The Young Agent

The Young Agent
Sebuah Keluarga


__ADS_3

Malam pun tiba. Hari ini Rico juga makan malam bersama Sam selain Dern. Meja yang penuh makanan terlihat sunyi tanpa ada seorang wanita pun yang menemani. Setelah selesai makan malam,kini hanya ada Rico dan Sam yang telah membicarakan sesuatu. Sedangkan di kamar, Dern sedang berbicara dengan seseorang.


"Leo, boleh ga aku nginep dirumah kamu? " tanya Dern dengan perasaan ragu


"Boleh donk" jawab Leo dengan antusias


"Okh aku kesana sekarang"


"Okh gua tunggu nih"


Dern segera mengemasi beberapa baju kedalam tasnya. Ia memilih lewat jendela.


Happ..


Dern melompat keluar melewati jendela kamarnya yang terletak di lantai dua.


"Aw aduuuh, pake acara terkilir lagi" rintih Dern


"Duh penjaga, gimana nih"


"Oh iya"


Dern mendapatkan ide setelah melihat ada batu di hadapannya. Segera ia lempar batu itu ke arah semak semak untuk mengalihkan perhatian para penjaga.


"Yes berhasil"


"Sekarang tinggal pergi, tapi kayaknya harus dituntun dulu deh motornya"


"Huft mana kaki kekilir lagi"


Dern menuntun motornya keluar gerbang. Setelah menjauh dari rumahnya, Dern segera pergi dengan motornya ke rumah Leo. Lima belas menit Dern menempuh perjalanan ke rumah Leo.


Tok... tok... tok...


Kreeekkkk...


Leo membuka pintu rumahnya.


"Eh Dern,,, yok masuk"


"Iyah, em ini" menyodorkan sebuah kantong plastik yang berisi makanan


"Ah lo mah repot repot. Yok masuk" Dern pun mengikuti langkah Leo


"Kebetulan gua lagi makan malem sama keluarga gua, kita makan bareng yok"


"Eh tapi aku udah makan"


"Ya udah lo tinggal duduk manis aja"


"Yaudah deh"


Sesampainya mereka di ruang makan, Dern disambut dengan hangat oleh Lita.


"Sini nak Dern"


"Iya tan eh maksudnya bu"


"Ini siapa bu? " tanya Riza yang merupakan ayah Leo


"Dia ini Dern pak, dia temennya Leo iya kan Leo? "


"Iya pak, Dern itu anak baru di sekolah Leo. Dia itu baik banget pak, nih buktinya dia bawain makanan buat kita"


"Ooh gitu,makasih ya nak. Oh iyanak Dern mau nginep di sini kan? "


"Iya om, boleh ngga? "


"Ya boleh banget donk, tapi jangan panggil om yah panggil aja bapak"

__ADS_1


"Ooh iya pak makasih"


"Dern? " panggil Leo


"Iyah"


"Lo udah bilang papah lo belum?" tanyanya


Dern menatap ke arah Leo dan menjawab pertanyaannya.


"Belum"


"Loh kok belum, ntar kalo nyariin gimana? trs kalo tau kamu disini dan papah kamu ngirim penjaga buat kesini gimana? "


"Entahlah Leo, tapi papah aku lagi sibuk sama pekerjaannya"


"Ooh gitu"


"Emang papah kamu bekerja dimana nak" tanya Riza pada Dern


"Papah saya mengurus perusahaannya sendiri"


"Terus gimana sama mamah kamu? " tanya Lita


"Mamah saya,,,, entahlah bu tp mamah saya sama papah saya udah ga sama sama lagi dari sejak Dern masih kecil dulu"


"Maaf ya nak ibu ngga tau"


"Ngga papa kok bu"


Setelah mereka selesai makan, mereka masih tetap ditempat. Mereka berbincang bincang, bercanda, tertawa layaknya keluarga bahagia. Ini adalah kali pertama Dern merasakan kembali, rasanya memiliki keluarga. Walaupun keluarga itu bukanlah keluarga kandungnya. Hal itu membuat mata Dern berkaca kaca.


