
Rico kembali mengingat masa lalunya.
Flashback on
Sedang terjadi pertempuran besar antara komplotan penjahat Black Tiger dengan para agen Golden Wolf di sebuah gedung. Kekuatan mereka seimbang, sehingga menimbulkan banyak korban berjatuhan. Namun tentu saja pertempuran itu berpusat pada masing masing pemimpin mereka. Terlihat Rico dengan jas khasnya juga dengan topengnya sedang memimpin perlawanan. Terlihat ia sedang melawan seorang wanita yang sedang membopong Dern. Ya,, dia adalah *Anggun istri dari Rico dan ibu dari Dern. Itulah yang membuat Rico kesulitan untuk melakukan penyerangan pada Anggun. Jika Rico sampai nekat menyerang maka Dern yang akan jadi korbannya.
"Anggun lepaskan Dern! "
"Tidak! Dern adalah milikku dia putraku aku ibunya jadi aku yang berhak atas dirinya"
"Kalau begitu aku akan mengambilnya secara paksa"
"Coba saja kalau berani, jika kau sampai menyakitiku maka sebelumnya kau akan melukai Dern"
"Ibu macam apa kau yang menjadikan anakmu sebagai perisai"
"Kaulah yang membuatku melakukan ini semua. Jika saja kau tidak membunuh ayahku maka aku tidak akan mengibarkan bendera perang padamu"
"Cukup! lepaskan Dern. Dengar, aku hanya melakukan tugasku itu saja"
"Aku tidak akan melepaskan Dern. Aku justru akan membawanya pergi jauh bersamaku agar kau tidak akan melihatnya lagi" Dern kecil terus menangis
"Tidak! kau tidak akan bisa melakukannya, akulah yang akan membawa Dern"
Selain mereka bertiga, ada juga Sam, Eric, Lily dan Sherly yang tidak berani untuk ikut campur dalam hal itu. Mereka hanya mengawasi dari jauh. Rico dan Anggun sama sama menodongkan pistolnya. Mereka pun menarik pelatuknya.
Suara tembakan menggema di ruangan tersebut. Anggun tertembak, akibatnya Dern jatuh dan mengalami luka dikepalanya hingga ia tak sadarkan diri. Semua yang melihat kejadian itu diam mematung seketika diselimuti oleh rasa shock yang amat sangat.
Dern dibawa Sam untuk segera mendapatkan perawatan, begitu juga Rico yang segera mendapatkan penanganan. Kini saatnya mengamankan jazad. Namun saat sedang mengamankan semua korban oleh para agen, tidak ada satupun dari mereka yang melihat keberadaan Anggun. Akan tetapi dalam hati mereka yakin kalau Anggun telah tewas tertembak.
Flashback off
"Dern... "
"Maafkan papah, papah tidak bisa mengatakan semua ini" sambil mengusap kepala Dern yang sudah dipakaikan perban
"Papah hanya tidak ingin kamu mengingat masa masa itu lagi"
"Papah ga mau kamu sedih"
"Apalagi,,, kalo"
"Kalo nanti kamu dibawa sama mamah kamu"
"Kamu adalah putra satu satunya papah, papah ga mau kehilangan kamu"
"Papah juga minta maaf karena selama ini, papah belum bisa menjaga kamu dengan baik"
"Semoga kamu maafin papah ya"
Malam itu terasa sungguh menyakitkan bagi Rico. Ia melihat putra semata wayangnya itu terbaring tak berdaya diranjangnya dengan infus yang terpasang di tangannya menandakan kondisinya yang sama sekali tidak baik. Apalagi penyebab ini semua adalah Ibunya sendiri. Ada rasa khawatir, sedih, kecewa, marah, dan yang lainnya tercampur menjadi satu. Perasaan itu sungguh membuat Rico kalut dalam kesedihannya. Serasa ada kegelapan yang begitu pekat yang tengah menyelubunginya. Kegelapan yang nantinya akan menyiksa dirinya sendiri. Malam itu Rico menangis dalam diam sambil menggenggam tangan Dern yang begitu hangat.
Tengah malam, Rico dikejutkan dengan rintihan yang keluar dari mulut Dern. Bagaimana tidak, kecelakaan itu, bahkan hampir membuat tubuhnya remuk.
__ADS_1
Dern terus merintih. Namun rintihan itu sepertinya bukan karena luka yang ia alami, mungkin karena mimpi yang menghampiri Dern.
