The Young Agent

The Young Agent
Konyol....


__ADS_3

Awan hitam mulai menggelar meluaskan jangkauan. Siang ini justru seperti menjelang malam. Semilir angin yang menyerempet kulit menghantarkan dingin hingga ketulang.


"Jadi? Es batu beneran agen? " Suara Naila memecah keheningan


"Iyups. Emang kenapa Nai? "


"Ternyata dugaan kita selama ini benar guys. Pantes aja dia misterius banget,"


"Jadi kalian udah pada curiga? , "


"Iya Ben. Lo aja yang ngga tau. Dern itu emang dari awal mencurigakan. Dari pertama Dern nolongin Naila waktu hampir diculik sama itu, apa namanya? Oh ya Black Tiger. "


"Ooh jadi waktu itu gagal karena Dern, huft untung aja, "


"Lo tau Fan masalah ini? "


"Iya tau. Terus apa lagi? "


"Banyak si. Dari beladiri yang jago. Aura intimidasi yang kuat. Nah yang paling kita kagetin itu yang baru baru ini ya kan? " Celoteh Leo diakhiri menatap Naila dan Della


"Iya. Yang waktu seminggu kemarin itu, yang Dern diserang sama tiga orang. Lukanya parah karena ada luka tusukan di lengan kanan. Pecahan kaca dan luka sayatan di tangan kanan. Kalian waktu itu ngga liat gimana Dern waktu diobatin, huuh kita aja sampai merinding. "


"Emang gimana Dell? "


"Nih ya Ben. Waktu Dern lagi mau di obatin kan Dern udah sadar abis pingsan sebentar. Nah harusnya kalau mau obatin lukanya, Dern di bius dulu. Eh malah obat biusnya kagak ada. " Semua tampak tegang,


"Yah lo bayangin aja. Gimana rasanya pecahan kaca di cabut dari kulit kita saat sadar. Plus dijahit juga, nah gimana coba? "


Refan dan Beno sudah bergidik membayangkannya,


"Sakit donk? " Tanya Beno dengan tampang tak berdosanya


"Yaelah nih anak pakek nanya. Sakit lah. Dern sampe teriak-teriak minta berenti. Iih gua aja yang liat pengin nangis. Ga tega gua sama kembaran gua, "


"Jadi separah itu? Pantes aja,, "


"Kenapa Fan? Emang ada yang salah sama lukanya es batu? " Disetujui oleh Della dan Leo dengan anggukan


"Iyalah. Gua tadi bilang kan? Kalo ada yang lukain Dern sedikit aja, yah seap-siap aja dia tidur dalam tanah--eh maksudnya dalem perut piaraan bos."


Refan menjeda, melihat temannya yang sudah sedikit pucat,


"Yah waktu gua sampe di markas si gua liat orang yang lempar pisau ke Dern udah dapet tusukan samurai. Terus lagi dipapah sama temennya buat dijadiin empanan piaraan bosnya. Yah gua kadang heran ama si bos, mau nangkap orang tapi kagak mau nyelakain orangnya. Apalagi itu orang eh maksudnya itu anak termasuk agen. Overprotective tapi kok ke musuh, heran kan? "

__ADS_1


"Woww,,, sampe segitunya hukuman yang dikasih sama bos lu buat orang yang nyelakain Dern? Kayak orang tua ke anak aja, " Celetuk Beno yang sedari tadi diam


"Iya katanya gini 'setetes darah Dern itu sama kaya nyawa kalian, atau bahkan ngga ada apa-apanya. Jadi siap-siap aja' . Jadi ya gitulah, gua juga awalnya ngira kalo Dern anaknya bos. Tapi setau gua bos ngga ada tuh punya pasangan. "


"Bos lo perempuan? "


"Iyups, tapi kayak iblis dianya. "


"Wah hebat juga yah perempuan bisa jadi pemimpin komplotan jahat nan sadis, "


"Sebenarnya si itu yang lagi gua bingung. Bos itu sadis, licin, licik and picik guys. Gua ga yakin kalo setelah ini hidup gua baik-baik aja, setelah lepas dari kepemimpinannya. Ada rasa takut si, apalagi kalo nanti om gua keseret juga. "


"Jadi lo ragu Fan? "


"Engga Ben, gua ngga ragu. Kan gua udah bilang kalo ini keputusan mutlak. Cuma gua lagi mikirin cara supaya bisa lindungi om setelah ini. Gua yakin bos ngga ngelepas gua gitu aja. Belum lagi kalo ada agen yang nangkap gua, "


"Kenapa lo ngga minta bantuan ke agen aja, ketuanya Dern kek. Maksud gua lo coba jelasin ke dia kalau lo udah keluar dari komplotan penjahat itu, supaya lo bebas dari kejaran mereka. "


"Kenapa juga lo ngga minta bantuan es batu buat ajarin bela diri. Setidaknya lo bisa lawan mereka nanti,"


"Mungkin gua bisa coba. Thanks all."


