
Kegiatan pembelajaran terlaksana seperti biasa. Dari awal hingga akhir Dern hanya menyimak. Namun tidak dengan Refan, ia justru sibuk bercerita dengan teman semejanya. Wajar saja karena Refan bisa dikatakan pemalas dan bandel. Sudah dua kali dia mendapat surat panggilan untuk orang tuanya.
Akhirnya setelah waktu menunjukkan pukul 14.30 bel tanda berakhirnya kegiatan belajar mengajar berbunyi. Para guru dan murid semua meninggalkan kelasnya tanpa terkecuali Dern. Hari ini Dern dibebaskan dari misi untuk sementara karena misi yang dilakukan Dern sedang diambil alih oleh Sam dan Lily. Oleh karena itu Dern pulang bersama Leo menaiki motornya. Namun saat sudah diambang gerbang ada yang memanggilnya dari kejauhan.
"Es batu! Woyy! etdah ni anak budek kali ya" ucap Naila kesal
"Nai, kalo lo mau manggil Dern ya panggil aja namanya"
"Ya udah deh. Dern! "
Seketika itu pula Dern menghentikan langkahnya. Langkah Leo yang sedang merangkul pundak Dern pun ikut terhenti. Mereka membalikkan badan, dan dilihatnya dua gadis yang sedang berlari lari kecil menghampirinya.
"Yah? apa? " tanya Dern
"Nai.. " ucap Della sambil menyenggol sikut Naila
"Ada apa buruan napa, gua dah laper nih pengin pulang" oceh Leo
"Em..eh anu em itu eh maksudnya... " ucap Naila terbata bata karena salah tingkah
"Yang jelas napa kalo ngomong" potong Leo
"Apa? " tanya Dern sekali lagi
"Ini" ucap Naila sambil menyerahkan plester bermotif love, sedangkan Dern hanya mengangkat satu alisnya
"Maaf yang tadi pagi, tangan kamu luka kan? " sambung Naila sambil malu malu
'Kenapa gua malah manggil es batu kamu, duh gimana si gua'batin Naila
"Ooh makasih" ucap Dern sambil melambungkan senyum manis di wajah tampannya
Mungkin kini Dern sudah bisa membuka diri dalam berteman, terbukti dirinya sudah mau memberikan senyum mahalnya pada Naila.
'Ya ampun senyumnya itu. Eh Nai sadar, apaan si loh' kini perasaan Naila semakin tak karuan dibuatnya
"Ya udah gua,, gua pulang duluan yh. Ayok Dell"
"Ayok, duluan ya Dern Leo daah... " kemudian pergi mengikuti Naila
"Ekhem, ada yang diperhatiin niyeh,,, kayaknya ada yang berbunga bunga nih" ledek Leo
"Coba lihat, wah plesternya aja motif love"
"Paan si" Dern langsung menempelkan plester pemberian Naila pada luka ditangannya yang juga disebabkan oleh Naila
"Dah yok"
Saat akan menyebrang menuju gang tepat motor Dern disembunyikan, Dern melihat seorang wanita yang berdiri disebrang dan tersenyum padanya. Seketika Dern diam mematung dan tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun, padahal jalan sedang kosong. Seharusnya Dern gunakan kesempatan itu untuk menyebrang, namun kesempatan itu hilang karna Dern belum juga mau bergerak. Leo yang sedari tadi memperhatikan Dern, mengikuti arah pandangannya dan dilihatnya wanita yang sedang tersenyum pada Dern.
"Dern... " kejut Leo membuat Dern mengalihkan pandangannya pada Leo
"Lo liat apaan sih, serius amat kayaknya? " tanya Leo heran
"Ngga kok"
'Loh, mana dia' tanya Dern dalam hatinya
"Woy Dern! kita jadi pulang ga sih? "
"Ya jadi donk"
"Kalo mau pulang ya jangan ngelamun terus, kesambet baru tau rasa"
"Brisik ah" lalu pergi mendahului Leo
"Ampun deh,, punya temen gini amat. Woy tunggu napa" lalu mengejar Dern yang sudah hampir sampai di sebrang jalan
Sampai di sebrang jalan, seperti biasa Dern menyuruh Leo untuk menunggunya di tempat itu.
