The Young Agent

The Young Agent
Musuh Baru


__ADS_3

Keesokan harinya,Dern kembali bersekolah. Seperti biasa Dern melakukan sarapan pagi bersama ayahnya.


"Dern? "


"Iya pah"


"Kamu yakin mau berangkat hari ini? "


"Iya pah, kan Dern udah sembuh. Papah ga usah khawatir sama Dern, Dern kuat kok"


"Tapikan Dern, kamu itu be,,,, "


"Paah,papah ga usah khawatir lagian ini kan keputusan Dern "


"Ya sudah kalo begitu"


°Di Sekolah°


Dern sedang bergegas menuju ke kelasnya. Hari itu Dern datang tepat bel tanda mulai literasi berbunyi. Itu sebabnya Dern agak terburu buru.


Saat hendak menuju ke bangkunya, tiba tiba ada anak laki-laki yang menabraknya. Saat itulah terjadi selisih paham antara mereka.


"Eh lo" katanya yang membuat Dern memfokuskan tatapannya namun tidak ada sepatah katapun keluar dari bibir basahnya


"Kalo jalan pake mata donk! " bentaknya


Tanpa mereka sadari mereka sedang menjadi pusat perhatian dari semua murid yang barada dalam kelas itu. Sementara Dern tidak bergeming sedikitpun dengan omelan Refan.


Refan adalah salah seorang murid yang juga dari kelas 8A. Beberapa hari ini ia tidak terlihat di sekolah karena hukuman dari pihak sekolah akibat kesalahan yang diperbuatnya. Refan adalah siswa yang paling ditakuti di sekolah Dern karena terkenal kejam dengan pembullyannya. Dia juga selalu membangkang, bahkan orang tuanya sampai angkat tangan dengan sikap anak mereka. Walaupun semua fakta itu tidak ada gunanya bagi Dern. Namun ada satu hal yang mengejutkan yaitu sebenarnya Refan termasuk siswa yang mengidam idamkan Naila.


"Eh lo tu yah, bisu atau tuli. Jawab ke orang lagi ngomong juga, gua hajar baru tau lo"ucap Refan yang sudah bersiap melayangkan pukulannya itu pada Dern


" Eh eh tunggu, stooopppp! "sela Leo yang mencoba melindungi Dern


" Apa si lo, ganggu urusan gua. Atau lo mau gua bully lagi HAH! "pertanyaan keras dari Refan membuat mulut Leo bungkam seribu bahasa


Dern sama sekali belum bertindak untuk meladeni Refan. Bahkan sekarang Leo lah yang sedang berjuang mati matian melindungi temannya itu.


"Minggir lo, gua cuma punya urusan sama dia. Siapa sih dia? apa pentingnya buat lo sampe sampe lo mau lindungin dia? dia itu baru kan?! anak baru aja songong"


"Fan dia itu Dern, Dern Ernest temen gua, gua ga bakal biarin lo sakitin dia"


"Alah kaya lo hebat aja"ucap Refan sambil mendorong Leo hingga tubuhnya terdorong mundur yang kemudian disangga oleh Dern


" Kamu ga perlu lindungi saya, kembalilah ke tempatmu"pinta Dern dengan tatapan yang masih tertuju pada Refan


"Tapi Dern"


"Terserah kamu aja"

__ADS_1


"Iya deh gua balik ke kursi gua"


Kini tibalah bagi Refan dan Dern untuk menyelesaikan masalah mereka. Kebetulan saat itu adalah jam kosong bagi kelas Dern, sehingga tidak ada guru yang masuk.


"Berani juga ya lo"


"Mau apa" tanya Dern dengan nada datar


"Lo nantangin gua"


"Ga"


"Sekarang lo minta maaf ga sama gua"tanpa ada balasan dari Dern yang langsung hendak duduk


" Lo denger ga sih "Ucap Refan yang tengah dikuasai oleh emosi sambil menarik kerah baju Dern


" JANGAN SENTUH SAYA"bentak Dern


"Ooh gitu kalo gitu,,,, jiaaa"Refan melayangkan kepalan tangan pada Dern


Seketika Dern menangkap pukulan Refan dan melakukan perlawanan. Seketika Refan langsung kalah menghadapi Dern dan ia pun sangat malu karena semua teman temannya mentertawakannya.


" Sok sokan mau ngajak berantem, ujung ujungnya juga kalah"ucap salah satu murid


"Ini pertama kalinya murid sok itu dikalahkan apalagi eh Dern yang hanya anak baru"


"Iya bener tuh, emang harus dikasih pelajaran tuh anak"


"Kali ini lo menang, tapi liat aja nanti lo bakal nyesel. Ingat Itu! "


"Serah" Ucap Dern yang langsung duduk di kursinya begitu juga dengan Refan.


