The Young Agent

The Young Agent
Antara Dern Dan Rico


__ADS_3

Dikamar, Dern sudah selesai bersiap.


Tok.. tok.. tok...


Dern sontak membalikkan badannya dan memperhatikan sumber suara. Terdengar suara seorang penjaga diluar.


"Maaf tuan muda,, bos besar sudah menunggu di bawah"


"Iya"


"Baik tuan muda" kemudian menuju kebawah


"Maaf bos, tuan muda akan segara datang"


"Baik, terimakasih"


Penjaga pun kembali ke tempatnya. Benar saja tidak menunggu lama Dern sampai di ruang utama dan menemui Rico. Dengan pakaian rapi. Sama halnya seperti Rico, Dern pun menggunakan setelan jas hitam khusus milik Dern.


"Akhirnya pangeran papah datang juga"


"Ish papah mah,, "


"Yaudah ayok, ini udah senja"


"Pah, Dern pake motor aja yh. Dern ngga suka pake mobil"


"Ngga, pokoknya kamu sama papah."


"Tapi pah,, "


"Udah ngga usah pake tapi tapian, papah tau kok maksud kamu apah"


"Ayolah pah"


"Kamu mau ikut apa ngga sih? "


"Ya udah deh iya Dern naik mobil bareng papah"


Dalam hatinya, Dern masih kesal dengan perlakuan Rico. Dern merasa aneh dengan ayahnya sendiri. Tidak biasanya, ayahnya mengajaknya mengikuti pertemuan yang benar benar rahasia. Biasanya Rico hanya mengajak Sam dan lainnya, tanpa mengajak Dern. Walaupun ada rasa penasaran, namun Dern enggan menanyakannya.

__ADS_1


Sedang Adi sedang menelfon seseorang.


"Besok kamu temui saya di tempat biasa" ucap seseorang dari handphone Adi


"Tapi bos besok saya berencana untuk menculik seseorang untuk mendapatkan uang"


"Tidak, pokoknya saya minta besok kamu temui saya. Paham?! "


"I.. iya saya paham bos"


"Bagus, kamu tau kan apa akibatnya kalau melawan saya"


"I.. iya bos saya tau"


Tutt... tutt... tutt....


"Argh... sialan" Geram Adi


Kini Dern dan Rico hampir sampai. Mereka melewati terowongan rahasia yang di buat untuk langsung menuju ke markas rahasia M2. Entah mengapa perasaan Dern tidak karuan. Hatinya bertanya tanya namun bibirnya enggan untuk mengucapkan sepatah kata.


Cittt. ...


mobil Dern berhenti tepat di depan markas. Dua penjaga mendekat dan membuka pintu mobil dimana Dern dan Rico duduk.


"Selamat datang tuan muda"


Sapaan itu hanya dibalas dengan anggukan kepala dari Dern dan Rico. Tanpa basa basi lagi, Dern dan Rico menuju ke ruang khusus dengan diikuti dua penjaga dibelakang mereka. Dern dan Rico berjalan dengan irama yang senada. Dengan gagah Dern dan Rico melangkahkan kaki mereka.


Sampai didepan pintu masuk, kedua penjaga langsung menempatkan diri disamping pintu untuk berjaga selama pertemuan berlangsung. Rico menggunakan ID card sebagai agen untuk membuka pintu. Begitu juga Dern yang menggunakan ID cardnya sendiri.


Ruangan itu memang rahasia, tidak semua orang bisa masuk kesana. Jangankan masuk keruangan rahasia, menemukan markasnya saja akan sulit. Itu karena markas terselubungi oleh dinding plasma yang bisa membuat markas tak terlihat. Tidak ada yang bisa menguping pembicaraan orang yang ada didalamnya.


Langkah demi langkah yang diambil Rico, seketika membuat para agen yang ada di dalamnya berdiri sebagai tanda penghormatan. Tentu hanya ada pimpinan dibawah Rico yaitu Sam, Eric, Lily dan juga Sherly. Dern mengambil posisi dan begitu juga Rico. Saat Rico mengambil posisi duduk, semua pun turut mengikutinya.


