The Young Agent

The Young Agent
Ada Apa dengan Naila


__ADS_3

Kini di dalam pertempuran para agen tak terdengar suara selirih apapun itu. Semua insan dalam ruangan bak sebuah patung. Tak ada sedikit pun kata yang terucap.


"Fiuh,,, Satu lagi informasi yang aku dapatkan"


"Apa itu Agen Dern? "


"Selama ini mereka melancarkan aksinya dengan mudahnya, karena mereka pun memiliki mata mata"


"Mata mata? " tanya Lily keheranan


"Yaah Agen Lily, selama ini mereka pun memiliki mata mata yang memudahkan mereka untuk menangkap korbannya dengan mudah. Yah,, dia adalah teman sekelas ku Refan"


"Apah Refan? " sontak pernyataan Dern membuat Lily terkejut


"Iyah Refan,,, dia lah Refan" ucap Dern dengan menunjukkan foto Refan


"Sungguh sulit dipercaya"


"Ya kau benar Agen Lily,, ini memang sulit dipercaya, karena jika kita ukur kemampuannya dalam adu fisik mungkin sama sekali tidak berbahaya namun kekejamannya yang berbahaya tidak peduli pada siapapun itu. Jiwanya yang selalu ingin menang, membuatnya mampu melakukan apapun agar keinginannya bisa tercapai. Mungkin itu karena faktor di lingkungan keluarga"


"Jadi begitu,, lalu bagaimana dengan markas pusat, apakah sudah ada informasi? " tanya Rico


"Maaf ketua, untuk itu saya belum mendapatkan informasi. Tapi saya pikir akan mencari informasinya setelah ini"


"Bagus Agen Dern, untuk masalah ini akan kita bahas lebih lanjut pada hari ke dua setelah hari ini dan Agen Dern, "


"Iya ketua"


"Kau gunakan waktu itu untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam dan kau juga Agen Lily, bantulah Agen Dern"


"Baik ketua" jawab Dern dan Lily serempak


"Mungkin sekarang kita akhiri saja pertemuan ini, karena tidak mungkin untuk kita membahas strategi penyerangan selama informasi yang kita butuhkan belum benar benar cukup. Dan satu lagi persiapkan untuk penerimaan senjata malam ini di markas M2 yang ada di perbukitan hutan terlarang, untuk Agen Dern cukup persiapkan diri untuk kembali melanjutkan misi besok"


"Baik ketua"


'Aaah padahal kan gua juga pengin ikut juga. Papah mah gitu' batin Dern menggerutu.


Semua sudah kembali ke tempatnya masing masing. Begitu juga dengan Dern dan Rico.


°Rumah Naila°


Naila bersama Della sedang mengerjakan tugas di kamar Naila. Malam ini Della menginap di rumah Naila. Namun malam ini Naila kehilangan fokusnya dalam mengerjakan tugas, karena pikirannya kacau terus menerus dibayangi pikiran tentang Dern.


"Nay lo kenapa si"


".... "


"Eha Nay, orang ditanya malah ga jawab"


"Eh eee eee,, ngga papa kok. Gua lagi ngga konsen aja"


"Alah palingan juga lagi mikirin cowok"


"Iih apaan si Del masa seorang Naila mikirin cowok si, ngga mungkin dan ngga akan pernah"


"Masa sih,, terus gimana sama Dern Ernest"


"Iih apaan si,, ko kok malah Dern si"


"Yeeh memang lo lagi mikirin dia kan"


"Iih ngga yah,,, udah deh mending kita makan malam aja, tugasnya disambung nanti"


"Ya udah deh"


Naila dan Della pun menuju ke ruang makan. Sedangkan Naila masih terus menerus memikirkan perkataan Della.


'Della kok bisa tau yah kalo gua lagi mikirin Dern. Apah jangan jangan,,,,ini yang namanya jatuh cinta? ngga ngga ngga mungkin lah gua suka ama tuh es batu. Tapi kenapa yah kok gua kepikiran dia terus apalagi pas liat dia ketawa waktu itu, aduh manis banget. Eh apaan sih Nay,, ngga ngga lo ngga boleh suka sama Dern Ernest si es batu ituh'


Sampai di meja makan, mereka duduk dan mulai menikmati makanan.


"Bu, maaf yah Della jadi ga enak"


"Della,,kamu itu udah ibu anggap kaya anak ibu sama bapak sendiri, iya kan pak? "


"Iya Della, kamu ngga usah sungkan sungkan. Malah kami yang minta maaf karena hanya ini yang bisa kami sajikan, maklum karena kan kami bukan orang berada"

__ADS_1


"Iya lagian lo kaya ama siapa aja"


"Hehehe iya. Emm ga papa kok pak, saya juga kalau di rumah kayak gini, karna sayapun bukan orang berada"


Begitu juga dengan Dern yang sedang ditunggu oleh Rico di meja makan yang penuh dengan makanan. Ada juga Lily dan Sam yang juga makan malam bersama mereka.


"Kita tunggu Dern yah"


"Itu Dern" ucap Sam


Dern duduk disebelah Lily.


"Maaf Dern terlambat"


"Ga papa kok,, ya udah sini tante ambilin makanannya"ucap Lily namun Dern tidak menjawabnya, hanya tersenyum dan memberikan piringnya


"Dern? "


"Iya pah"


"Apa kamu ga papa? kenapa kaya ga semangat gitu" Dern hanya menggeleng


"Atau karena,,, "


"Ga,, papah tenang aja"


Rico hanya tersenyum namun dalam benaknya masih ada kekhawatiran.


