The Young Agent

The Young Agent
Tawanan


__ADS_3

Hening.


Itulah suasana yang ada di kamar Dern setelah kepulangan teman temannya. Dern sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai yang biasa ia kenakan di rumah. Dern sama sekali belum membuka suara. Begitu pula dengan Rico yang masih ragu untuk membuka percakapan dengan putranya. Salah kata maka putranya pasti akan berbuat nekat lagi.


"Dern? " Rico duduk di samping Dern yang sedang tertunduk


"Ehm? "


"Kamu marah sama papah?karena mamah? " tanya Rico dengan hati hati


"Ya udah papah minta maaf. Ayolah Dern kamu jangan kayak anak kecil"


Percuma, Rico tidak mendapat jawaban apapun dari Dern. Rico mulai kesal dengan sikap Dern yang kekanak kanakan.


"Kalau kamu kayak gini terus, papah akan hukum kamu, ngga boleh keluar rumah bahkan kamar selama satu minggu. Mau?! " ucap Rico agak membentak


"Haah satu minggu? papah jahat" Dern membuang mukanya sebagai tanda kekesalannya


"Dasar bocah. Untung anak kesayangan"


"Papah bilang apa? " tanya Dern ketus


"Ngga. Ya kalo kamu ngga mau papah hukum ya kamu jangan kayak gini donk. Kayak anak kecil aja kamu"


"Terserah papah aja lah"


"Dern? Om mau tanya sama kamu"


"Apa om? " Dern masih cuek


"Siapa yang buat kamu kayak gini? " tanyanya


"Eh iya, tadi papah tanya kamu belum jawab"


"Emang penting banget yah pah, om? "


"Ya ampun Dern,, kamu tanya apa penting?! "


"Iya pah, apa perlu Dern ulangin lagi? "


"Aduh,, si anak malah ngga ada takut takutnya, nyawa hampir ilang juga pake nanya apa penting?" ucap Rico sambil menepuk jidat


"Dern jelas ini penting, kamu aja sampe kaya gini gara gara mereka"


"Iya udah iya Dern kasih tau. Jadi yang lakuin ini semua ke Dern adalah,,,,, "


"Siapa? "


"Yah siapa lagi kalau bukan Tiger Black" jawab Dern dengan santuynya


"Kok bisa sih,, emang kamu ngga bisa lawan mereka apah? "


"Bisa pah, tapi tadi itu pistol Dern ketinggalan di markas. Sebenernya Dern juga udah ngelawan tapi cuma bisa kabur soalnya Dern capek. Dern sempet bebas tapi malah ada yang ngelempar pisau jadi kena lengan Dern deh" jelas Dern tanpa ada rasa takut


"Awas aja kalian" gumam Rico


"Ngga usah dipikirin pah. Palingan dia juga udah mati"


"Lah kok bisa?! " tanya Eric


"Ya soalnya mereka pernah bilang kalo Dern kenapa napa mereka yang bakal mati di tangan bos mereka walaupun Dern cuma luka kecil"


"Ooh gitu"

__ADS_1


"Pah? "


"Iya ada apa Dern? "


"Apa mungkin mamah masih sayang sama Dern? "


"Memangnya kenapa Dern tanya kayak gitu? "


"Ya ngga papa om, Dern cuma,,,, "


"Pengin tinggal sama mamah kamu yang jahat itu? iya? " Rico memotong ucapan Dern


"Ngga pah Dern cuma mau keluarga Dern bisa bersatu lagi. Papah mau kan? "


"Maafin papah yah Dern, papah ngga bisa"


"Tapi pah,, kenapa? "


"Ya karena papah sama mamah kamu itu berbeda"


"Apanya pah yang beda? apa karena mamah penjahat? apa karena papah seorang agen? atau mungkin karena mamah jahat? jawab pah! "


"Itulah jawaban papah" tukas Rico


"Jadi kalo mamah berubah papah maukan balikan lagi sama mamah? kalo gitu Dern akan buat mamah berubah"


"Dern mamah kamu itu,,, "


"Apa pah?! mamah apa?! " tanya Dern dengan wajah pucat yang mulai merah marah


"Cukup Dern!!! " Gertak Rico membuat Dern tertunduk


"Selama satu minggu kamu ngga boleh keluar rumah karena selama itu kamu harus beristirahat. Kalo kamu ketawan keluar rumah papah ngga akan segan segan bertindak kasar. Ngerti kamu?!! "