"Dern? "


"Hem? "


"Lo kenapa? lo kok kaya sedih gitu? "


"Engga kok pak, bu, Leo. Dern seneng bisa bareng sama bapak ibu dan Leo. Ini adalah kali pertama Dern merasa seperti apa keluarga itu, setelah sekian lama. Yah walaupun Dern bukan bagian dari kalian" jawab Dern sambil menahan air matanya


"Lo ngomong apa si? lo itu juga bagian dari kami, kita udah anggep lo kaya keluarga sendiri"


"Iya nak, kamu jangan sedih yah"


"Iya bu, makasih karena kalian udah mau terima Dern"


"Iya sama sama. Nah sekarang kalian tidur yah, kan besok sekolah"


"Loh ibu gimana si, kan besok libur tanggal merah" ketus Leo


"Oh iya ibu lupa"


Dern dan Leo ke kamarnya untuk beristirahat. Keesokan harinya mereka terbangun karena aroma harum masakan Lita. Mereka pun bersiap untuk mandi dan sarapan.


Tidak menunggu lama mereka sampai di meja makan. Disana sudah ada Riza dan Lita yang menunggu dengan menu makan sederhana di meja makan.


"Sini nak makan"


"Maaf ya Dern, keluarga gua itu sederhana jadi ga bisa buatin makan mewah kaya dirumah lo"


"Ngga papa kok"


Mereka pun makan bersama, sedangkan di rumah Dern Rico sedang menunggunya. Ia memerintahkan salah satu penjaga untuk memanggilnya. Tidak lama kemudian penjaga itu kembali.


"Maaf bos, tuan muda tidak ada di kamarnya"


"APA!!! bagaimana bisa? lalu kemana dia? "


"Maaf bos saya tidak tahu"

__ADS_1


"Aah ya sudah kau panggil temanmu yang lain"


"Baik bos" pergi meninggalkan Rico


"Dern kamu kemana si?" Rico mengambil Handphonenya, berniat akan menghubungi Dern


Disisi lain Dern yang sedang makan, merasakan handphonenya bergetar. Diambilnya handphone miliknya dan terlihat ada nama 'Papah' dilayar panggilan, namun Dern tidak menerimanya.


"Dari siapa Dern? pasti papah lo kan? mending kamu angkat deh, kasihan om Rico nyariin lo"


"Iya nak, bagaimanapun juga dia itu papah kamu"


"Yaudah Dern angkat yah"


"Iya"


Dern terhubung dengan Rico.


"Hallo Dern?"


"Iya pah"


"Kamu ada dimana si?"


"Di rumah temen"


"Dari kapan? kok papah ga tau"


"Semalam pah"


"Papah jemput yah?papah akan kirim penjaga"


"Ngga usah, biar Dern sendiri"


"Pah? pah? "


Tut.. tut..


"Ish kok putus"


"Kenapa Dern? " tanya Leo


"Kamu pasti tau"


"Pasti bakal dijemput sama penjaga, iya kan?"


"Emang penjaga apa sih? bapak bingung deh"


"Ini pak, si papahnya Dern mau kirim penjaga buat jemput Dern. Mereka itu para penjaga yang jagain rumah Dern yang super besar dan mewah itu" jelas Leo


"Ooh gitu"


"Dern, kenapa kamu malah lebih milih nginep disini? kan rumah kamu itu pasti lebih besar, mewah dan nyaman kan? "tanya Lita


" Dern itu bukannya ga suka sama rumah Dern bu, tapi menurut Dern rumah besar tanpa hubungan kekeluargaan itu sama aja ga bisa buat Dern bahagia"


"Iya si, pasti lo bosen yah tiap hari ketemunya sama penjaga mulu? "


"Pastinya, yaudah bu Dern mau kekamar dulu yah mau beberes"


"Iyah, kamu yang sabar yah Dern"


"Iya bu"


Dern pun pergi ke kamarnya.


"Leo temen kamu itu unik yah"


"Emang Dern unik bu. Leo kasih tau yah, kalo Leo yang lagi ngobrol sama Dern di sekolah pasti Dern dingin banget, senyum aja jarang banget. Sama juga keteman Leo yang lain. Tapi kalo sama orang tua dia bisa ngobrol akrab, bahkan ketawa. Walaupun anaknya agak nyebelin, tapi Dern itu baik. Dan.... "

__ADS_1


Penjelasan Leo terpotong karena ada orang yang menggedor rumahnya. Bahkan berteriak teriak meminta keluarganya keluar. Karena merasa terganggu mereka pun keluar.


__ADS_2