Namun sudah lima menit berlangsung, Rico belum membuka suara. Membuat semua heran dengan perilaku ketuanya yang tidak seperti biasa, selalu bergerak cepat tanpa ada basa basi. Rico terlihat masih memikirkan sesuatu. Walaupun begitu Sam dan yang lainnya masih setia menunggu, tapi tidak dengan yang sedari tadi penasaran dengan tujuan pertemuan ini.


"Maaf ketua apa ketua belum siap untuk pertemuan ini? " tanya Dern membuat semua pandangan tertuju padanya


"Maaf tapi biasanya ketua tidak pernah membuang buang waktu seperti sekarang ini"

__ADS_1


"Agen Dern,,, " ucap Sam terpotong


"Kau benar agen Dern. Baik aku akan mulai. Pertama aku akan beritahu apa tujuan diadakannya pertemuan ini" semua terlihat menyimak dan memperhatikan betul setiap kata ucapan yang keluar dari Rico.


"Tujuan pertemuan ini adalah untuk menyampaikan keputusanku tentang strategi yang diberikan oleh agen Eric. Mengenai penyerahan agen Dern pada Anggun. Aku tidak ragu mengatakan hal itu, karena agen Dern sudah mengetahuinya sendiri. Walaupun caranya salah" semua justru menjadi bertanya tanya pada diri sendiri


"Jadi mengenai strategi itu, aku tidak menyetujuinya"


"Tapi ketua,,, " ucap Lily terpotong


"Lily.. " ucap Sam pada Lily sambil menggeleng pelan mengisyaratkan agar ia jangan sampai ikut campur, sedangkan Dern masih tenang mendengar apa yang dikatakan oleh Rico


"Aku tau apa maksudmu agen Lily, tapi aku tau apa yang terbaik. Akan aku lanjutkan"


"Aku tidak menyetujuinya, karena Dern tidak berhak lagi ikut campur dalam misi ini" semua yang mendengar membelalakkan matanya tak percaya apa yang diucapkan oleh Rico


"Apa maksud ketua? " tanya Dern sambil menahan amarahnya


"Ya saat ini juga, aku mencabut izinmu untuk ikut andil dalam misi ini. Kau hanya boleh ikut dalam penangkapan komplotan penjahat dimarkas kecil mereka, setelah agen Sam dan Lily meringkus mereka. Itu keputusanku" semua menjadi semakin tak percaya dengan apa yang mereka dengar sendiri


"Memang apa kesalahan yang saya buat ketua? "


"Kau sudah tau, jadi aku tidak perlu memberi tau. Sekarang kita akan bahas mengenal langkah selanjutnya"


"Baiklah saya terima,, "


"Dern,,,... " ucap Lily sambil menggenggam jemari Dern, Dern hanya menggeleng dan menarik jemarinya


Greeegggg.....


Dern memundurkan kursinya dan bangkit dari duduknya. Dengan amarah yang masih tertahan di hatinya, Dern melangkah sedikit cepat untuk keluar ruangan. Semua ikut berdiri dan mengarahkan pandangan mengikuti Dern.


"Berhenti disitu!! agen Dern" titah Rico sedikit meninggikan nada bicaranya dan berhasil membuat Dern menghentikan langkahnya


"Selangkah lagi kau mendekati pintu! , aku tidak segan segan mencopot lencana agen mu! " kini Rico benar benar emosi, begitu juga Dern


"Apa hak yang membuat saya boleh tetap berada disini? " tanya Dern dengan mata berkaca kaca


"Saya bukan lagi agen Dern yang memiliki tempat disini. Jika ketua mencopot lencana saya itu lebih baik. Dari situlah saya akan bebas dari segala tugas ataupun misi yang sudah membuat hidup saya dan keluarga saya hancur. Tapi yang saya ragukan adalah apa ketua bisa mencopot lencana yang sudah terpasang didiri saya, yang tentunya semua itu tidak lepas dari usaha ketua sendiri" Dern sudah tidak bisa membendung air matanya

__ADS_1


"Maaf, tapi jangan salahkan saya jika nanti dia yang akan menggantikan posisi anda di samping saya dan di dalam hati saya. Permisi" Dern melangkah dengan air mata yang terus menetes


Semua yang ada di dalam ruangan, tanpa mereka sadari air mata pun jatuh ke pipi mereka. Rasanya berat melihat seorang Dern yang selalu berusaha keras untuk terlihat kuat, kini menangis dihadapan mereka.


__ADS_2