The Young Agent

The Young Agent
Penasaran


__ADS_3

"Ini udah 12 menit, kenapa Dern belum sampai juga"


'Apa terjadi sesuatu sama Dern? ' prasangka muncul dalam pikiran Rico


"Ngga, aku ngga boleh berprasangka buruk dulu"


Dren... dren.. drennn.....


Suara yang ditunggu tunggu Rico akhirnya terdengar juga. Yah itu adalah suara motor yang digunakan Dern. Dengan perasaan senang bercampur lega Rico segera keluar dan menemui putranya itu.


Sedangkan Dern dengan susah payah turun dari motor dan melepaskan helmnya kemudian meletakkannya di atas motor karena kondisinya yang kurang baik. Kaki perlahan ia langkahkan hingga sampai si depan pintu masuk rumahnya yang besar nan mewah bak istana. Namun saat tangannya hendak menggapai gagang pintu, justru Rico lebih dulu membuka pintu tersebut. Akhirnya Dern yang tubuhnya sudah lunglai hanya pasrah tubuhnya terjatuh. Tapi tidak, melihat Dern yang hampir jatuh Rico dengan sigap menyangga tubuh Dern dengan tangannya. Kali ini Rico tidak heran mengapa Dern seperti ini. Tentu saja karena memang kesehatannya yang belum pulih dengan sempurna dan juga karena makan siang yang terlewat.


"Penjaga, ayo bawa Dern ke kamarnya! " titah Rico


"Baik bos"


Dern dipapah oleh dua orang penjaga menuju kamarnya. Sedangkan Rico berjalan didepan mereka untuk membuka pintu kamar Dern. Sesampainya di kamar Dernpun segera dibaringkan di ranjangnya. Terlihat wajah peluh Dern yang telah berjuang sebagai agen muda yang tentunya hal itu bukanlah hal yang mudah. Matanya pun terlihat sembab akibat dirinya menangis.


"Bawakan makan dan minum kesini"


"Baik bos"


Para penjaga keluar dari kamar Dern untuk mengambil makan dan minum untuk Dern. Tidak lama kemudian Dern terbangun. Ia mencoba membuka matanya perlahan dan dilihatnya seorang laki laki yang sedang menemaninya.


"Paaahhhh... "


"Ada apa denganmu? "


"Cuma pusing"


"Pasti belum makan kan? " Dern hanya menggelengkan kepalanya karena pening kepalanya belum juga hilang.


"Dan belum juga minum obat kan? "


"Maaf pah" tukas Dern dengan wajah penuh dengan penyesalan


Para penjaga pun kembali dengan membawa makan, minum dan juga buah buahan.


"Ini bos"


"Letakan saja"


"Baik, kami permisi bos"


"Iyah"

__ADS_1


"Mari tuan muda" Dern hanya menganggukkan kepala dan tidak lupa dengan senyum manisnya walaupun bibir merahnya kini sedikit pucat


"Makan yah"


Dern mencoba mengambil posisi duduk. Dengan susah payah akhirnya Dern berhasil. Rico menyuap nasi kemulut Dern. Dern pun dengan antusias menerimanya. Rico merawat Dern dengan kasih sayang. Rico yang sekarang ini bukanlah Riko The Golden Wolf ketua dari Dern The Little Agent, tapi Rico yang sekarang ini adalah ayah dari seorang anak laki-laki yang bernama Dern Ernest.


"Kamu habis nangis atau gimana si? " celetuk Rico membuat Dern membelalakan matanya yang sembab


"Ngga" jawab singkat Dern sambil menahan rasa malunya.


Setelah selesai Dern memilih untuk mengistirahatkan jiwa beserta raganya. Hari sudah mulai gelap. Selagi Dern terlelap, disisi lain Naila sedang sibuk menata makanan dimeja makan untuk menang malam bersama. Della dan Sira yang merupakan ibu Naila sedang membawa makanan yang juga akan dihidangkan. Saat akan menata piring ditempat masing-masing tidak sengaja,


Prranggg.....


Siku Naila menyenggol gelas kaca yang masih kosong. Beruntung gelas tidak sampai pecah, karena pecahannya bisa melukai kulit seseorang.


"Nai kamu kenapa sayang? "


"Engga kok bu Nai ga papa, cuma lagi ga fokus aja"


"Lain kali hati hati yah, nanti kalo ada yang pecah bisa bahaya"


"Iya bu, maafin Nai"


"Iya yaudah kalian duduk dikursi masing masing, sebentar lagi juga bapak akan sampai"


Sesuai dugaan, Sarakan yang merupakan bapak dari Naila sampai di meja makan.


