The Young Agent

The Young Agent
Air Mata


__ADS_3

Refan masih belum ingin kembali dari hayalannya itu. Hanya didalamnya saja ia dapat merasakan betapa hangatnya dekapan sangat ibunda. Air matanya terus membasahi pipi.


'Mamah kalau Refan boleh Refan mau kembali ke masa lalu. Dimana kita bisa kumpul sama sama lagi. Sama papah juga. Refan rindu mamah. Udah lama mamah ninggalin Refan. Sampai Refan lupa rasanya ada didekapan mamah. Kalo perlu Refan mau sama mama aja disana. Dan kita bisa sama sama lagi. Tapi mah Refan akan lakuin itu setelah janji Refan terpenuhi. Oya mah, maaf mamah kangen ga sama Refan?. Mamah masih ingatkan?. Maaf mah Refan belum bisa buat bangga mamah. Refan belum jadi anak yang hebat yang bisa banggain mamah. Refan rindu sama mamah. Refan sayang benget sama mamah. '


Refan hanya bisa menangis dalam diam. Bulir bulir air mata tak henti hentinya mengalir hingga matanya tertutup sempurna.


Disisi lain Dern masih dalam perjalanan. Pikirannya tengah kacau, memikirkan apa yang sedang terjadi pada kehidupannya. Tanpa disadari di depannya ada seorang anak laki-laki yang sedang mengambil bola miliknya. Sadar akan hal itu Dern menghentikan motornya secara tiba-tiba.


"Aaaaaahhhh... " anak itu berteriak dengan histeris


Beruntung anak itu masih selamat dan tidak terluka sedikitpun. Karna shock yang dirasa anak itu, sampai bola yang ada didekapannya terlepas dan terjatuh.


"Ya ampun hampir saja... huft"


Dern melepas helm yang ia kenakan dan kemudian menghampirinya.


"Adek ngga papa kan? " tanya Dern dengan raut wajah penuh dengan kekhawatiran.


"Ng.. ngga papa kok kak"


"Syukurlah kalau gitu. Kakak minta maaf yah" ucapan Dern hanya dibalas dengan anggukan tanpa ada sepatah katapun terucap darinya.


"Oya orang tua kamu dimana? mamah? papah? "


"Mamah.... " ucapan anak itu terpotong saat ada seorang wanita yang menghampirinya dan langsung memeluknya. Mata Dern terbelalak saat melihat seorang gadis dibelakangnya yang tidak lain adalah Naila.


"Sayang kamu ga papa kan? mamah khawatir sama kamu? kamu dari mana aja si? "tanya wanita itu panik dengan anaknya. Melihat wanita itu Dern teringat akan mamahnya. Dern berusaha menahan air mata yang kini sudah dipelupuk mata. Namun tidak mungkin dia menangis di depan Naila.


"Eh.. emm.. maaf tante tadi saya yang hampir nabrak anak tante waktu dia sedang mengambil bola. Saya mohon maaf tante"


"Iya ngga papa ini juga salah saya yang kurang pandai menjaga anak saya. Ayo nak kita pulang" sebuah kecupan mendarat di dahi anak laki-laki itu. Hati Dern sungguh pedih melihat anak dan ibu itu.


Wanita itu membawanya pergi meninggalkan Dern bersama Naila. Naila terus memandang Dern yang masih terus memperhatikan anak laki-laki itu. Baru pertama kali Naila melihat Dern dengan mata yang berkaca kaca.


'es batu.... gua bener bener ga nyangka kalo lo bisa kaya gitu. Mata lo berkaca kaca. Hanya dengan lihat anak laki-laki dengan ibunya bisa membuat lo hampir menangis. Apa si yang ada dipikiran lo? 'batin Naila bertanya tanya dalam lamunannya.


Namun Naila tersadar saat Dern mendapat panggilan. Seketika itu juga Dern berbalik dan kini dirinya membelakangi Naila. dia menggunakan kesempatan itu untuk menyeka air matanya yang nyaris jatuh. Diambilnya handphone miliknya. Ternyata panggilan dari Rico.


"Hallo pah"


"Iya 10 menit"

__ADS_1


tutt...


Panggilan berakhir hanya disitu. Dern segera menaiki motor ninja hitamnya juga helmnya. Dern memacu laju motornya dan pergi tanpa menghiraukan Naila yang sedari tadi memperhatikannya. Air mata tak henti hentinya mengalir di pipi Dern. Membuat kepalanya terasa pening.


