
Brag... Brag... Brag...
Suara pintu yang digedor gedor tak kunjung berhenti.
"Riza! keluar kamu"
"Riza!! " teriak mereka dari luar rumah
Riza dan yang lainnya pun keluar menemui mereka, namun Dern masih sibuk membereskan barang barangnya dikamar.
"Pak Adi?! em ada apa ya pak? "
"Eh Riza, lo jangan pura pura lupa deh. Ini udah waktunya lo bayar hutang lo" ucap Adi sambil menarik kerah baju Riza
"Tapi saya belum ada uang pak"
"Alah banyak alasan lo! kalo lo ga bayar sekarang, lo harus tinggalin ni rumah. Rumah ini buat bayar hutang lo, dan ini pun cuma cukup buat bunganya. Jadi lo harus bayar sisanya juga"
"Maaf pak, kami belum ada uang buat bayar hutang hutang kami. Tolong kasih kami waktu" ucap Lita sambil bersimpuh
"Bu, ibu ngga boleh kayak gini. Lintah kayak dia itu ngga pantes buat di mintai mohon" ucap Leo sambil membantu Lita berdiri
Ternyata keributan ini sampai di telinga Dern yang masih dikamar. Dern pun keluar karena merasa ada yang tidak beres. Tidak lupa dia membawa tasnya.
Sedangkan diluar, Leo sedang berdebat dengan Adi.
"Ooh lo masih belagu yah?! kalo bukan karena gua pinjemin uang ke bapak lo ini, lo ngga mungkin bisa sekolah sampai sekarang. Paham lo?!! "
"Alah justru pak Adi itu yang buat keluarga saya susah kayak gini. Bapak saya itu cuma minjem uang dua puluh juta, tapi bapak yang nambahin terus bunganya sampai bapak saya ngga bisa bayar"
"Eh gua ga peduli, hak gua donk mau ngapain aja kan gua yang minjemin? "
"Emang susah ngomong sama orang gila kaya dia"
"Eh dasar! lo bocah ingusan! , ga tau diri! "
Buk...
Satu pukulan mendarat di pipi Leo dan membuatnya jatuh. Satu pukulan tidak membuat Adi puas, lalu di mencoba untuk memukul Leo sekali lagi. Namun kali ini Adi gagal karena tangannya tertahan seseorang.
"Dern,,,, " ucap Leo lalu berdiri
"Mundur Leo" lalu dibalas anggukan dari Leo
Leo mundur lalu menghampiri Riza dan Lita. Mereka tidak bisa berbuat apa apa. Mereka tidak bisa melawan ataupun membela diri karena Adi membawa tiga anak buahnya.
"Siapa lo?! ikut campur urusan gua, mau cari mati lo?! "
"Mending om pergi, atau,,, "
"Atau apa?! kalo gua ngga mau lo mau apa hah?! dasar anak mamih! ngga tau sopan santun! anak siapa si lo?! pasti orang tua lo sama kaya lo, cuma gaya gayaan doank! hahahha"
Mendengar perkataan Adi, Dern mulai kehilangan kesabaran. Tangan ia aratkan, seakan tak sabar menjatuhkan lawan. Leo dan lainnya hanya bisa diam, berharap agar tidak akan terjadi hal buruk.
"Kenapa? mau marah?! mau lawan?! palingan nanti lari kocar kacir, hahaha" Adi tertawa puas mengejek Dern, dan,,
Buk...
Satu pukulan sekaligus mengenai pipi Adi. Tidak terima dengan perbuatan Dern, Adi mencoba melawannya sekali lagi. Namun justru dirinya lah yang terkena pukulan balik pada perutnya.
