The Young Agent

The Young Agent
Siapa Sih Dern Sebenarnya?


__ADS_3

"Rico! apakah kau sadar dengan apa yang kau lakukan?! apa kau sudah kehilangan akal?!hah?!!" tanya Eric dengan emosi yang meledak ledak


"Aku,,, aku,,, tidak bermaksud untuk.... "


"Rico, kami tau apa maksudmu. Tapi ingat Dern juga seorang anak biasa. Mungkin saat ini dia bingung dengan apa yang dihadapinya. Aku tau kalau Dern pasti sangat menginginkan sebuah keluarga"


"Iya Rico. Apa yang dikatakan Lily benar. Kau tidak boleh egois. Hanya karena kau tidak ingin berpisah dengan Dern, kau sampai menyakiti hatinya. Ingat Rico, Dern bukanlah lagi anak kecil yang bisa terbujuk jika kau berikan sesuatu yang manis. Kini Dern sudah remaja, saat seperti inilah emosi Dern akan menjadi labil. Dan mungkin apa yang barusan ia katakan akan terjadi nanti" Rico semakin merasa bersalah atas tindakannya setelah mendengar perkataan dari Sherly.


Lorong yang Dern lewati terasa sangat panjang. Dern berlari dan terus berlari. Sepanjang jalan ia hanya bisa menangis dan mengingat apa yang ia dengar kemarin malam. Saat Rico membicarakan tentang strategi bersama Sam. Hatinya sangat hancur mendengar ayahnya sendiri tidak terima kalau ia bertemu ibunya. Anak mana yang tidak hancur hatinya ketika ayahnya sendiri memberi jarak antara ibu dengan dirinya.


Menyadari ada dua penjaga yang mengejarnya Dern mempercepat larinya. Dern berlari terlalu jauh hingga sampai di sebuah jalan raya yang penuh dengan kendaraan berlalu lalang. Dern berhenti saat ia rasa sudah tidak ada lagi penjaga yang mengejarnya. Dern membungkukkan badannya sambil mengatur nafasnya. Dadanya terasa sesak. Dern berjalan perlahan setelah nafasnya sudah lebih terkontrol. Dern berjalan tersaruk saruk, keringat bercucuran membasahi jasnya. Rasanya tubuhnya sangat sulit untuk ditopang. Hingga akhirnya ada sebuah taxi yang menghampiri Dern. Tanpa pikir panjang Dern masuk kedalam taxi yang menghampirinya itu.


Jauh berbeda dengan Dern yang sedang mengalami kesulitan. Saat ini Leo, Naila dan Della sedang menikmati indahnya senja kala itu di pinggir danau yang pernah Dern singgahi sebelumnya. Mereka nampak nyaman bersandar di pohon yang rindang didekat danau. Sebenarnya, inilah tujuan Leo mengajak Dern keluar sore ini.


"Dern,,, andai lo ada disini"


"Emang kenapa es batu ngga bisa dateng? " tanya Naila


"Iya padahal yah, kita mau ajak dia buat sahabatan sama kita" ucap Della dengan wajah ditekuk


"Dern bilang dia ada urusan sama papahnya. Gua heran deh sama Dern"


"Heran kenapa? , biasanya kan lo yang selalu membela si es batu itu"


"Gini yah, semalem itu Dern nginep di rumah gua. Katanya si papahnya lagi sibuk sama pekerjaannya. Tapi kok gua ngrasa dia itu kayak ada masalah sama papahnya. Buktinya dia ngga ijin kalo mau nginep dirumah gua, ya kayak kabur gituh"


"Yang bener lo"


"Iya Dell gua lagi serius nih, duarius malah"

__ADS_1


"Hm kok, gua malah jadi tambah penasaran yah sama es batu"


"Emang kenapa? " tanya Leo heran


"Emang kalian ngga pada ngrasa yah. Es batu tuh ngga kayak anak biasa. Gini yah gua mau cerita tentang waktu gua diculik itu kan gua ditolongin sama es batu. Tapi kalian bayangin deh masa iya sih anak seumuran dia bisa ngalahin lima orang penculik berbadan kekar sih. Dan kayaknya ada rahasia deh yang disembunyiin es batu. Masa iya sih seorang es batu bisa nangis cuma gara gara liat ada anak sama ibunya pelukan. Menurut gua dia aneh deh"


