The Young Agent

The Young Agent
Salah Paham


__ADS_3

Didalam kamar, Dern sedang terlihat murung. Penjaga masih sangat ragu untuk mendekat pada Dern.


"Tuan muda"


"Mmm"jawab Dern dengan nada malas


"Di bawah ada teman tuan muda yang sedang menunggu"


"... " Dern belum mengatakan apapun


"Apa tuan muda mau menemui mereka? "


"Siapa mereka? "


"Maaf tuan muda saya tidak tahu, tapi salah satu dari mereka mengatakan kalau ia adalah teman sebangku tuan muda"


"ehmmm?? "


"Ada dua wanita, sepertinya mereka adalah teman tuan muda yang pernah menolong tuan muda saat sedang mengalami kecelakaan"


"Baik saya akan turun kebawah untuk menemui mereka"


"mari saya bantu tuan"


"Saya bisa sendiri, tolong bawakan saja kotak P3K"


"Untuk apa tuan? "


Dern tidak memperdulikan penjaga itu, dan langsung keluar dengan infus yang masih terpasang di tangannya. Dern menuruni tangga perlahan, hal itu menjadi pusat perhatian semua orang terutama para penjaga. Mengingat kondisi Dern yang belum pulih sepenuhnya.


Saat sampai di tempat Dern duduk di sofa.


"Maaf tuan muda saya permisi untuk mengambil penyangga cairan infus"


Saat hendak pergi Dern menghentikannya


"Ngga usah"


"Tapi tuan muda ini... "


Dern hendak melepaskan infus itu dari tangannya. Melihat hal itu penjaga reflek mencegah Dern melakukannya.


"Tuan muda jangan"


Dern tidak menanggapinya, ia hanya melirik dan seketika menghentikan aksi penjaga.


Dern pun kembali berusaha melepas infus yang terpasang pada tangannya itu. Setelah infus terlepas, ada darah yang keluar dari bekas infus itu dan terus menetes.


"Tuan muda seharusnya tuan muda jangan nekat, sekarang tuan muda berdarah lagi. Apa saya harus,,,, " perkataan penjaga langsung disela oleh Dern


"Udah ga papa, cuma darah sedikit aja ga perlu dikhawatirin.Sini kotak P3K nya"


Penjaga menyerahkan kotak P3K itu. Dern pun membalut lukanya sendiri karena ia memang tidak mau dapat bantuan hanya untuk hati seperti itu.


"Dern lo nekat amat si, belum sembuh juga" celetuk Naila


"Risih tau"


Lagi lagi jawaban singkat yang Naila dapatkan.


"Tolong kembalikan ke tempatnya"


"Tapi tuan muda kalau nanti bos marah gimana?"


"Udah kalo papah marah juga aku yang dimarahin"penjaga bergegas menuju ke kamar Dern untuk meletakkan infus yang sudah dilepas oleh dern


" Dern gimana keadaan lo? "tanya Leo


" Baik"singkat dan jelasnya jawaban Dern


"Kapan mulai sekolah lagi? " tanya Della


"Besok"dengan datar


"Dern,, "


"Hm? "


"Bisa ga sih lo tu jawab pertanyaan yang jelas dikit napa. Jawab pertanyaan pendek banget"


"Tadi kurang jelas"


"Ya jelas"


"Terus masalahnya apa? "

__ADS_1


"Ga sopan tau"


"Ooh gitu"Dern bangkit dari duduknya dan menuju ke bar di dapur.


Apa hubungannya coba?


Langkah Dern terhenti saat ada pertanyaan yang dilontarkan oleh Leo


" Dern,, lo mau kemana? "


"Mau ke bar minuman"


"Lo masih kecil juga udah minum" celetuk Leo


Dern pun kembali melangkah


Sampai di bar Dern memang memesan minuman. Tapi bukan minuman yang Leo pikirkan melaikan hanya minuman biasa yaitu jus. Dern juga memesan makanan ringan untuk disuguhkan pada tamunya itu. Dan ternyata Leo hanya salah paham terhadap Dern.


Di ruang tamu terlihat Dern kembali bersama laki laki yang berpakaian rapi seperti seorang pelayan di restoran ternama sedang membawa makanan dan minuman di atas nampan yang akan disuguhkan pada teman temannya. Leo Naila dan Della sungguh heran melihatnya.


Dern kembali duduk sedangkan pelayan itu meletakkan makanan dan minuman di atas meja dan setelah selesai ia pun kembali ke bar. Ada rasa terkejut pada pelayan itu karena baru pertama kali tuan mudanya bersikap seperti itu pada tamu yang datang ke rumahnya. Tapi tentu saja ia tidak berani untuk bertanya yang macam macam.


Hal itu pun mengundang tanya dari Leo.


"Dern, lo tadi pesen minum? "


"Ehm"


"Buat kita? "


"Buat yang mau minum"


"Ah lu ma gitu,,, makasih ya"


"Iya"


Della dan Naila hanya memandangi suguhan itu. Dern heran dengan tingkah mereka dan mengucapkan sesuatu yang mengejutkan mereka.