__ADS_1
"Kamu tunggu disini"
"Aelah napa si gua kagak boleh ikut lo? ribet amat lo, kaya cewek tau ngga?! " tukas Leo
"Ngga usah komen" kemudian pergi meninggalkan Leo
Tidak menunggu lama Dern datang dengan motor ninja warna hitam miliknya.
"Nih helmnya" sambil menyerahkan helm ke Leo
"Pasangin" ucap Leo manja
"Manja banget jadi anak. Sinih... "
"Ya elah kali kali boleh donk, es batu. Hahaha"
Mendengar hal itu Dern memasang helm dengan kasar karena kesal.
"Eh eh au, pelan pelan napa"
"Dah cepet naik"
"Iya iya"
Leo menaiki motor dan Dern segera memacu gas motornya.
"Dern"
"Emmm"
"Pelan pelan donk"
"Brisik banget si"
"Dern! jangan cepet cepet. aahhhh"
"Brisik banget deh. Bisa budek nih telinga"
"Huft... lo bawa motor kaya setan. Cepet amat"
"Kamu juga, pake acara teriak teriak. Budek nih telinga"
"Hehehe iya iya maaf"
"Iya. Yaudah aku mau langsung pulang"
"E e eh tunggu dulu"
"Apalagi?! "
"Mampir dulu donk"
"Ngga ah makasih"
"Plisss sekali ini ajah"
"Ngga"
Saat Dern bersiap untuk pulang, ibu Leo keluar rumah.
"Loh Leo udah pulang nak, kok temannya ga diajak masuk"
"Ini bu Dernnya aja yang ngga mau. Tuh Dern disuruh ibu gua noh buat mampir"
"Ya udah iya iya"
Ibu Leo mempersilahkan Dern masuk dan duduk.
"Nama kamu siapa?" tanya Lita(ibu Leo)
__ADS_1
"Nama saya Dern tante" sambil tersenyum
"Ooh Dern. Jangan panggil tante, panggil ajah ibu" pinta Lita
"Iya tante eh maksudnya bu"
"Leo ambilin minum sanah buat Dern" titah Lita
"Loh kok Leo si bu? "
"Udah ngga usah komplen"
"Iya iya"
Namun saat Leo akan beranjak dari duduknya, ia terhenti karena perkataan Dern.
"Udah bu ngga usah. Saya juga ga lama lama kok"
"Tuh kan Dernnya aja ga mau" tukas Leo
"Loh kenapa. Ngga nginep sekalian"
"Maaf bu, Dern juga kan masih ada papah dirumah. Takutnya nanti nyariin"
"Ooh ya udah, kalo gitu hati hati yah. Terima kasih loh ya udah mau anterin Leo pulang"
"Iya bu sama sama"
"Dern makasih yah udah anterin gua sampai rumah dengan selamat tanpa kurang satu hal apapun"
"Iya Iyah. Yaudah, permisi bu"
"Iya"
Dern pun menuju motornya.
"Eh iya helm ku mana? "
"Leo. Kebiasaan banget tuh bocah"
Dern pun kembali lagi kerumah Leo.
"Permisi"
"Loh Dern lo kenapa balik lagi, masih kangen ya? tenang Dern masih ada besok kok"
"Bukan itu, tapi.... "
"Oh jangan jangan lo mau nginep yah. Aduh jangan donk Dern, ntar posisi gua sebagai anak bisa terancam gara gara lo"
"Ckk, bukan itu. Lagian aku juga masih punya papah"
"Terus ngapain lo balik lagi? " tanya Leo heran
"Makanya orang lagi ngomong jangan dipotong. Itu helm aku masih di kamu"
"Hah?! emang iya yh, perasaan udah dikembaliin"
"Itu apah" menunjuk helm warna hitam yang ada disofa
"O iya. Ini helm ngapa ada disini, punya kaki kali ya dia" sambil mengambilnya
"Kebiasaan banget deh" tukas Dern
"Ehehe iya maaf maaf" sambil memberikan helm pada Dern
"Aku pulang"
"Iyah hati hati yah, jangan ngebut ngebut"
__ADS_1
"Iya ish, bawel banget si kamu kaya perempuan"
Dern pun segera pulang kerumahnya. Dern terlihat tenang dan santai.