
"Kita kecewa sama kamu! Ternyata kamu memang egois, "
"Kamu berubah, "
Apalagi sekarang? Siapa? Siapa yang egois? Siapa yang berubah?
"Apa-apaan si kalian? Dateng marah-marah! Aku lagi buru-buru dan aku sibuk, jadi jangan buang-buang waktu lagi! "
"Kamu yang apa-apaan si Ric! Kamu berubah tau ngga?! Kamu egois!! Mana Rico yang aku kenal? Rico yang selalu ada untuk anaknya?Dern butuh kamu, Rico!, "
"Kau berubah Ric. Kenapa? Sudah berminggu-minggu kau seperti jauh dari Dern. Apakah hari ini kau sudah bertukar salam padanya? Bahkan untuk bertatap muka saja aku ragu. "
"Tempo hari kulihat tengah malam anakmu kedinginan terlelap di sofa hanya untuk menunggu seorang ayah yang sedang menikmati hidupnya sendiri bersama sialan itu, "
"Eric!!! Kau-"
"Apa?! Aku kecewa padamu Ric. Kau dengar?! Aku kecewa!! Anakmu itu. Anak berusia lima belas tahun yang kehilangan keluarga utuhnya selama sepuluh tahun. Dia butuh kasih sayangmu, tapi kau sibuk de urusanmu sendiri tanpa memiki anakmu yang kesepian. Dia menjadi agen bukan tanpa alasan. Dia menjadi agen agar bisa selalu bersama dirimu. Dia juga butuh sesuatu agar bisa melupakan kesepian yang ia rasa. "
"Dengarkan ini! Anakmu sedang membutuhkanmu! Dia kesepian! Jangan melakukan sesuatu yang akan menghancurkan kalian sendiri! Kau bahkan belum lama mengenal dia, dan kau lebih memilih dia daripada anakmu sendiri?!, "
"Memang kenapa?! Aku juga ingin bahagia! Toh Dern akan mendapatkan sosok ibu lagi dan keluarga yang lengkap. Dari awal juga dia yang menginginkannya, sekarang aku akan memberikannya, "
"Terserah apa yang kau mau lakukan! Tapi akibatnya kau sendiri yang harus bertanggung jawab. Ayo semuanya, lebih baik kita ke markas sekarang, "
Rico hanya ingin bahagia. Apa itu salah? Tidak, itu tidak salah. Hanya caranya yang salah. Sayangnya Rico telah dibutakan dari segala kritikan. Sekarang? Siapa yang menjadi korban. Tentu saja Dern. Orang yang sedari tadi menguping pembicaraan--ah bukan lebih tepatnya sidang terhadap terdakwa Rico. Iya begitulah.
Wait!!
Sepertinya ada kata yang harus ditekankan sekali lagi. Apa? Menguping?.
Yah,,,. Jadi memang sedari awal niat Dern akan berkumpul dengan teman-temannya. Mendengar percakapan para orang dewasa itu membuat Dern menghentikan langkahnya terpaksa untuk mendengar lebih banyak lagi. Dan,,,,,
Boom.....
Dern sudah mengerti sekarang. Selama ini, selama hubungan mereka renggang ternyata karena ayahnya sudah menemukan kebahagiaannya sendiri. Apa Dern harus senang? Bahagia? Sedih? Atau kecewa?. Dern rasa kecewa lebih tepat dengan suasana hatinya saat ini.
Tapi Dern sadar. Selama ini ia sudah banyak menyusahkan orang tuanya. Ia bahkan belum bisa membuat ayahnya bahagia. Mungkin ini saatnya. Ayahnya akan bahagia sekarang. Ayahnya menemukan orang yang akan menjadi pelengkap kehidupan ayahnya. Bagaimana dengan impiannya? Berarti itu hanya akan menjadi mimpi. Tapi ia tak rela. Dadanya kini mulai bergemuruh. Entah sejak kapan pipinya sudah banjir dengan air mata. Bolehkah? Bolehkah ia egois?. Ia hanya ingin keluarganya yang dulu. Bukan. Bukan keluarga yang baru. Senyum getir terbentang oleh bibir merahnya. Pikirannya mulai melayang. Bagaimana jika nanti keluarga barunya tidak sesuai harapannya? Bagaimana jika ayahnya itu melupakannya?.
__ADS_1
Terserah. Dern memilih melanjutkan niat awalnya yang sempat tertunda. Berkumpul dengan temannya di markas. Yah memang fasilitas milik Dern sudah dikembalikan sekaligus sebagai hadiah kenaikan kelasnya. Itupun lewat Eric. Dengan kata lain Rico tidak memberikannya langsung. Sudah lama Dern tidak mengikuti misi. Sejak BT pasif. Izinnya masih belum dikembalikan.
