The Young Agent

The Young Agent
Sebuah Janji


__ADS_3

Setelah mereka mendiskusikan taktik yang akan digunakan dalam menjalankan misi, Rico meninggalkan ruangan pertemuan disusul oleh agen yang lain.


Rico menuju kamar Dern untuk memberi tahukan hasil pertemuan bersama dengan dua pengawalnya. Tentu saja dalam hati Rico masih terpendam keraguan yang amat sangat, ia mencoba untuk bersikap profesional.


°Kamar Dern°


Dern terlihat masih sangat gelisah memikirkan keikutsertaan dirinya dalam misi. Bahkan makan siangnya pun masih utuh diatas meja dan sama sekali tidak ada yang berkurang.


Selang beberapa waktu pintu kamar Dern terbuka, dan itu sedikit mengejutkan Dern. Terlihat ada tiga orang yang memasuki ruangan, saat sudah dalam ruangan dua orang keluar dan tertinggal lah satu orang. Pintu pun tertutup.


"Papah,,, "


Dern berusaha untuk merubah posisi bersandarnya menjadi posisi duduk sepenuhnya.


Rico mendekati Dern dengan langkah kaki yang terdengar sangat mantap, menuju ranjang Dern. Rico menatap Dern dengan perasaan iba. Dalam hatinya itu, tidak tega melihat putra semata wayangnya itu terbaring lemah karna bebannya sebagai agen. Belum cukup sampai disitu sekarang Dern harus mengikuti misi dengan kondisi yang amat sangat memprihatinkan.


"Bagaimana dengan hasil dari pertemuan tadi pah?? "tanya Dern yang sungguh penasaran


" Hm? haha"


"Kenapa papah malah tertawa seperti itu, apa ada yang lucu dari perkataanku"


"Tidak Dern papah cuma bingung sama kamu"


"Papah bingung kenapa? "


"Ya papah bingung aja gitu kamu, masih dalam keadaan sakit pun masih memikirkan misi. Bahkan jika agen lain yang sudah lebih dewasa dari kamu pun mungkin tidak seprofesional kamu"

__ADS_1


Dern hanya tersenyum dengan ucapan ayahnya itu, mungkin ia malu karna dibandingkan dengan agen lain.


"Mmm dari pertemuan tadi, kami putuskan untukk,, "


Rico kembali ragu dengan apa yang akan ia katakan, hingga ia menjedanya


"iyyaaaahhh,,, "


Dern tampak lebih penasaran dengan apa yang akan ayahnya katakan


"Jadi untuk misi kali ini, kamu akan mengikutinya"


"kamu akan menyamar menjadi seorang murid disebuah sekolah yang letaknya ditengah kota, mencari tau tentang komplotan penjahat yang menjadikan anak seumuranmu menjadi target penculikan. Kamu juga akan didampingi oleh agen Lily yang nantinya akan menjadi wali kelasmu serta beberapa agen yang memantau keadaan sekitarmu" jelas Rico panjang lebar


"Jadi Dern apakah kamu sudah siap untuk misi ini? "


Dern tampak sangat bersemangat


"Dern,, "


"iya pah? "


"Papa minta kamu berjanji kalau kamu tidak akan membahayakan diri kamu sendiri dan kamu juga harus pandai pandai menjaga diri. Papah tidak mau kejadian seperti kemarin terulang kembali"


"Iya pah Dern janji, jadi kapan Dern akan mulai misi ini? "


"Besok kamu harus sudah siap, dan papah juga sudah urus kepindahan sekolah kamu. Dan itu artinya kamu harus cepat sembuh"

__ADS_1


"Baik pah, Dern akan lakukan semua arahan dari papah"


Rico kembali menyandarkan kepala Dern ke bantalnya.Tanpa sengaja Rico melihat bubur untuk makan siang Dern yang masih utuh diatas meja disamping ia berdiri.


"Dern,, kenapa kamu tidak makan makanan kamu"


"Dern ngga nafsu makan pah, Dern rasanya mau mual"


"Tapi Dern kalau kamu tidak makan kamu tidak akan cepat sembuh, dan kalau kamu belum sembuh papah tidak akan mengizinkanmu untuk ikut dalam misi"


Rico mengambil bubur tersebut dan berniat untuk menyuapi Dern.


"Ayo papah suapin, kamu harus makan walaupun hanya beberapa suap supaya kamu bisa minum obat"


Namun tampaknya Dern tidak dapat terbujuk oleh rayuan Rico. Dern tetap membungkam mulutnya agar bubur itu tidak sampai ke mulutnya.


"Ok kalo kamu ga mau makan"


"Berarti izin kamu untuk ikut dalam misi akan papah cabut"


Rico hendak menaruh bubur itu kembali dimeja. Namun justru dihentikan oleh Dern.


"Eh tunggu dulu pah"


"Ya ok ok,, Dern mau makan tapi sedikit aja ya pah"


Baru dua suap bubur yang masuk dalam mulut Dern, tiba- tiba...

__ADS_1


*) like and coment ya untuk liat kelanjutannya. Terimakasih


__ADS_2