
"Tadi itu siap Dern? "tanya Dela penasaran
" Bukan urusan kalian"
"Udah dibantuin juga"
"Bukan mau ku"
"Ih nyebelin banget si" gumam Naila
"Lo mau pulang naik apa sekarang? " Naila kembali bertanya
"Iya kan kamu juga baru kecelakaan, masa iya langsung bawa motor lagi" sambung Dela
Dern tidak menjawab sama sekali. Akan tetapi kali ini Dern mengeluarkan ponsel dan menghubungi salah seorang penjaga dirumahnya.
"Jemput saya sekarang juga"
"Kalian tinggal lacak motor saya"
Dern kembali memasukkan handphone nya kedalam saku jaketnya.
"Dern kamu telfon siapa si, nadanya kok kaya bos"tanya Naila ketus
"Penjaga"
"Penjaga? penjaga apa?"Naila kembali meragukan Dern
"Gak"
Tidak menunggu lama, ada mobil hitam yang berhenti tepat dihadapan mereka. Ada tiga orang yang keluar dari mobil itu. Naila dan Dela pikir, itu adalah mobil dan orang yang sama yang menyerempet Dern. Karena itu Naila dan Dela menghalangi jalan mereka agar tidak mendekati Dern.
"Hey apa yang kalian lakukan?! " Dern mencoba berdiri
"Tidak Dern menjauhlah, kami akan menghalangi mereka agar tidak mencelakaimu"
"Hey hentikan"
Dern menarik tangan Naila, Naila tertarik kearah tubuh Dern dan hampir mendekapnya.
Pandangan mereka bertemu, detak jantung mereka seirama cepatnya. Namun semuanya sirna karena Dela merusak momen mereka.
"Ehm"
Dern dan Naila langsung salah tingkah dibuatnya.
"Kalian tidak perlu menghalangi mereka, karena mereka adalah penjaga yang aku minta untuk menjemputku" kata Dern sambil berjalan perlahan
Salah seorang dari mereka membantu Dern berjalan dengan memapahnya.
"Mari saya bantu tuan muda"
"Mm,, kalian berdua"
"Siap tuan muda ada yang bisa kami bantu? " tanya mereka serentak
Naila dan Dela sama sama bertanya dalam hatinya
__ADS_1
'Tuan muda? yang benar saja'
'Loh gua kira dia bukan orang kaya tapi dia punya penjaga, daan apa tadi tuan muda? '
"Salah satu dari kalian tolong urus motor ku, dan satu lagi ambilkan kotak itu untuk aku bawa kembali kerumah" pinta Dern sambil menunjuk pada benda yang dipercayakan pada mereka
"Baik tuan muda"
"Kalian berdua"
"Kami? " tanya Naila dan Dela terheran heran
"Iya kalian, dimana rumah kalian, apa masih jauh"tanya Dern dengan nada dan raut muka sama sama datar namun cool
" Emm kurang lebih kami harus jalan kaki satu kilometer dari sini "jawab Dela
" Ini tuan muda"salah satu penjaga menyerahkan kotak teror ke tiga itu ke Dern, sedangkan satu penjaga yang lain sudah pergi membawa motor Dern
"Tolong antar mereka sampai kerumah masing-masing, pastikan mereka aman"
"Baik tuan muda,. Mari saya antarkan non"
Bersamaan dengan itu pula Dern dengan mobilnya bergegas untuk kembali kerumah. Penjaga menanyakan keadaan Dern setelah meliriknya, karena terlihat Dern sedang menahan sakit yang amat sangat. Apalagi tubuhnya sempat menghantam pohon.
"Maaf tuan muda apa tuan muda tidak apa apa? " tanyanya dengan hati hati
"ssss,,,,, argh,,, ng nggak saya ngnggak ppapa" sambil memegang kepalanya
Darah Dern tiba tiba mengalir melalui pelipis.
Hal itu sontak membuat penjaga tambah khawatir dengan keadaan Dern.
"Dern! apa yang sedang terjadi padamu?! "
"Maaf bos, tadi tuan muda Dern kecelakaan tapi saya tidak tau pelakunya karena saya disuruh untuk menjemputnya setelah kejadian" sambil mendudukkan Dern disofa
"Baiklah sekarang kau boleh pergi" disusul dengan perginya penjaga
"Apa yang sudah terjadi padamu Dern? "
"Ppaahhh ahg,,,, tadi Dern kecelakaan"
"Iya papah tau,,. Tapi siapa yang melakukan ini semua? " Rico kembali bertanya
Pertanyaan Rico hanya dijawab dengan celengan kepala oleh Dern.
