
"Selamat datang bos"
"Sudah lama kami menunggu"
"Ya,,, jadi kalian sudah mendapatkan gadis yang akan kita jual? " tanya bos yang diketahui Bara namanya
"Iya bos kami sudah mendapatkan mereka,, jadi apa kita langsung bawa saja mereka? "
"Ya mungkin itu lebih baik"
Mereka pun beranjak membawa para sandra. Saat hendak membawa mereka, Bara justru memanggil, yang membuat langkahnya terhenti.
"Tunggu dulu"
"Iya bos ada apa? "
"Sebelum kalian pergi,, kalian pasti belum tahu ataupun mengenal pemuda yang ada di samping ku ini? "
"Memangnya dia siapa bos"
"Apakah dia adalah anak bos atau kerabat bos"
"Hahaha,,, tentu bukan"
"Lalu siapa dia"
"Baiklah, kau perkenalkan dirimu" pinta Bara
"Baiklah,,, perkenalkan nama ku Refan. Aku adalah mata mata kalian"
Yah, dia adalah Refan. Salah satu anak yang tidak menyukai Dern. Itulah mengapa Dern sangat terkejut saat melihatnya.
"Hah! apah?! "
"Apa benar bos dia adalah mata mata kita? "
"Memang iya, bahkan bos besar Anggun sendiri yang merekrutnya. Aku tahu kalau kalian pasti tidak percaya dengan dia karna dia itu masih anak kecil bukan? " pertanyaan Bara hanya di tanggapi dengan anggukan dari anak buahnya
"Dia memang anak kecil, tapi kemampuannya untuk mengintai sudah tidak perlu diragukan lagi. Yah walaupun kemampuan bela dirinya sama sekali tidak ada apa apanya"
"Aku akan menyampaikan sesuatu pada kalian" ucap Refan
'Jadi benar kalau mamah lah dibalik semua ini dan dia juga merekrut Refan untuk dijadikan mata mata,aku sungguh kecewa. Tapi apa yang akan Refan sampaikan, aku sungguh penasaran'batin Dern
Dern sangat penasaran dengan sosok Refan, karna ia sama sekali tidak menyangka kalau Refan adalah seorang mata mata. Namun, kali ini keberuntungan tidak berpihak pada Dern karena waktunya melakukan pengintaian sudah habis dan ia harus kembali ke markas yang tidak lain adalah rumahnya sendiri untuk mengikuti pertemuan antar agen.
'Ah sialan, waktuku habis. Aku akan mencari tahu tentangnya besok saat di sekolah. Yah aku harus segera kembali kerumah' tanpa pikir panjang Dern pun langsung pergi menuju motornya. Namun ditengah jalan ia melihat ada beberapa penjaga yang berkeliaran,Dern pun kembali bersembunyi. Saat sudah aman Dern kembali melanjutkan langkahnya, tapi Dern menduga kalau ia akan terlambat dalam pertemuan.
Dern langsung memacu gas motornya agar ia tidak terlambat untuk pertemuan. Waktu hanya tinggal 5 menit, dan itu artinya sekuat apapun Dern memacu gas motornya Dern tetap akan terlambat.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain Refan sudah siap untuk menyampaikan informasi pada komplotan penjahat yang berada dibawah kepemimpinan Anggun yang tidak lain adalah Ibu dari Dern. Refan memang salah satu agen terpercaya Anggun karna memang ia sangat setia dan ia juga sangat dekat dengan Anggun. Akan tetapi walaupun begitu, Refan tidak mengetahui rahasia siapa sebenarnya Anggun.
"Bos besar meminta kita untuk berkumpul, nanti malam tepat jam 19.00,di markas pusat"
"Memang ada apa bos besar meminta kita untuk berkumpul bos? "
"Aku juga tidak tahu, aku baru tahu setelah Refan yang memberi tahu"
"Begini, mungkin bos besar akan membicarakan tentang perkembangan kita. Karena jika aku perhatikan, kita sedang mengalami masalah. Beberapa cabang yang lain gagal mendapatkan korban, karena ada pengacau yang diduga adalah.... "
"Apa maksudnya adalah"
"Yah, sekarang ini sepertinya kita sedang terancam oleh para agen"
"Baiklah nanti kami akan segera berkumpul di markas"
"Baiklah kalau begitu aku permisi"
"Baik"
Refan pun keluar dan segera pergi dengan motornya. Namun tidak tahu mengapa, tiba tiba terbesit pikiran tentang Dern. Refan sungguh membenci Dern, ia berniat untuk membunuh Dern.
