The Young Agent

The Young Agent
Siasat Anggun


__ADS_3

Dern masih tak habis pikir dengan kelakuan Rico yang menurutnya berlebihan. Ada beberapa penjaga terus berjaga sangat ketat diluar rumah dan juga di luar kamar Dern. Dern tanpa sengaja mendengar pembicaraan ayahnya diluar kamarnya dengan Lily.


"Ly, kamu tolong atur semuanya. Aku ngga mau sampai Dern malah nanti kenapa napa kalau berangkat sekolah"


"Baik Rico aku akan membereskan semuanya"


"Bagus Lily, aku ucapkan terima kasih"


"Iya Rico, aku kesini ada sesuatu yang ingin aku sampaikan"


"Apa itu Ly"


"Ada yang aneh dari Tiger Black"


"Aneh? apa yang aneh"


"Sebenarnya aku dan Sam sudah menemukan markas kecil mereka lagi. Sekitar tiga markas yang sudah kami ketahui. Tapi saat kami bersama tim sampai disana, mereka sudah tidak bernyawa. Semuanya, tidak ada yang tersisa"


"Oyah? bagaimana mungkin? apakah ada musuh baru yang juga menjadikan mereka lawannya? "


"Itu mungkin saja Rico, tapi kami akan selidiki masalah ini lagi"


"Ya sudah kalau begitu aku akan masuk kedalam kamar Dern untuk memastikan keadaannya"


Mendengar hal itu Dern langsung terbirit-birit menuju keranjangnya untuk pura pura tertidur


"Yasudah kalau begitu akupun ingin pulang"


Ceklek


Rico membuka pintu kamar Dern perlahan karena takut mengganggu waktu istirahatnya. Rico masuk kemudian duduk di samping Dern yang terlihat sedang tidur.


"Dern? "


"..... "


"Papah tau kok kalo kamu belum tidur sepenuhnya"


Dern membuka matanya dan bangkit dari tidurnya lalu bersandar


"Gimana? masih sakit? "


"Masih dikit"


"Kamu masih marah sama papah? "


Dern hanya menggeleng


"Terus kenapa kamu ngga ngomong sama papah?"


".... "


"Ya udah, sekarang kamu minum obat terus tidur. Dan ingat, besok hukuman kamu udah dimulai"


Ucap Rico sambil menyodorkan obat dengan air bening. Dern hanya menerimanya dan meminumnya tanpa berucap kata.


"Ya udah sekarang kamu istirahat yah papah mau keluar dulu"


Rico beranjak dari ranjang Dern

__ADS_1


"Mau kemana? "


Ketus Dern, Rico pun membalikkan badannya


"Mau ngurus perusahaan papah"


"Bohong"


"Yah kamu pasti tau kan papah mau kemana"


"Ikut"


"Kamu harus istirahat dulu"


"Tapi besok Dern mau dihukum sama papah, Dern mau keluar untuk yang terakhir kalinya sebelum masa hukuman"


Ujar Dern


"Hmmm,,, yaudah kamu ikut"


"Beneran pah? "


Tanya Dern penuh harapan


"Iya, kamu ganti baju dulu tuh"


"Ayo pah"


Ajak Dern dengan semangat


"Lah cepet banget"


'Baru aja mau duluan,, ga papa deh paling ngga nyampe keluar udah ambruk lagi.. Maafin papah ya Dern '


"Ya udah ayo"


"Gua heran deh sama bos. Kenapa dia kaya perduli banget sama anak songong itu"


"Apa besok gua labrak dia aja yah. Tapi kalo gua yang celaka sendiri gimana"


"Oh iya, Leo ya Leo. Gua bisa tanya ke itu anak"


"Oiya jam berapa nih, gua mau rapat. Haduh terlambat bisa gawat gua. Bisa jadi empanan piaraan bos"


Refan langsung bergegas menuju markas pusat yang ada tepat di kaki gunung pasif.


Yah disanalah markas pusat komplotan penjahat yang di pimpin Anggun. Tidak banyak yang tau mengenai hal ini, bahkan para agen.


Sedangkan di posisi Dern saat ini masih dirumahnya yang besar dan mewah bak istana. Dern tengah bersemangat untuk pergi bersama Rico.