"Iyaaa, yaudah mending kita pulang aja yuk, ini udah mendung gua takut nanti malah kehujanan. Lah nanti kita masukin nomornya Dern ke group WA,"


"Nah, ide bagus tuh. Ya udah nyok. "


____________________


"Mari tuan muda, " Penjaga dengan sigapnya melayani Dern yang baru sampai di mobilnya dengan membuakakan pintu belakang


"Hnm makasih, " Dern memberikan tasnya pada penjaga dan dengan kecepatan kilat diterima oleh penjaganya


"Silahkan tuan, "


Dern memasuki mobilnya dan segera pulang. Jujur saja, saat ini ada yang begitu mengganggu pikiran Dern. Tapi ia segera menyingkirkan pengganggu itu. Entahlah mungkin itu yang membuatnya jadi bertambah drop. Matanya terasa berat. Tubuhnya juga sudah lelah. Saat ini yang ia butuhkan adalah tidur dan istirahat. Sejenak ia pejamkan mata hingga tertidur cukup lama. Setidaknya sampai rumah.


"Eh, bangunin tuh tuan muda. Ketiduran dia, kayaknya capek banget. Ngga biasanya dia tidur diperjalanan pulang. "


"Lo aja dah. Gua mana berani, "


"Ck! Elah nimbang bangunin aja susah banget, "


"Tap-, "

__ADS_1


"Engh,,, "


Dern masih mengerjapkan matanya untuk memperbaiki pandangannya yang sedikit kabur. Kepalanya serasa pening, mungkin dia harus segera melanjutkan tidurnya.


"Tuan kita sudah sampai, "


"Iya, "


Dengan langkah gontai Dern masuk ke dalam rumah dan segera membanting tubuh ke sofa guna melanjutkan tidurnya yang tertunda. Para penjaga hanya mengawasi dan menatap bingung. Mereka tentu takut jika mengusik tidur anak didepannya itu. Mungkin mereka harus kehilangan salah satu inderanya. Memikirkan saja membuat ngerti.


Dern yang sudah terlelap, mungkin tak sadar kalau ia sedang berada di sofa ruang tamu. Bergulang gulinglah dia yang sedang terjebak dalam alam mimpinya. Para penjaga mulai siaga takutnya nan-,,,,


"Awww,,, "


Terlambat. Karena Dern sudah lebih dulu mencium lantai dilengkapi punggungnya yang sempat menabrak meja.


"Dasar meja, kurang kerjaan ya kamu?!"


Teriakan Dern membuat para penjaga menahan tawanya akibat kekonyolan tuan muda mereka. Sedangkan Rico, Sam, Lily, dan Eric yang baru tiba langsung berlari kesetanan memasuki rumah. Dan apa yang mereka lihat? ,


"Kalo ngga ada kerjaan didalem keluar sana! Ganggu orang lagi tidur! Kalo ngga bisa ya ngapain gitu, meja punya kaki kok ngga di pake! Kenapa diem aja hah?! Ngga bisa jawab?! Mau aku banting aja sekalian biar ngga ganggu lagi orang tidur?! Dasar! "


Dern berjalan dengan hentakan kakinya yang menandakan dia sedang kesal. Sambil menggerutu tidak jelas, yang akhirnya,


Bruk,,,


Kini komplit sudah kesialan Dern. Tadi jatuh kepentok meja, eh sekarang malah jatuh kesandung karpet.


"Aarg.... Karpet ngga berguna! Kalo cuma buat jatuhin orang, ngga usah pakek tiduran dilantai!! Mending pergi deh, gulung tikar! Eh gulung diri!! Kalo perlu mati aja! Mau aku anterin ke neraka?! Dasar! Ini lagi lantai, sehari udah seneng banget buat badanku ancur remuk!! Mau aku hajar hah?! Kalo sampe bikin aku kesel lagi, aku retakan semua!! Ooh aku hancurin aja sekalian sama meja dan karpetnya. Kalian dengar kan?! Awas aja kalian, abis sama aku. Hahahahha!! " Tawanya hingga menghilang dibalik pintu kamarnya


Kini para penjaga hanya cekikikan. Ada yang hanya cengo, ada juga yang takut. Apakah tadi itu tuan muda? Itulah yang dipikirkan mereka sejak tadi. Mereka yang cekikikan menganggap ini seperti lelucon kekonyolan tuan muda mereka. Bagi mereka yang cengo, tidak menyangka Dern bisa bertingkah sangat konyol bahkan nyaris rada-rada. Dan untuk yang takut, mereka pikir Dern sedang kesetanan dan akan mengobrak-abrik rumah.


Untuk Rico, Sam, Lily dan Eric?,,


"Ric, kamu ngga salah kasih obat kan? Atau Dern lagi kesambet? "


"Dia lagi kenapa si? Ric lo tau? "


"Itu anak lagi PMS apa gimana si, kelakuannya malah tambah ngawur nglantur."


"Dern masih waras kan? "


Rico? Entahlah. Wajahnya shock cengo ditambah prihatin.

__ADS_1


"Engga. Dia cuma lagi kecapean. Dia sering kaya gitu kalo lagi capek banget dan kurang istirahat, pikiran kacau juga. Tapi ini yang paling parah si. "


*) maaf untuk typo... hehehe


__ADS_2