
Malam tlah tiba. Dern sudah terlelap karena reaksi obat yang diminumnya dan Rico pun masih setia menemani putranya itu. Rico memperhatikan wajah Dern lamat lamat.
Drrttt.... drrttt.....
Handphone Rico bergetar tanda ada panggilan masuk. Rico pun menjauh dari Dern untuk menerima panggilan tersebut agar tidak mengganggu istirahat Dern.
"Hallo Sam"
"Rico, kami sudah berhasil meringkus satu lagi bagian dari kelompok mereka"
"Lalu apa yang terjadi, apa kalian berhasil mendapat informasi?"
"Itulah masalahnya"
"Hem? "
"Kami sudah menangkap mereka dan menginterogasi mereka. Nyaris kami dapatkan informasinya, namun tiba tiba mereka jatuh tak sadarkan diri dan saat kami periksa ternyata mereka sudah mati"
"Bagaimana itu bisa terjadi? "
"Aku sudah mengirim berkasnya, kau tinggal lihat di ruang pusat pengintaian. Aku yakin kau pasti tau jawabannya"
"Baiklah kalau begitu"
Rico segera menuju ruang pusat pengintaian. Dimana semua hasil maupun proses pengintaian disimpan. Sebelum masuk tentu akan dilakukan pemindaian terlebih dahulu demi keamanan. Sudah tidak ada satupun makhluk hidup yang ada di dalamnya. Tanpa menunggu lama Rico membuka komputer dan memeriksa berkas yang ada didalamnya. Akhirnya Rico menemukannya, segeralah dia membuka file itu dengan memasukkan pasword yang sesuai. Setelah proses selesai dan file terbuka, sebuah gambar muncul di layar komputer tersebut.
"Apa ini"
"Darimana Anggun mendapatkan ini"
Yang dilihat Rico adalah sebuah alat pemantau jarak jauh. Alat itu merupakan salah satu alat yang digunakan oleh para agen untuk memantau agen yang baru bergabung. Namun alat itu sesungguhnya sudah tidak diperbolehkan lagi untuk digunakan karena dinilai terlalu membatasi pergerakan seseorang. Lewat alat ini, orang yang memantu bisa melihat apapun yang terjadi disekitar orang yang ia pantau dan mendengarkan apapun yang ia bicarakan. Satu lagi yang membuat alat ini berbahaya adalah ketika opsi bunuh diri diaktifkan oleh sang pemantau maka orang yang ia pantau akan mati saat itu juga dengan menyerang pada sistem koordinasi tubuhnya.
"Ini benar benar keterlaluan, jadi ini yang membuat penjahat penjahat bawahan Anggun sangat setia dan tidak akan membocorkan secuilpun informasi rahasia"
"Bahkan kami para agen sudah tidak menyentuh apalagi memanfaatkan alat yang mengerikan ini"
"Tapi darimana dia mendapatkan alat ini"
"Sepertinya dia sudah selangkah lebih maju dibandingkan dengan diriku. Nampaknya aku harus bertindak cepat dan hati hati"
"Anggun.... aku tau apa yang kau inginkan, tapi aku tak akan membiarkanmu membuat kesalahan besar"
__ADS_1
Rico duduk dengann menyandarkan kepala pada kursi dan jari tangan dianyam diletakkan dibelakang kepalanya. Memikirkan kehidupannya memang begitu rumit. Menjadi seorang ketua agen sekaligus ayah sungguh melelahkan.
Esok harinya seperti biasa Dern berangkat kesekolah diantar oleh Eric. Saat berhenti di lampu merah tanpa Dern sadari, Naila ada didalam angkot disebelah mobil Dern. Awalnya mereka sama sama tidak menyadari, namun kemudian ada angin entah dari mana yang menarik pandangan mereka untuk saling bertemu. Dan yah! tatapan mereka bertemu pada satu titik yang membuat mereka susah untuk mengalihkannya.
"Dern! " kejut Eric
"Eh iya om" Dern langsung menaikkan kaca mobilnya hingga Naila tidak terlihat lagi
"Ekhem, siapa sih dia Dern yang udah buat sang little agent ini takjub"
"Apaan sih om" tukas Dern pura pura memainkan handphonenya sambil menyembunyikan rasa malunya
"Hahahahahaha,,,, dasar kamu Dern? "
Setelah beberapa menit akhirnya Dern sampai disekolah, sama halnya dengan Naila yang terlihat akan memasuki gerbang bersama Della. Karena saat itu Naila dan Della bercanda ria sampai tidak menyadari akan orang orang disekitar mereka, sehingga Naila menabrak Dern. Seketika Dern jatuh tersungkur.