"Eric kali ini aku sendiri yang bertindak ke Dern jadi kamu jangan ikut campur"


"Terserah lah" Eric pun keluar kamar Dern, hendak pulang


"Kamu ngerti Dern?!! " Dern mengangguk tanda menjawab pertanyaan ayahnya dengan mengiyakannya


"Dan dua minggu ke depan, papah juga akan ambil fasilitas yang papah kasih kekamu"


"Loh ngga bisa gitu donk pah" ucap Dern ngegas sambil mencoba untuk berdiri


"Aarggh aduh aww" rintih Dern


"Penjaga penjaga!! "


"Iya bos"


"Ada apa bos memanggil kami? "


"Kalian jaga Dern jangan sampai kabur. Saya akan kembali ke markas"


"Baik bos kami akan jaga tuan muda seperti anak sendiri"


Rico mulai beranjak melangkahkan kakinya keluar.


"Pah tunggu pah,,, Pah! papah ngga bisa lakuin ini ke Dern pah" Dern berdiri dan berniat untuk mengejar Rico


"Pah! papah! "


Brukkk....

__ADS_1


"Aduuh,,"


"Tuan muda, mari kami bantu"


"Iih tapi Dern itu bukan anak kecil Dern bisa sendiri tau" ucap Dern dengan polosnya sampai membuat para penjaga tersenyum lebar


"Pokoknya nanti Dern mau ke markas" tukas Dern lalu melipat dua tangannya di depan dada


"Maaf tuan muda tapi kami tidak bisa membangkang pada bos besar"


"Ya udah deh.... aaaaghhh aargh tol... " Dern pun jatuh pingsan


"Tuan? tuan muda? duh gimana nih, kalo bos besar tau,,, mati konyol kita"


"Udah ayok kita angkat aja ke ranjangnya"


Saat mereka membungkukkan badan hendak mengangkat Dern tiba tiba Dern terbangun.


Buk.. bukk....


Kedua penjaga langsung tergeletak dilantai menahan sakitnya pukulan dari Dern. Yah,,, sebenarnya Dern hanya berpura-pura saja agar bisa bebas dari para penjaganya.


"Maaf om, tapi Dern harus pergi bersama papah" ucap Dern lalu bergegas pergi


"Tuan muda?! tuan jangan pergi tuan., "


Dern menuruni satu persatu anak tangga.


"Loh kok sepi? apa mereka pergi sama papah? "


"Ya udah deh mending cepet pergi, daripada om penjaga ngejar aku lagi"


Dern pergi ke garasi untuk mengambil motornya.


"Akhirnya bebas" Dern berjingkrak sambil memakai jaket penyamarannya


"Loh loh loh,,, ini kok kuncinya ngga ada"


"Jangan jangan di makan kucing"


"Atau mungkin,,,,,, hah! papah! " Dern turun dari motor bergegas kembali kerumah


Dern masih gelisah memikirkan kuncinya. Tiba tiba ada yang memanggil Dern dari belakang.


"Wah wah wah,, Dern kamu memang sangat cerdik dan licin" Mendengar hal itu Dern membalikkan badannya


"Pap papaa hh? " Dern yang terkejut dengan Rico yang ada dihadapannya langsung diam menunduk


"Kamu mau ke mana? cari kunci motor yah? kan papah udah bilang bakal tarik fasilitas dulu"


".... "


"Sekarang kamu diem, papah udah bilang ngga usah pergi kan kondisi kamu masih lemah. Ya udah sekarang kamu masuk dan istirahat"


"Ngga pah, Dern mau ikut sama papah aja. Emangnya Dern tawanan apa? satu minggu dikurung si kamar" rengek Dern


"Ngga Dern keputusan papah udah bulat. Penjaga bawa Dern ke kamarnya"


"Ngga pah Dern masih mau nyelesein misi ini pah"


"Ngga, .penjaga ayo lakukan sekarang"


'Maafin papah ya Dern, papah belum bisa buatin keluarga kita bahagia'

__ADS_1


Dern terus dibawa paksa oleh beberapa penjaga menuju ke kamarnya.


__ADS_2