'kayaknya gua harus kerja sama lagi sama Beno buat kasih pelajaran sama anak baru yang sok itu.Hahah tunggu aja pembalasan gua anak baru, lo itu belum tau siapa gua,,hahahaha' batin Refan yang menggerutu


Semenjak adanya selisih paham itu, Refan dan Beno bekerja sama dalam hal mencelakakan Dern.


Pulang sekolah seperti biasa Dern menaiki angkot dan akan turun di sebuah gang yang menuju ke tempat di mana motor disembunyikan. Dern segera pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke gedung yang tidak terpakai. Di situ Dern akan mulai melakukan penyelidikan untuk melacak komplotan penjahat.


Motor Dern telah tersembunyi karena kini tak terlihat lagi. Dern mulai memasuki gedung itu. Gedung bertuliskan Tiger itu memang terlihat sunyi, namun itu tidak mengurangi kewaspadaan Dern.


"Gedung ini memang terlihat sangat sunyi"


"Sebenarnya aku ragu apakah mereka benar ada di sini"


"Karena walau bagaimana pun gedung ini sudah sangat tak layak pakai"


"Tapi aku harus tetap waspada"


"Mungkin saja ini hanya rekaan mereka agar tidak ada yang mengetahuinya"

__ADS_1


Gumam Dern


Sudah tiga lantai yang Dern tapaki, saat ia menuju ke lantai 4 Dern mendengar ada suara bising yang yang tepatnya ada di lantai 4. Segeralah Dern mempercepat langkahnya dan menuju ke lantai 4.


Betapa terkejutnya Dern melihat ada 2 gadis yang sedang disandera oleh komplotan penjahat itu. Dern segera mengaktifkan kamera pengintai yang ada pada kacamatanya. Dern mencari tempat persembunyian yang benar benar aman agar ia tidak sampai tertangkap dan bersiap siaga menghadapi apapun yang akan terjadi.


Dern mendengarkan pembicaraan mereka yang sepertinya sangat serius. Sedangkan para sandera masih dalam keadaan tak sadarkan diri.


"Kenapa kita tidak bawa saja mereka"


"Tidak kita harus menunggu bos dulu karena ini adalah perintah langsung dari bos besar"


'Apakah yang mereka maksud adalah,,, mamah'gumam Dern


"Tapi ini sudah sangat lama"


"Walau begitu kita tetap harus menunggu"


"hmm baiklah,,, tapi biar kutanya satu hal"


"Apa yang ingin kau tanyakan"


"Memangnya saat ini bos sedang kemana dan sedang apa? "


"Menurut informasi bos sedang ada urusan yang memang dirahasia untuk kita, yang pasti dia akan membawa seseorang pada kita"


"Seseorang? siapa? apa dia korban atau mungkin anggota baru"


"Sepertinya seorang mata mata yang selama ini membantu memberikan informasi mengenai korban kita"


'Jadi ada juga mata mata yang membantu mereka melancarkan aksinya,, aku harus mencari tau semuanya. Sepertinya mereka sangat ahli sampai sampai banyak rahasia yang tidak diketahui dan setiap mereka melancarkan aksinya tidak ada jejak akurat yang dapat membantu penyelidikan'


"Owh akhirnya kita akan tau siapa mata mata kita itu sebenernya"


"Yah selama ini kita memang belum mengetahui identitas mata mata kita,hanya bos dan bos besar yang tau"


"Tapi aku benar-benar penasaran siapakah dia sebenarnya, karena informasi yang ia berikan sangat tepat jika aku benar mungkin dia orang yang sangat ahli"


"Ya kau benar aku pun sudah tak sabar bertemu dengannya"


'Sepertinya aku juga ikut merasa penasaran dengan mata mata yang mereka bicarakan'


Sudah 20 menit Dern ada di tempat itu, menjadi pendengar ilegal. Mereka membicarakan tentang perencanaan membawa korban mereka. Dan saat ini mereka sedang menunggu kedatangan seseorang.


Benar saja tidak lama kemudian ada dua orang yang datang. Langkah terdengar pelan namun pasti dan penuh keyakinan. Semua menjadi terfokus kedatangan mereka keadaan ruangan yang saat itu kurang akan penerangan membuat Dern kesulitan untuk melihat. Namun saat mereka tersorot oleh cahaya dan membuat tampilan mereka semakin jelas, Dern sangat terkejut saat melihatnya. Dalam hatinya berbicara


'bukankah it itu itu,,,,ja ja jadiii dia adalaahh'


Dern sungguh terkejut melihat mereka.

__ADS_1


Siapakah dia?


*) Jangan lupa ya like and coment. Terimakasih


__ADS_2