Dalam mimpinya Dern melihat jelas ketika sedang bersama ibunya memainkan melodi menggunakan piano. Ia tampak bahagia bersama ibunya, namun mimpi indahnya itu dipenggal oleh mimpi buruknya saat ibu dan ayahnya bertengkar saling menembak.
Rico terus memperhatikan raut wajah Dern. Dalam tidurnya Dern terlihat gelisah dan ketakutan. Keringat menetes dari dahinya.
Selimut yang ia kenakan ia remas dengan tangannya.
"Hah mamah papah jangan"
"Jangan jangan"
"Dern mohon jangan!! " Itulah yang terucap oleh Dern. Karena mimpinya kali ini terlihat jelas dan sungguh mengerikan.
Rico berusaha membangun Dern agar tidak hanyut dalam mimpi buruknya itu.
"DERN,, bangun"
"Bangun Dern,, papah mohon kamu bagun sekarang"
Dan...
Dern pun terbangun dari tidurnya. Nafas yang begitu menggebu dan jantung yang berdetak kencang juga keringat yang bercucuran.
"Papah! mamah! " teriak Dern yang bangkit dari posisi tidurnya sambil memegang dadanya
"Dern tenang Dern"
"Hah hah hah,,,, ngga papah mamah"
Dern mengalihkan tatapan kosongnya pada ayahnya. Dern mulai mengatur nafasnya.
"Kamu kenapa Dern? apa mimpi buruk lagi? "
"Pah jawab pertanyaan Dern. Apa mamah masih hidup? dimana dia? "
"Dern kamu ini ngomong apa sih, udah lebih baik kamu tidur lagi ya? "
"Engga pah Dern cuma mau minta jawaban"
"...... "
"Kenapa papah diem aja? kalau papah ga mau jawab, Dern akan cari tau sendiri" Dern berniat untuk bangkit dari tempat tidurnya
"Tunggu dulu,,,,. Ya okh, papah akan kasih tau kamu"
"... "
"Sebenarnya,,... "
"Sebenarnya?? "
"Papah juga belum yakin. Sepertinya mamah kamu masih hidup"
__ADS_1
"Kenapa gitu pah? "
"Karena papah ga ada ketemu mamah kamu setelah pertempuran antara para agen dengan komplotan penjahat yang sedang kamu tangani, Black Tiger. Mereka dipimpin oleh mamah kamu yang meneruskan kepemimpinan kakek kamu"
"Ja,, jadii,,.. apakah selama ini?? "
"Iya selama ini, mamah kamu yang melakukan penculikan pada anak remaja, daaannn,,,, "
"Dan apa pah? "
"Dan kemungkinan dia juga yang selama ini meneror kamu"
"Hah?! tapi kenapa pah? bukannya petunjuk yang kita dapat itu kepala elang? "
"Mungkin dia ingin merebut kamu dari papah. Dan kepala elang itu, mamah kamu juga memimpin komplotan perampok Eagle Eye"
Dern tampak sedih mendengar penjelasan dari Rico.
"Maafin papah Dern"
"Papah cuma ga mau kamu sedih"
"Papah juga ga mau kehilangan kamu"
"Kamu adalah satu satunya anak papah"
"Kamulah harapan satu satunya papah"
"Papah takut kalau nanti kamu tau semua ini, kamu akan lebih memilih mamah kamu daripada papah. Papah ga mau itu terjadi"
"Jangan sampai petra papah ini jadi seorang penjahat"
"Papah harap kamu mengerti yah"
Dern hanya terdiam. Ia sangat bingung dengan semua ini. Apakah dia harus memilih ayahnya dijalan kebaikan atau ibunya di jalan keburukan. Bagaimana bisa ia tega mencelakai ibunya sendiri. Bagaimanapun juga Dern tetaplah anaknya dan dia yang sudah melahirkan Dern. Lalu bagaimana dengan ayahnya yang selama ini sudah bersusah payah merawatnya. Dern tidak bisa menentukannya.
"Dern? "
"Iya pah"
"Papah tau kamu pasti sangat bingung dengan semua ini"
"Hmmmm"
"Papah paham kok, papah ga akan maksa kamu buat milih papah. Papah yakin kamu bisa pilih mana yang baik dan mana yang buruk menurut kamu"
".... "
"Udah kamu ga usah pikirin itu dulu. Mendingan sekarang kamu lanjutin tidur kamu"
"Iya pah"
Rico menidurkan Dern kembali agar ia bisa beristirahat dengan total.
__ADS_1
*) Jangan lupa like and coment ya, terima kasih.