Hari ini adalah hari spesial untuk Leo karena hari ini adalah hari ulang tahunnya. Mereka memilih untuk merayakannya di markas. Masih ingat markas mereka bukan?. Baiklah mungkin perlu diingatkan. Markas mereka tidak jauh dari sekolah mereka dan hanya sebuah rumah tua. Walaupun begitu mereka sudah banyak merenovasinya agar terlihat layak, tentunya dengan fasilitas yang membuat nyaman. Bisa dibilang itu adalah rumah kedua bagi mereka. Mereka akan menyempatkan diri berkumpul disana untuk menikmati waktu luang.
"Ck! Mana nih si es batu?! Dia yang ngajakin kesini malah dia yang telat, "
Maklum saja kalau Naila menggerutu. Pasalnya waktu sudah lewat lima belas menit dari perjanjian dan Dern belum sampai juga.
"Sabar elah Nai. Ini kan juga acaranya Leo, kenapa malah lo yang ngga sabaran. "
"Beno beno,,, lo kaya ngga tau Naila aja. Dia itu nunggu orang yang kesayangannya bukan acaranya. Ya ngga Nai,, "
"Diem aja lo Fan!"
"Oke oke santai aja Nai,, calm down, "
"Woy brother! Lama amat lo, " Serunya saat sudah sampai pada Dern, sedangkan yang lain hanya tersenyum.
"Sorry aku tadi\-\-, "
"Nah loh. Es batu lo nangis ya? Ngaku lo? Kenapa lo nangis? "
"Apaan si Nai. Ak\-aku ngga nangis kok, tadi aku kelilipan dijalan waktu lupa kaca helmnya ngga ditutup, "
"Tapi ko\-\-"
"Udah udah. Leo selamat ulang tahun ya. Do'a terbaik deh. Nih hadiah buat kamu. Buat saudaraku tersayang, " Kata Dern sambil menyodorkan kotak hadiahnya
"Wah makasih loh Dern."
"Widih dapet oy dari tuan muda. Tapi monmaap neh. Kok kecil amat yah. Lebih gede punya gua padahal punya gua hadiahnya paling kecil, "
__ADS_1
"Banyak bacot lo Ben. Punya lo emang lebih besar tapi isinya cuma sandal doang yang harganya cuma lima belas ribu. Jangan sombong deh, "
"Hahaha,,, kalian bisa aja. Tapi maaf ya Le kalo kamu ngga suka. Tapi kamu bisa minta ganti kok, "
"Udah ngga papa, gua pasti suka kok. Boleh kan gua buka? "
"Boleh donk itu kan udah buat kamu, "
"Udah buruan Le, gua udah ngga sabar nih. "
"Ho'oh kira\-kira apa ya isinya?, "
Leo mulai membuka kotaknya. Didalamnya ada sebuah kunci.
"Ini lo ngasih kunci? Buat apa Dern?, " Tanya Beno
"Itu kunci motor. Disitu udah ada kertas gambar motornya. Coba liat, kalo ngga suka nanti aku ganti, " Leo hanya menurut, sejujurnya ia masih cengo. Didalamnya ada gambar Ninja Hijau. Lengkap dengan jaket yang limited edition warna hitam pekat corak hijau juga. Alasan kenapa Dern memberinya serba hijau karena Dern tau itu adalah warna kesukaan Leo.
"Wiiih gila. Inimah keren abis. Lebih keren dari punya kita. Iya ngga Fan?, "
"Yoi, " jawab Refan santai
"Gua suka banget Dern. Ini kan emang warna kesukaan gua, pasti lah gua suka. Thank's bro, "
"Iya. Dan untuk motornya udah ada di rumah kamu. Nanti kamu pulang pasti udah ada motornya. "
"Gila. Emang ya, tuan muda kita mah kagak main\-main kasih hadiahnya. Besok kalo gua ulang tahun gua minta mobil ya Dern, " celetuk Beno yang dihadiahi jitakan sayang dari Refan
"Om Rico ngga marah sama lo es batu? Motor itu bukan barang murah loh, "
"Ngga lah. Aku beli bukan pake uang papah. Tapi emang uang aku sendiri. Lagian dari dulu kan emang ini yang Leo pengin. Iya kan Le? "
"Ternyata lo inget Dern. Gua terharu banget sumpah. "
"Ya udah. Sekarang kita ke acara intinya aja. "
"Makan\-makan! Yuhuuu! " Pekikan Beno membuat yang lain hanya geleng\-geleng kepala.
__ADS_1