingin banget jadi cowok. Udah kaya es tau gak"
"Eh kamu pikir siapa yang salah? kamu yang tiba tiba nabrak aku dan kamu juga yang bawa minuman sampe tumpah dan mbasahin kemeja aku. Harusnya kamu yang minta maaf, tapi aku masih ngalah sama kamu dan aku yang minta maaf. Terus sekarang kamu maunya apa? jawab! Naila jangan kira aku diem karna aku mau diperlakukan seperti ini, tapi aku diem karna kamu itu perempuan dan bagiku perempuan itu harus dihormati dan dihargai. Sekarang terserah kamu maunya apa"Dern rupanya sedikit tersulut emosi membuat perkataannya seperti belati.
Dern kembali menuju ketempat duduknya sambil mengusap kemejanya yang basah terkena minuman dingin. Naila pun kembali ke tempat duduknya sambil menahan air matanya agar tidak jatuh. Selama ini belum pernah ada yang berani menantang ataupun melawan Naila, dan ini adalah kali pertama ada yang berani melawan Naila.
" Dern lo berani amat ama tu cewek, lo tau ga?"
"Gak"
"Ih dengerin dulu napa, si Naila itu cewek yang paling garang kaya singa pokoknya. Nah gua baru pertama kali liat tu cewek ga berkutik dan itu semua adalah ulah lo. Gua ga nyangka, lo diem diem tapi kalo ngomong langsung nylekit dihati"
"Oh gitu"
"Cuma gitu doang tanggapan lo"
"Terus aku harus ngapain? "
"Iya deh iya"
__ADS_1
Kegiatan pembelajaran pun berlangsung. Hari itu adalah hari yang sangat mengejutkan. Seorang Naila tak berkutik saat dihadapkan dengan Dern yang menurut mereka dia hanyalah siswa baru yang pendiam dan sikapnya sedingin es.
Bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid berhamburan keluar sekolah untuk kembali kerumah masing masing. Ada yang dijemput menggunakan motor, ada yang menaiki bus ada juga yang menaiki angkot. Dern memilih untuk menaiki angkot agar cepat sampai di gang dimana motornya disimpan. Sayangnya pilihannya kali ini salah, didalam angkot tersebut ada Naila yang pagi tadi bertengkar dengannya.
"Nay liat tuh, siapa yang datang"
"Siap,,, Dern?! "gumam Naila
Dern yang masuk tidak menggubris omongan Naila. Bahkan ketika Naila menyinggung hatinya.
"Orangnya si sok tapi nyatanya pulang juga naik angkot"
"Nai udahlah jangan cari masalah disini" kata Dela teman Naila mengingatkan
"Biarin aja"
Dern tetap diam dengan perkataan Naila.
"Hey es batu lo tuh emang es batu ya? , hati lo juga kali ya"
"Eh lo, denger ga sih gua ngomong"
Naila akhirnya diam karena Dern tidak menggubrisnya sama sekali.
"Nai, kali ini lo yang bayarin gua ya" kata Dela
"Loh kok gua si, gua pikir lo yang bakal bayarin gua orang duit gua juga udah abis"
"Yah gimana donk gua juga ga punya uang lagi, tadi kan udah buat jajan"
"Stop pak"
"Loh rumahnya emang disini ya, bukannya di perumahan. mencurigakan banget deh" bisik Naila pada temannya
Dern turun dan memberikan uang 100.000 pada sopir angkot tersebut.
"Loh ini kebanyakan dek"
"Kembaliannya buat yang gak bisa bayar"Dern pergi menuju persembunyian motornya
Disisi lain Naila dan temannya yang mendengar perkataan Dern jadi malu, karna tadi sudah mengejek Dern tapi sekarang mereka sendiri yang terkena ejekan.
Disebuah jalan yang sepi, Dern dengan motornya sedang dipepet oleh sebuah mobil hitam. Mobil itu terus memepet motor Dern dan akhirnya,,..
BRUKK!!
Dern terjatuh bersama motornya. Dern terus berguling karena memang permukaan tanah yang tidak rata dan tubuh Dern juga menabrak sebuah pohon
" Agh,,, ssss siapa itu, kenapa ia ingin mencelakaiku.. uhg uhg.... "Dern mencoba berdiri namun sulit karena kakinya juga terluka dan sambil mencopot helmnya
Tidak jauh dari lokasi Dern kecelakaan, Naila dan temannya turun dari angkot dan hendak berjalan sampai rumah.
__ADS_1
" Eh Nay"
"Emm? "
"Ternyata si Dern itu baik juga ya, kalau aja tadi ga ada dia pasti kita dalam masalah"Naila terus diam
" Nai! lo kok diem aja, denger ga sih gua ngomong "
"Iya iya gua denger kok, ga usah pake teriak kali"
Tiba tiba Dela melihat Dern
"Eh Nay, itu siapa ya tolongin nyok"
"Eh iya, ayo. Eh tunggu dulu deh"
"Apaan lagi? "
"Tuh liat"
Ada tiga orang yang keluar dari mobil yang menyerempet Dern, mereka kemudian mendekati Dern. Mereka menggunakan jaket hitam juga kacamata hitam, semua serba hitam. Naila dan Dela memutuskan untuk memperhatikan dari kejauhan.
Tiga orang tersebut berdiri tepat di depan Dern. Salah satu meletakkan sebuah kotak berukuran sedang. Mereka juga berkata
"Dern Ernest, kau tidak perlu khawatir"
"Kau tidak akan mati ditangan kami"
"Jika sampai hal itu terjadi maka kami pun akan mati"
"Dengar baik baik"
"Dia sedang menunggumu"
"Jadi suatu saat nanti kau akan menemuinya"
"Ini hadiah darinya, dan semoga kau menyukainya"
Setelah mengatakan itu mereka kembali kemobilnya,dan segera meninggalkan Dern. Dern mencoba bangkit dan berlari mengejarnya.
"Tunggu! siapa sebenarnya kalian? "
"Siapa yang sedang menungguku? "
"Dan apa yang ia inginkan dariku?"
Dern pun kembali terjatuh. Naila dan Dela yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Dern dan menolongnya
"Eh Dern lo gapapa"tanya Naila panik
Dern hanya diam dan mencoba untuk berdiri. Naila dan Dela membantu memapah Dern dan mendudukkannya disebuah kursi dipinggir jalan.
__ADS_1
" Dern, tadi itu siapa? "
*) Jangan lupa like and coment ya. Terimakasih.