"Maaf om, saya sedang tidak ingin berkelahi. Jadi lebih baik om pergi sekarang"
__ADS_1
"Gua akan pergi kalo si Riza dan keluarganya melunasi hutang mereka ke gua. Kalau mereka ngga, bisa hutang mereka akan jadi dua kali lipatnya dan besok gua akan nagih kesini lagi. Hahahah"
"Dasar biadab" ketus Dern dengan tatapan tajam
"Pak, bapak ini gimana si? kan bapak saya cuman mau dikasih waktu lagi, ngga lebih kok" ketus Leo
"Gua ngga perduli"
"Gimana Riza lo mau bayar sekarang atau besok dua kali lipatnya?! " sambung Adi
"Tapi pak,,,, " ucap Lita terpotong
"Memang berapa hutang pak Riza? " tanya Dern
"Alah gaya lo, kaya mau bayarin ajah"
"Saya tanya sekali lagi berapa hutang pak Riza" ucap Dern dengan menaikan nada bicara
"Oke saya jawab. Hutang pak Riza total ada lima puluh juta" jawab Adi dengan bangganya
"Oke om tunggu sekitar lima menit lagi"
"Buat apa?! buang buang waktu aja"
"Terserah om, kalo om mau uang tunggu aja lima menit lagi"
"Oke gua tunggu"
Namun belum sampai lima menit, sebuah mobil mewah memasuki halaman rumah Leo.
Keluar dua orang dari mobil tersebut. Dengan gagahnya mereka berjalan menuju Dern.
"Selamat siang tuan muda"
"Maaf kalau mengganggu tuan muda, kedatangan kami kita berdua kemari yaitu untuk.... "
"Iya saya tau kalau kalian mau jemput saya kan? "
"Benar tuan muda, mari ikut kami"
"Tunggu masalah saya selesai dulu"
"Memang masalah apa tuan muda, apa perlu kami sampaikan pada bos besar? "
"Ngga usah, saya cuma butuh cek. Kalian bawa kan? "
"Siap tuan muda kami bawa. Ini" menyodorkan sebuah cek
"Om tadi bilang lima puluh juta kan? " sambil menulis di cek
'Ternyata nih anak, anak orang kaya. Harusnya tadi gua minta lebih. Aah nyesel gua"batin Adi
"Nih om, sekarang udah beres kan? jadi om dan yang lain lebih baik sekarang pulang"
"Oke gua pulang" Adi dan anak buahnya pun pergi
"Tuan muda mari kita pulang"
"Saya mau naik motor sendiri"
"Tapi tuan muda kami ditugaskan untuk menjemput tuan muda"
__ADS_1
"Yaudah nih, kalian bawa tas saya sebagai barang bukti kalau kalian udah jemput saya" ucap Dern sambil menyodorkan tasnya
"Leo, bu, pak Dern pamit pulang yah?"
"Iyah nak hati hati yah,ibu ucapkan terimakasih banyak"
"Iya Dern gua juga, makasih yah udah bantuin gua"
"Iya kita kan keluarga" jawab Dern lalu menuju ke motornya kemudian pergi begitu saja meninggalkan para penjaga yang menjemputnya
"Duh gimana nih, bisa abis kita ama bos besar"
"Mending lo telfon aja tuh bos besar"
"Yaudah gua telfon"
Mereka terhubung dengan Rico
"Hallo bos"
"Hallo, gimana? kalian udah bawa Dern? "
"Maaf bos, kami sudah menjemput tuan muda dan sempat bertemu juga. Tapi tadi tuan muda pulang duluan dengan motornya"
"Loh kenapa ngga bareng sama kalian? gimana si?! "
"Maaf bos, tapi kami udah bawa tasnya kok. Bentar lagi kita pulang"
"Apa?! ya percuma lah kalo kalian bawa tasnya tapi ngga sama orangnya. Sama aja kalian gagal"
"Maaf bos"
"Yaudah deh mending kalian pulang, mungkin Dern lagi di perjalanan pulang"
"Baik bos"
Tutt... tutt... telfon terputus
"Gimana? "
"Ya biasa, paling sampe rumah kena omel"
"Duh... Yaudah deh ngga papa asal jangan sampe bos bertindak. Kalo bertindak, duh mati konyol kita"
"Iya yaudah yuk kita pulang aja"
"Ayuk"
"Eh om tunggu" panggil Leo menghentikan para penjaga
"Apa? " jawab mereka ketus
"Om pada ngga mau mampir dulu nih"
"Engga makasih"
"Yaudah hati hati ya om"
"Iya ish bawel kamu" lalu penjaga menuju mobilnya dan pergi
"Udah Leo mending kita masuk, ibu mau obatin luka lebam kamu tuh"
__ADS_1
"Iya bu"
Akhirnya masalah Leo dan keluarganya dengan Adi si Rentenir terselesaikan oleh Dern.