"Pah? "


"Iyah, ada apa? "


"Emang Dern masih boleh ikut pertemuan? "


"Ngga"


"Lah terus kenapa Dern boleh ikut? "

__ADS_1


"Kan kamu yang maksa"


"Tapi sama papah dibolehin, gimana si? "


Dern terlihat kesal


"Ya kn kamu juga ngga bakal sampai ditempat tujuan"


"Maksud papah apa si? aw tunggu, tadi papah kasih obat apa ke Dern? "


Tanya Dern sambil memegang kepalanya. Pandangannya mengabur dan badan yang mulai limbung


"Ooh itu tadi obat tidur"


Jawab Rico santai


"Apa?! jadi ini,,,... ahk.."


Dern tak sadarkan diri di dekapan Rico karena obat tidurnya bereaksi dengan cepat


"Penjaga, bawa Dern ke kamarnya dan ingat jangan sampai keluar rumah" titahnya


"Baik bos"


Dern dipapah oleh dua penjaga menuju ke kamarnya. Lalu Rico pergi dengan mobilnya. Ternyata ini adalah rencana Rico. Ia tahu kalau Dern mendengar pembicaraannya dengan Lily. Iapun yakin kalau Dern pasti akan ikut bersamanya. Jadi Rico memberikan obat tidur pada Dern. Walaupun obat itu tidak langsung bekerja tapi setidaknya itu berhasil membuat Dern tak sadarkan diri dan tidak ikut bersamanya. Melihat Dern yang seperti sekarang ini, Rico menjadi sangat khawatir jika membiarkan putra semata wayangnya pergi keluar apalagi saat kondisi seperti sekarang ini.


Dikamarnya Dern sudah dibaringkan diranjangnya dengan baju agen yang masih melekat di tubuhnya. Salah satu penjaga mencopot sepatu Dern dengan hati hati, karena disepatu itu ada senjata tajam tersembunyi juga aliran listrik yang cukup kuat untuk membuat dirinya pingsan. Setelah itu menyelimuti tubuh Dern dengan selimut tebal.


"Kadang gua tu kasian sama tuan muda"


"Iya gua juga. Masih kecil tapi udah jadi agen yang kerjaannya nyari mati"


"Iya, udah jadi hobi dia kalo sering ambruk gara gara misi yang bahaya"


"Mungkin suara tembakan udah jadi musiknya kali ya"


"Ah elu, udah mending kita pergi aja dari sini. Kasian tuan muda, dia pasti capek banget. Gua denger tuh tadi dia kena serang lagi, di obatin sama agen Sherly malah kagak pake obat bius. Ngga kebayang kan rasanya, kalo gua udah lemes kali"


"Ngeri dah, ya udah yuk"


"Ayuk"


Para penjaga kembali ke posisi masing-masing. Para penjaga dirumah Dern sangat menghormati Dern dan Rico bukan karena takut, tapi karena menurut mereka Rico dan Dern sangat baik. Dan untuk itu, mereka pantas menerima penghormatan. Mereka para agen, bergerak dalam kegelapan. Mereka hanya mementingkan keselamatan orang lain. Mereka tidak seperti petugas keamanan negara lainnya yang bisa dikenal di kalangan umum dan mendapatkan penghargaan atas jasanya. Mereka adalah agen yang tidak berfikir untuk sebuah penghargaan. Itulah yang membuat para penjaga menjadi sangat menghormati Dern dan Rico. Terutama Dern yang sering dijuluki The Little Agen.


Sebuah ruangan tertutup dengan penerangan yang tidak terlalu layak. Sudah ada beberapa orang yang terlihat disana.


"Bos kenapa ada rapat lagi? "


"Diem lo, bos aja belum bicara apapun. Lah lo malah nyosor aja"


"Diam! Saya hanya akan katakan kalau selama dua minggu kalian harus berhenti dari pekerjaan kita ini. Setiap markas baik itu markas kecil atau pusat harus dikosongkan. Dan ya selama kalian berkeliaran, kalian tidak boleh menunjukkan identitas kalian yang sebenarnya"


"Tapi kenapa bos? "


Tanya Refan hati hati


"Karna para agen Golden Wolf sudah dekat dengan kita. Mereka sangat berbahaya bagi kita. Jadi selama dua minggu kita hentikan dulu ini semua. Tapi kalian tidak perlu khawatir, karena ini hanya sebuah siasat. Setelah semua aman, kita akan lanjutkan semuanya. Paham semua?! "


"Paham bos"

__ADS_1


Anggun pergi lebih dulu dari tempat itu disusul yang lainnya


*) Jangan lupa like coment and vote ya. Terima kasih


__ADS_2