°Rumah Dern°
Dern sudah memasuki area parkir bawah tanah khusus untuk para agen. Tidak semua orang bisa masuk kedalamnya karena harus menggunakan tanda pengenal atau ID card sebagai agen. Dern sedikit gugup karena kali ini Dern terlambat 7 menit, dan itu sudah terlambat jika bagi seorang Dern.
Dern mulai berjalan menuju markas bawah tanah yang biasa dipergunakan untuk pertemuan yang benar-benar rahasia. Tidak main main di setiap sisi sudah ada kamera pengintai yang jika ada orang yang bukan seorang agen maka alarm penyusupan akan berbunyi.
Sesuai dugaan, didalam sudah ada beberapa agen yang menunggu tidak terkecuali dengan Rico yang merupakan ketua sekaligus ayah Dern. Langkah demi langkah Dern tak luput dari pandangan para agen. Sampai akhirnya Rico meluncurkan sebuah pertanyaan.
"Agen Dern, kenapa kau bisa terlambat? kau tahu bukan kau lah yang membawa kita untuk berkumpul kali ini karena kau yang memegang informasi"
"Maaf ketua tadi ada sedikit kendala" jawab Dern dengan mantapnya
"Maaf ketua tapi mungkin kita bisa memulai rapat kita, karena Agen Dern pun sudah ada disini, jadi mungkin lebih baik jika kita tidak menundanya lagi" sela Sam
"Baiklah Agen Dern, silahkan ambil posisimu dan sampaikan pada kami apa informasi yang sudah kau dapat"
"Baik ketua"
Dern segera mengambil posisinya dan mulai melepas alat alat yang digunakannya untuk melakukan pengintaian serta menyimpan data.
"Baik jadi dari pengintaian yang sudah saya lakukan, memang gedung TIGER adalah markas mereka. Akan tetapi,,, " ucapan Dern terpotong karena ada panggilan masuk ke HP Dern
'Ya ampun aku lupa dengan nada dering HP ku, dan sekarang Leo malah telpon huuh pasti papah bakal,,, '
"Agen Dern?! " tukas Rico yang membuyarkan lamunan Dern
'Tuh kan bakal kena omelan nih'
__ADS_1
"Maaf ketua" Dern langsung memutus panggilan Leo
"Baik saya lanjutkan. Seperti yang saya katakan bahwa gedung itu adalah markas dari komplotan penjahat yang sedang menjadi incaran kita. Akan tetapi itu hanyalah markas kecil dari mereka jadi kemungkinan masih ada banyak markas yang lainnya termasuk markas pusatnya, karena dari pembicaraan mereka beberapa anggota dari mereka mengatakan bahwa bos besar mereka akan melakukan pertemuan di markas pusat mereka."
"Lalu apa ada petunjuk mengenai markas pusat mereka mungkin Agen sudah mendapat informasi " tanya agen Lily
"Untuk markas pusat belum ada petunjuk apapun"
"Dan siapa bos besar mereka"tanya agen Sherly yang seketika membuat Dern bimbang untuk mengatakannya
" Agen Dern? Agen Sherly menanyakan siapa bos besarnya, apa kau sudah mengetahuinya? "
"Ma maaf ketua. Bb bo bos besar mereka adalah... "
Semua tegang menunggu jawaban dari Dern
"Siapa dia Agen Dern? " tanya Rico tak sabar
"Dia adalah,,,, Anggun"
Semua sangat terkejut dengan jawaban Dern terutama Rico
Disisi lain Anggun sedang bersama Refan.
"Refan apa kamu sudah menyampaikan pesan saya kepada mereka"
"Sudah bos"
"Bagus bagus kamu memang bisa diandalkan.. Lalu bagaimana dengan kerja kamu sendiri"
"Lancar bos"
"Baik,, tapi kenapa kamu bisa terluka?"
"Saya berkelahi dengan murid baru yang bernama Dern Ernest"
"Apah kamu berkelahi dengan Dern"
"Iya, memang ada apa bos. Oya bos saya harus permisi untuk pulang dahulu"
"Iya baiklah,,, dan ingat saya tidak mau kalau kamu berkelahi dengan Dern Ernest kamu paham"
"Tapi,,, "
"Kamu tidak perlu bertanya, anggap saja ini perintah saya"
"Baiklah bos"Refan pun pergi
'Dern mamah akan ambil kamu dari papah kamu apapun caranya. Kamu akan jadi penerus mamah nantinya. Mamah janji Dern, nanti bila sudah waktunya maka mamah akan bawa kamu bersama mamah pergi'
__ADS_1
ucap Anggun dengan ambisinya dan tangan yang mengepal. Kini Anggun akan mulai bermain serius.
*) Jangan lupa like and coment ya. Terimakasih.