"Eh tunggu deh. Waktu Dern nginep di rumah gue, abis makan malem gua kan biasa tuh bercanda sama bapak gua. Nah waktu gua sama bapak seru ketawa, eh Dern malah kayak mau nangis. Matanya berkaca kaca gitu"


"Seriusan Leo? " tanya Della dan Naila tak percaya


"Iya. Nih ya, ada satu lagi yang bikin gua kaget. Waktu gua tanya ada apa sih sama Dern? kenapa dia malah mau nangis? bukannya ikut gua ama bapak gua ketawa. Nah kalian pasti ngga akan percaya apa jawaban Dern"


"Emang apa jawabannya? " tanya Della yang masih penasaran


"Iya, gua penasaran nih" sambung Naila


"Dia jawab, kalo ini kali pertama Dern merasakan kembali rasanya punya keluarga. Sumpah gua langsung 'deg' gitu denger jawaban Dern"


"Iya gua juga ngga percaya kalau si es batu punya masalah yang begitu berat. Hm,, apa mungkin itu yang buat Dern jadi dingin kaya es batu? "


"Lo salah Nai... Dern itu ngga dingin orangnya, asal lo bisa ngeluluhin hatinya dia. Walaupun Dern terlihat seperti orang yang tidak perduli dengan keadaan sekitar, tapi Dern sebenarnya adalah seseorang yang baik banget dan tidak suka jika melihat ada orang sekitar yang terluka ataupun diganggu"


"Masa sih,, es batu itu sebaik itu" ucap Naila tak percaya


"Yeee lo mah ngga tau. Tadi pagi itu sebenarnya gua udah mau diusir dari rumah gua sama rentenir biadab itu"


"Siapa rentenir itu? "


"Ya biasa si Adi gila itu. Dia nagih hutan sama bapak gua lima puluh juta yang tadinya cuma dua puluh juta"

__ADS_1


"What?!! lima puluh juta?! "


"Santai aja kali Dell,, lanjutin Leo"


"Nah bapak gua ngga bisa bayar kan, gua sempet mau ngelawan tapi malah gua kena hajar. Terus tiba tiba ada Dern datang. Dia itu jago banget bela dirinya, sampai si Adi kalah dibuatnya. Tapi Adi ngga mau pergi sebelum hutang bapak gua di bayar, kalau tidak bakal jadi dua kali lipatnya. Terus Dern bilang kalo mereka harus menunggu lima menit. Lima menit itulah yang buat hidup gua kembali aman"


"Maksud lo gimana si? "


"Aduh Nai,, jadi di waktu lima menit itu, hutang keluarga gua dilunasi sama Dern. Kurang baik apalagi coba tuh anak? "


"Gila bener,, es batu bayar hutang keluarga lo lima puluh juta? lima puluh juta bukan jumlah yang dikit kan? "


"Nah maka dari itu, gua pikir Dern itu orangnya sebenarnya baik cuma luarnya aja yang dingin"


"Em Leo,,,"


"Iya apa Nai? "


"Gimana kalau kita kerja sama? "


"Kerja sama apa? "


"Kita cari tau siapa Dern sebenarnya. Mau? "


"Emm gimana ya, gua takut kalau Dern tau dia bisa marah sama gua"


"Udah lagian kan kalau kita ngga cari tau sendiri Dern ngga bakal kasih tau ke kita kan tentang masalahnya ataupun masa lalunya?'


"Iya juga si. Yaudah, gua setuju" mereka pun kembali menatap langit yang sudah senja

__ADS_1


Sedangkan diperjalanan Dern masih terus nafas dan memulihkan tenaganya. Ada sesuatu yang baru Dern sadari. Ternyata selama ada di dalam taxi ada mobil hitam yang mengikutinya. Melihat hal itu Dern menjadi sedikit gelisah.


__ADS_2