"Eh udah pada siap aja nih"


"Iya donk pa laper nih perut Nai"celetuk Naila


" Iya udah ayo makan"


Mereka makan dengan apa yang tersedia di meja makan. Seakan kesederhanaan tidak mengurangi rasa syukur atas kenikmatan yang mereka dapatkan. Makanan mereka santap dengan lahapnya karena perut yang sudah meronta ronta.


"Pak,,,? "


"Iya Nai ada apa? "


"Es bat.... eh maksudnya si Dern itu. Bapak terima tawaran dia"


Naila melontarkan pertanyaan yang membuat Sarakan dan Sira saling menatap dan enggan menjawab pertanyaan itu. Naila semakin penasaran dengan alasan ayahnya tentang kebimbangan untuk menerima tawaran pekerjaan dari Dern. Della pun bingung dibuatnya. Tidak menyangka kalau Naila akan menanyakan hal itu. Belum Sarakan menjawab, Naila melontarkan kembali sebuah pertanyaan.


"Emang apa sih yang buat bapak ragu? katanya bayarannya banyak?"

__ADS_1


'Aduh aku jawab apa nih sama Naila. Masa iya aku harus bilang kalo pekerjaanku itu sebagai anggota Agen' batin Sarakan sedang bingung dibuatnya


Yah Sarakan adalah salah satu kawan Rico yang merupakan agen juga. Namun setelah adanya insiden yang dialami oleh Rico dan Dern, ia ragu untuk melanjutkan perjuangannya. Ditambah lagi ia memikirkan nasib Sira istrinya dan Naila anaknya. Ia belum siap untuk meninggalkan anak dan istrinya tanpa ada yang menjaga. Hal itulah yang menyebabkan Sarakan mengundurkan diri. Sejak itu juga Sarakan tak pernah terlihat diantara para agen karena dirinya memilih untuk berdagang dan menemani anak istrinya.


'Bapak kenapa si? kayanya kaya ada sesuatu yang mengganjal dihatinya tentang penawaran Dern. Kenapa aku rasa kaya ada rahasia. Aku jadi tambah penasaran, terutama pada Dern, cowok yang sangat misterius itu. Ada rahasia apa yang disembunyikan oleh mereka berdua? 'batin Naila bertanya tanya.


Ia menatap dalam dalam ayahnya yang terlihat sangat gusar.


"Eng.. engga Nai, mmm bapak cuma bingung siapa yang akan menjaga usaha bapak saat bapak bekerja" jawab Sarakan dengan gugup


"Ya bapak tinggalin aja pekerjaan itu kan gaji bapak bekerja sama om Rico besar. Oh atau ngga biar ibu atau Nai yang jaga, gimana? "


"Mmm mmm tap... "


"Udah udah jangan pada ngobrol terus, makanannya tuh dimakan"sela Sira, Sarakan lantas menghela nafas lega.


" Iya bu"jawab Naila


'Aku akan selidikiin ini semua. Ini semua terlihat sangat tidak beres. Apalagi ibu yang tidak biasanya menyela pembicaraan, seperti mencegah bapak mengatakan sesuatu.'


Setelah makan selesai dan selesai juga beberes, mereka kembali ke aktivitas masing masing. Naila dan Della kembali kekamar untuk mempersiapkan buku yang terjadwal untuk besok.


"Dell...? "


"Apa? "


"Gua ko kaya ngrasa ada yang disembunyiin yah sama bapak dan ibu gua tentang Dern"


"Maksud lo? "


"Ya,,, lo denger kan pembicaraan tadi? bapak itu kaya bingung dan panik gitu waktu gua tanya mau apa ngga kerja sama om Rico"


"Iya si,,,, tapi masa iya sih, perasaan lo doank kali"


"Iih engga, ya udah kalau gitu kita selidikiin yuk "


"Ah... gua ragu deh"


"Ngga papa lah,,, nih yah emang lo ngga penasaran sama rahasianya Dern"


"Ya penasaran si tapi..... "


"Ah udahlah, mau kan"


"Iya iya gua mau"

__ADS_1


"Nah gitu donk"


*) Jangan lupa like, coment and follow yah... Silahkan juga kritik dan saran. Terimakasih


__ADS_2