"Itu ga beracun, jadi kalian makan pun ga akan bunuh kalian"


"Eh engh engh iya iya makasih Dern" kata Della dengan terbata bata


"Makasih"Dern tidak menjawab Naila


" Bokap dan para penjaga"


"Dern ikut kita yuk" ajak Della


"Kemana? "


"Jalan ke waterpark"


"Ngga bisa"


"Kenapa? " tanya Naila penasaran


"Karna aku belum boleh kemana mana apalagi untuk jalan keluar"


"Sayang banget, padahal kalo panas panas gini pengen banget nyebur ke kolam renang " keluh Leo


"Terus kenapa kalian ga kesana aja"


"Hadueh Dern gua ini kan cowok masa ke waterpark ama 2 cewek. Gimana coba tanggapan orang orang"


"Di rumah kalian apa ga ada? "


"Ga ada apanya? kolam renang? ya ampun Dern kita ini bukan orang berada rumah aja belum sempurna kaya rumah lo ini. Di rumah gua ga ada kolam renang, adanya kolang ikan. Masa iya gua berenang bareng ikan" celetuk Naila


Sungguh mengejutkan perkataan Naila membuat Dern tertawa ringan. Dengan bibir merahnya Dern tertawa dan membuat Naila terpesona. Saat itu terlihat wajah Dern seperti berseri seri. Begitu juga dengan Leo dan Della yang kagum melihat wajah manis Dern tertawa.


Seketika itu Dern langsung menghentikan tawanya dan langsung bersikap seperti biasanya.


Waktu terus berjalan, tiba tiba ada suara mobil yang masuk ke halaman rumah. Dern pun sudah hafal betul dengan suara mobil itu. Tidak lama kemudian ada seorang pria yang dibelakangnya diikuti dua orang penjaga. Itu adalah Rico.


Melihat ada teman Dern yang sedang berkunjung ke rumahnya ia segera menghampirinya dan memperkenalkan diri.


"Hai Dern"


"Hallo pah"


"Gimana kamu sekarang, udah sehat" Dern hanya mengangguk tanpa mengucapkan satu katapun


"Oya ini siapa? "


"Engh ee Hai om perkenalkan nama saya Leo, saya teman sekelas sekaligus semeja dengan Dern. Dan ini Naila juga Della, mereka juga teman sekelas kita om"

__ADS_1


"Ooh gitu, apa sudah lama? "sambil mengambil posisi duduk di sebelah Dern


" Udah lumayan kok om"jawab Della dengan cepat


"Jadi apa kalian nyaman dengan Dern? " pertanyaan Rico langsung mengejutkan Dern yang kemudian menolehkan kepalanya memandang Rico


"Nyaman dong om" jawab Leo ringan


"Nyaman om, tapi Dern aja tuh yang suka nyebelin" celetuk Della


"Oyah,emang bener Dern" Dern langsung menundukkan kepalanya, jujur ia sangat tidak suka ketika ada pembicaraan mengenai dirinya.


"Oya Naila? "


"Eh i i iya om? " Naila sedikit terkejut


"Kamu kan yang hampir jadi korban penculikan, iya kan? "


"Om tau dari mana? "


"Ya dari Dern dong, kan Dern yang liat kejadiannya"


"I iya om, memang bener yang dibilang Dern om"


Kemudian Rico tanpa sengaja melihat pada tangan Dern. Rico terkejut karena ternyata infus Dern sudah tidak terpasang lagi.


"Dern? "semua pandangan tertuju pada Dern


"Iya pah"


"Kemana infus kamu? "


"Udah Dern lepas pah"


"Tapi kamu itu belum pulih jadi kamu belum boleh beraktivitas tanpa mengenakan infus"


"Iya Dern bener kata papah kamu kan baru tiga hari kamu kecelakaan"sela Leo


" Leo aja paham, lagian kamu belum dapet pemeriksaan lanjutan "


"Tapi pah, risih"


"Kalo kamu ga mau papah akan anterin kamu ke rumah sakit mau" ancaman Rico membuat Dern bungkam, karena memang Dern sangat tidak suka dengan rumah sakit juga yang lainnya karena tidak menyangka kalau Rico akan mengucapkan hal itu


"Diamnya kamu papah anggap itu iya"


"Tolong ambilkan infus Dern" pinta Rico pada salah satu penjaga, yang disusul kepergian penjaga itu


Tidak lama kemudian penjaga datang dan langsung memberikan infus itu, lalu kembali ke tempat semula.


"Sini papah pasangkan"


"Iya iyah"Dern pun mengulurkan tangannya


" Om emang om bisa? "


"Bisa dong Del"


Rico langsung memasang infus itu. Leo Naila dan Della hanya bisa melihatnya. Dern merasakan sakit.


"Udah,, inget jangan kamu lepas sebelum dapet ijin dari papah ataupun dari dokter"


"Iya pah iya"


"Dern lo ga ngrasa sakit" tanya Leo


"Dikit" jawab Dern singkat


Naila memberi kode pada teman temannya bahwa sekarang sudah saatnya pulang, Della dan Leo yang mengerti langsung bertindak. Mereka berpamitan pada Rico.


"Om kita mau pulang dulu ya"


"Oh gitu, terus kalian naik apa? "


"Nanti naik taxi om"


"Kalau gitu kalian diantar penjaga aja yah? "


"Ngga usah om, takut ngrepotin"


"Engga kok"


Rico pun memerintahkan salah dua orang penjaga untuk mengantar Leo Naila dan Della.


*) Jangan lupa like and coment ya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2