"Oya Dern,, tante udah bawain baju silat karna besok ada ekstrakurikuler pencak silat"


"Makasih" jawab Dern singkat


Drtt.. drrt... drrt..


Dern kembali mendapat panggilan dari Leo. Namun kali ini Dern mengangkatnya. Lily, Rico dan Sam hanya menyimak pembicaraan mereka.


"Dern lo dah ngerjain tugas? "


"Selesai"


"Besok"


"Lah ga bisa sekarang aja? "


"Kalau mau besok, kalo ga ya,, "


"Yaudah deh,, oya jangan lupa besok"


Dern pun langsung memutus panggilan


"Siapa Dern"tanya Lily


" Leo tante"


"Ooh pasti tugas sekolah kan? "


"Iya"


Tidak lama kemudian, Dern mendapat panggilan lagi. Saat melihatnya Dern hanya berdecak kasar. Namun panggilan itu berulang hingga yang ketiga kalinya.


"Siapa sih Dern kok ngga di angkat? "tanya Rico


"Anggel pah"


"Udah angkat aja,cantik loh" ledek Sam


"Apaan sih om"


Namun karena sudah yang kelima kalinya, Dern tidak tahan dan mengangkatnya.


"Hallo Dern sayang" semua yang ada dimeja makan hanya bisa menahan tawa, kecuali Dern yang terlihat kesal


"Iih jawab napa si"


"Kamu lagi apa siih? " Angel mulai dengan kecentilannya


"Makan" Jawab Dern singkat

__ADS_1


"Besok kamu ikut ekstrakurikuler pencak silat kan? "


"Hem"


"Oya gimana kalau kita jadi satu kelompok buat tugas bahasa? "


"Kamu mau kan? "


"Dern"


"Ga bisa"


"Kenapa sih? apa karena si Naila kamu cuek ke aku? kurang apa sih aku? udah cantik perhatian, kamu itu beruntung aku pilih. Kalo kamu ga mau ak,,, "


Dern langsung memutus pembicaraan Angel, seketika itu Rico, Lily dan Sam tertawa terbahak bahak melihat tingkah Dern menghadapi sikap Angel.


"Kenapa si? "tanya Dern dengan sikap dinginnya


" Dern kamu itu aneh, ada cewek yang ngejar ngejar kamu tapi kamunya biasa aja. Hahaha"Sam terus tertawa


"Dern kamu sabar yah. Tapi memang bener, kalo kamu beruntung dikejar kejar sama Angel. Kan dia itu banyak disukai sama cowok cowok disekolah tp dia malah suka sama kamu" ucap Lily sambil meledek Dern, sedangkan Dern terlihat kesal dengan mereka


"Kamu itu kaya es Dern, dingin. Yah mungkin pangeran papah ini pangeran es kali ya, hahahahahaha "


"Apaan sih pah, papah mah sama aja kaya Naila"


"Ekhem siapa lagi itu Naila? "tanya Rico meledek


" NAILA ITU TEMAN SEKELAS DERN, DAN BESOK DERN HARUS KERUMAHNYA BUAT NGERJAIN TUGAS KELOMPOK"tegas Dern yang terlihat sangat kesal


"Ooh temen,,, "


"Ya udah deh Dern mau kekamar" ucap Dern beranjak dari kursi dan menuju kamar


Kini Dern sudah terlelap setelah meminum obatnya. Begitu juga dengan Rico, setelah Lily dan Sam pulang.


Esok harinya ketika Dern akan pergi ke sekolah, Dern melihat dengan seorang wanita paruh baya yang hampir tertabrak oleh seorang pengendara sepeda motor hingga membuatnya juga belanjaannya terjatuh. Hal itu menggerakkan Dern untuk membantunya.


"Aduuh"


"Tante biar saya bantu" ucap Dern sambil tersenyum


"Eh iya nak makasih yah" ucap wanita itu


"Silahkan duduk disini dulu tante"


"Iya, nama kamu siapa"tanya wanita itu pada Dern yang sedang mengobati lukanya


"Dern tante. Oya tan mau Dern antar pulang? "


"Ngga usah, ini juga lagi nunggu ojek. Mending kamu sekolah aja ntar kamu telat loh"


"Oh iya Dern lupa, kalo gitu Dern permisi dulu tante. Maaf karena Dern tidak bisa mengantar pulang"


"Tidak apa, justru saya yang terima kasih sama kamu" Dern hanya tersenyum dan segera pergi menuju sekolah


Saat sampai di sekolah Dern justru bertemu dengan Refan bersama genknya.


"Eh anak baru yang sok ini baru datang ya" Dern tidak menggubris


"Eh lo itu jangan berlagak deh"


"Siapa? kenapa? " tanya Dern datar


"Lo lah siapa lagi coba, gua ga suka tau"


"Gua ga perduli"


"Ooh songong amat nih anak. Hajar" genk Refan pun menyerang Dern, namun sangat cepat Dern kalahkan. Dan lagi lagi Refan dipermalukan di depan umum.


"Awas lo Dern, tunggu aja pembalasan gua"


Dern langsung menuju ke kelas dengan gagahnya.


Dengan kejadian ini maka Refan semakin membenci Dern.


'Liat aja Dern, gua bakal bikin perhitungan sama lo. Dan lo bakal nyesel karna udah lakuin ini ke gua'

__ADS_1


__ADS_2