"Tapi setidaknya kamu tau ciri cirinya "
"hh aaw agh..... "
"Ya sudah sini papah obatin dulu lukamu. Lihat sampai berdarah" kata Rico sambil membersihkan luka Dern yang masih membekas
"Aw pelan pelan pa ah agh"
"Haha masa seorang agen merengek gara gara luka sekecil ini" timpa Rico dengan ejekan
"Aah papah mah gitu"
__ADS_1
"Nah sudah. Gimana masih ada yang sakit? atau perlu papah panggilkan agen Sherly biar dia yang memeriksamu? "
"Ga ga usah pah Dern ga papa kok, sssh"sambil mendudukkan badannya ke posisi duduk yang sempurna
" Sekarang ceritakan sama papah apa yang sebenarnya terjadi? "
Dern pun menceritakan kronologi kecelakaan yang menimpanya, kemudian mengeluarkan kotak teror ke tiga untuk dibuka.
"Oya pah, Dern dapet kotak lagi"
"Coba kamu buka"
"Iya pah, Dern juga penasaran"
Saat dibukanya ternyata isinya adalah sebuah kotak musik.
"Hah?kotak musik?musik ini? "
"Apa?! Dern singkirkan itu! "
"Kenapa pah aaagh agh hhh ah agh"
Saat kotak terbuka musik otomatis menyala. Memperdengarkan alunan melodi sebuah piano. Melodi itu sangat indah, namun justru membuat Dern merasakan sakit kepala seperti ada ingatannya yang memaksa keluar. Dern terus berteriak kesakitan hingga beberapa penjaga membantu menahan tubuhnya yang sedang berontak.
"Tuan muda.. "
"Tenanglah tuan muda"teriak salah satu dari mereka
Sedangkan Rico mencoba menghentikan melodi yang membuat anak semata wayangnya itu kesakitan. Tapi tidak bisa karena melodi itu tidak akan berhenti sebelum melodi berakhir. Dern semakin berontak memaksa untuk dilepaskan.
" Lepaskan! lepaskan Dern! lepaaas! "
"Tenang tuan muda"
"Sabar Dern papah sedang berusaha"
Melihat Dern semakin tersiksa, Rico semakin emosi. Akhirnya Rico melempar kotak musik ini ke tembok. Namun Dern tak kunjung menghentikan berontaknya. Rico memutuskan untuk membawa Dern dengan paksa ke kamarnya dan segera menghubungi Sherly.
Selang lima menit Sherly datang dengan perlengkapannya, namun saat hendak memeriksa Dern ia kesulitan karena Dern yang terus berontak. Karena itu Dern disuntik penenang. Perlahan Dern mulai lemah dan tak berdaya. Sherly memanfaatkan kesempatan itu untuk memeriksa kondisi Dern.
Sherly mengatakan bahwa Dern mengalami luka yang cukup berat akibat kecelakaan yang ia alami. Kemungkinan Dern harus istirahat 1 minggu untuk memulihkan kondisinya, tapi berhubung Dern sedang menjalankan misi waktu dipersingkat menjadi 2 sampai 3 hari. Rico menyetujuinya karena ia pun khawatir dengan putra tunggalnya itu. Segeralah Rico menghubungi Lily untuk meminta izin agar Dern libur 3 hari untuk memulihkan keadaan.
Kini Dern kembali terbaring dengan infus yang terpasang ditangannya dan mata terpejam.
Malam itu Rico tidur dikamar Dern sambil berjaga. Rico sungguh iba dengan keadaan putranya, Dern. Akan tetapi dalam hatinya Rico juga memendam rasa takut kehilangan putranya. Ia takut wanita yang hampir membunuhnya mengambil Dern kembali. Itulah pikiran yang sedang menghantui dirinya.
Tahukah kalian siapa wanita itu?
Siapa wanita yang bisa membuat Rico, ketua dari para agen elit itu merasakan gelisah?
Wanita macam apa yang mampu melakukannya?
Wanita seperti apa yang bisa menumbangkan seorang agen?
Bukan seorang, tapi dua orang agen sekaligus?
Siapa dia?
__ADS_1
*) Jangan lupa like and coment ya. Terima kasih.