"E eh" ucap Naila saat menabrak Dern dari belakang
"Au" rintih Dern lirih
"Em mm mmaaf... maaf yah gua ga sengaja" ucap Naila panik
"Iih lo si Dell" sambung Naila menyalahkan Della
Dengan sigap Dern bangkit dan langsung memasukkan tangan kanannya ke saku celananya. Lalu menghadap pada orang yang menabraknya dari belakang. Tidak disangka bersamaan dengan itu Naila sudah siap melangkah, dan...
Brakk...
Naila dan Dern bertabrakan membuat Naila terdorong selangkah kebelakang, namun saat itu ia justru kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh.
Happ....
Dern menggapai tangan Naila dan menariknya agar tidak sampai jatuh ketanah. Lagi dan lagi pandangan mereka kembali bertemu disatu titik. Jantung Naila berdegub cepat.
"Ga usah pake drama segala" tukas Dern membuat Naila tersadar dan membenarkan posisi berdirinya
"Nai... " panggil Della
"G gua gua minta minta.... "
"Iya" potong Dern dan langsung pergi menuju kelasnya meninggalkan dua wanita itu
__ADS_1
"Iih sebel deh.... "
"Udahlah Nai, mending kita ke kelas. Bentar lagi masuk tau"
"Yaudah ayok"
Mereka menyusul Dern yang sudah lebih dulu pergi ke kelasnya. Hari ini adalah jadwalnya untuk melakukan kegiatan literasi. Semua murid sudah mempersiapkan semuanya. Setelah lima belas menit kegiatan berganti menjadi kegiatan belajar mengajar. Namun hari ini ada yang berbeda dengan kelas Dern, tak tampak lagi Angel dan Lisa yang selalu berlagak pada Dern.
Tidak lama kemudian ada guru yang masuk kedalam kelas, bukannya guru mapel tapi justru Lily yang merupakan wali kelas Dern. Yang lebih mengherankan lagi Angel dan Lisa juga mesuk bersama Lily.
"Pagi anak anak? "
"Pagi bu" Jawab semua serentak kecuali Dern
"Kali ini ibu bukan ingin mengadakan perwalian, akan tetapi ibu hanya mengantar teman kalian yang ingin menyampaikan sesuatu pada kalian sebelum mereka pergi"jelas Lily
"Memangnya mereka mau kemana bu? " tanya Leo
"Angel akan pindah sekolah, dan Lisa akan ikut orang tuanya ke luar kota. Baik, silahkan apa yang mau kalian sampaikan? "
"OMG,,, teman teman semua yang sangat sangat kucintai, terutama dia yang sedang membaca buku" ucap Angel dengan manjanya sambil menunjuk Dern
Semua pandangan pun tertuju pada Dern, namun Dern tidak bergeming sama sekali. Ia tetap menujukan pandangan pada buku yang sedang ia baca. Dalam benaknya ingin rasanya untuk keluar dari kelasnya sendiri.
"Dern...? " panggil Lily, dan Dern hanya mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk
"Iih Dern orang aku lagi ngomong juga, huh" tukas Angel masih dengan kecentilannya
"Cekk"Dern hanya berdecak malas
" Ya pokoknya, buat kalian terutama kamu my honey. Jangan rindu yah, dan jangan sedih"
"Siapa juga yang sedih, malahan seneng" gumam Leo
"Kalo aku cuma mau bilang q pasti bakal kangen sama kalian terutama my boyfriend" mengedipkan satu matanya, memberi kode pada Dern tapi Dern tidak menghiraukannya sama sekali.
'Ya ampun mereka ini tak tahu malu, ada gurunya tapi berani genit kayak gitu. Haduuh' batin Lily
"Ya udah, mending kita cepet keluar. Lagian kalian cuma mau nyampein kaya gitu aja pake acara drama dramaan. Ayok" ajak Lily
"Iya iya bu" jawab mereka serentak
__ADS_1
Saat sudah diambang pintu, Anggel berbalik dan melambaikan tangannya pada Dern. Dern melihat itu langsung mengalihkan pandangannya kembali pada buku dihadapannya. Angel yang melihat hal itu terlihat sangat kesal.