"Kendali otomatis"


"Aktifkan"


Dern memutuskan untuk menggunakan kendali otomatis pada motornya karena merasa dirinya akan sulit mengendalikan motornya.


"Ada apa denganku? kenapa aku bagi lemah gini? "


"Kenapa melihat anak itu bersama ibunya membuat hatiku ini terasa sakit"


"Bahkan aku tidak bisa mengendalikan emosi dan hampir menangis di hadapan Naila"


"Entahlah,, lebih baik aku segera pulang"


"Kepalaku rasanya seperti dihantam oleh sesuatu"


Sedangkan Naila kini sudah sampai dirumahnya dengan membawa barang yang ibunya pesan untuk dibelikan. Naila masuk ke rumah dengan wajah kebingungan. Saat didalam bersama Della pun dia seperti sedang memikirkan banyak hal. Hingga Della tak tahan dan mengajukan sebuah pertanyaan.


"Nai!... lo kenapa si. Gua perhatiin dari tadi lo ga fokus. Tuh tugas lo masih utuh belum ada sedikitpun coretan" sambil menunjuk tugas Naila yang belum dikerjakan sama sekali


"Iya si,,, eh em em maksud gua em.... " terpotong oleh Della


"Tuhkan. Aduh ternyata ada juga cowok yang bisa bikin sahabat gua ini tergila-gila sampai ga fokus sama tugasnya"


"Iih apaan sih Del. Bukan itu maksud gua"


"Terus maksud lo apa. Maksud seorang Dern Ernest yang lo biasa lo panggil dengan panggilan sayang 'es batu' itu udah bikin hati lo meleleh gitu. Hahahha" Della sangat puas bisa mengejek Naila hingga pipi Naila merah dibuatnya.


"Iih dengerin dulu"


"Iya iya gua dengerin"


"Nih ya, lo pasti ga akan percaya"


"Heem? "ucap Della sambil mengangkat salah satu alisnya.


" Tadi waktu gua abis dari supermarket gua itu denger suara anak laki-laki teriak"Della mengangguk sebagai tanda ia menyimak

__ADS_1


"Nah karena penasaran gua samperin dah tuh anak. Dan ternyata bener emang ada anak laki-laki teriak"


"Kenapa? " tanya Della


"Karna dia hampir ketabrak motor ninja item waktu lagi ngambil bolanya"


"Terus apa hubungannya cerita ini sama si Dern alias es batu itu"


"Ya ada hubungannya, karena motor ninja itu adalah motor yang dinaiki sama si Dern. Itu artinya Dernlah yang hampir nabrak anak laki-laki itu"


"Ooh gitu. Terus? "


"Gua liatin aja dari pinggir jalan. Tiba tiba ada ibu ibu yang menghampiri anak itu dan ternyata dia adalah anak ibu itu"


"Trus? terus? "


"Iih kamu mah terus terus aja"


"Kan gua lagi nyimak cerita lo. Udah lanjutin gih"


"Nah gua perhatiin terus tuh. Ibu itu pelukan sama anaknya terus juga sempet ngecup dahi anaknya. Tap.... "


"So sweet..." ucap Della memotong cerita Naila dengan nada manjanya


"Iih belum selesai tau"


"Iyah iyah lanjutin cepet"


"Yang gua kaget sekaget kagetnya, gua liat mata Dern itu berkaca kaca. Kaya nahan tangis gitu liat kemesraan anak dan ibu itu. Itu sumpah baru pertama kali gua liat si es batu hampir nangis kek gitu. Gua shock donk"


"Ya ampun, beneran lo Nai. Dern nangis? "


"Iya bener, tapi....."


"Tapi apa? "


"Tapi habis itu Dern kaya nerima panggilan, kayaknya si dari papahnya. Jadi dia langsung berbalik, trus pergi deh naik motornya"


"Bener bener yah tu anak. Misterius banget"


"Iya, gua juga heran ama tuh anak. Cuma liat ibu dan anak pelukan kaya gitu bisa bikin nangis? "

__ADS_1


"Tapi lo suka kan?? " ledek Della


"Iih apaan si Dell, nggak kok gua ga suka ama tuh anak dan ngga akan pernah suka. Udahlah mending kita lanjut ngerjain tugas kita"


__ADS_2