
Sudut pandang Dern~
Hai Hai Hai!!!
Ini aku. Dern Ernest. Jangan heran dengan sikapku oke?. Sikapku memang sedang sedikit ajaib. Hari ini aku sangat bersemangat. Dalam hatiku aku terus mengucap syukur. Kebahagiaan ini hampir membuatku mengeluarkan senyum seperti orang gila.
Tentu aku sangat bahagia hari ini. Sebelumnya aku sudah berhubungan dengan Mama menggunakan HP. Yah, walaupun aku terkesan cuek saat membalas pesannya. Sejujurnya aku bahkan lebih bahagia darinya.
Hidup bersama papaku dan terpisah dari mama ku, membuat Dern menjadi kurang akan kasih sayang seorang ibu. Jika papa ku bisa mengimbangi kedua peran aku takkan masalah. Tapi apa? Papaku itu bahkan terlihat seperti orang asing baginya. Sejak kecil dia selalu sibuk dengan pekerjaannya. Aku bahkan harus rela mengikuti jejak papa ku sejak dini agar bisa mendapatkan perhatian dari Papa ku itu. Tapi justru semakin kesini aku justru semakin merasa dijadikan alat semata untuk menyelesaikan tugas-tugas yang bahkan menyangkut hidup dan matiku.
Masih ingat saat aku terkena racun bukan? Yah, sampai saat ini bahkan efeknya belum hilang, bahkan sudah satu minggu. Aku tebak ini karena tubuhku yang tidak mendapat istirahat yang cukup. Bagaimana mungkin mendapatkan istirahat yang cukup, bahkan hampir setiap detiknya hanya disibukkan misi misi dan misi. Sehingga racun itu semakin menyerang tubuhku.
__ADS_1
Kembali ke topik awal. Kenapa aku bisa merasa sangat bahagia? Jawabannya adalah....
Aku akan bertemu Mama ku. Oh astaga. Ini adalah mimpiku selama bertahun-tahun lamanya. Aku rela dianggap penghianat oleh papa demi bertemu mama.
Bicara tentang Papa ku, aku sudah tidak peduli lagi. Mau dia dalam bahaya atau dalam keadaan aman dan nyaman pun aku tak peduli. Katakan saja aku durhaka. Tapi begitulah kenyataannya.
Karena satu orang saja yang Papa ku bawa ke kehidupanku membuat semuanya hancur berantakan. Pertama Papa, lalu sekarang temanku. Semuanya sudah memutuskan untuk memilih kebahagiaan mereka masing-masing. Jadi aku juga memilih kebahagiaanku sendiri. Tidak salah bukan?
Soal temanku Refan dan Beno, tidak perlu khawatir jika mereka akan menjauhi ku karena ibuku. Ya memang awalnya mereka sangat terkejut bahkan hampir tidak percaya tapi seperti yang pernah mereka janjikan, bahwa mereka akan selalu ada untukku. Setia. Kata yang pas untuk mereka. Aku tak pernah menyangka. Mereka yang dulunya jahat bahkan lebih setia dari ketiga kenalanku yang kukenal seperti orang baik.
Aku tahu mereka masih menganggapku teman, tapi aku tidak. Aku ini kan manusia berhati cacat. Jadi takkan pantas berteman dengan mereka yang sempurna_- . Bahkan kemarin-kemarin aku sempat dikejutkan oleh Naila yang menyatakan perasaannya terhadapku. Dia mengatakan saat kami berada di taman yang sepi. Aku tahu kalau Della dan Leo bahkan Refan dan Beno diam-diam mengintip. Hah~ cinta monyet. Aku bahkan tidak yakin dengan sesuatu yang bernama cinta itu. Saat itu aku mengambil tindakan yang benar menurutku. Hanya memandang datar dan pergi. Bukankah itu lebih baik dari pada berbohong dan mengatakan kalau kau juga suka padanya. Itu akan lebih menyakitkan bukan.
__ADS_1
Sejak saat itu hubungan pertemananku dengan mereka bertiga semakin hancur. Mereka menganggapku jahat dan tidak mengerti perasaan. Oh ayolah. Menjadi teman saja dia tidak bisa setia apalagi menjadi pacar?. Hah! Aku ingin tertawa saja rasanya.
Lain denganku, Refan dan Beno masih berteman dengan Naila, Della dan Leo. Walaupun tidak sedekat dulu juga sebenarnya. Mereka berlima juga sering bertengkar karena masalah sepele. Yah, mereka tidak seakrab dulu. Refan dan Beno masih tak terima saat Della Naila dan Leo seperti melupakanku sebagai teman dan memilih Iki. Mereka, Della Naila dan Leo juga memaksa Refan dan Beno menjauhiku saat tau aku adalah anak dari seorang pemimpin BT. Tentu saja Refan dan Beno murka. Refan bahkan mengatakan posisinya dulu yang merupakan anggota BT namun diterima dengan baik, sedangkan aku yang memiliki jasa banyak pada mereka, mereka tinggalkan. Beno juga mengatakan kalau Della Naila dan Leo lebih menjijikkan dari sampah, melupakanku hanya demi orang baru dan segala kesenangan akan materi semata. Aku tak mau ikut campur. Aku hanya memandang percekcokan mereka dengan tatapan dingin. Sepertinya aku harus belajar kembali cara membuat hati menjadi mati rasa. Yah, aku akan mencobanya.
Aku sedang berjalan santai menuruni tangga. Samar-samar aku mendengar gelak tawa dari ruang keluarga. Ya- tidak perlu dijelaskan lagi kalian pasti sudah tau itu siapa. Merekalah keluarga baru. Tuan Rico, Nyonya Rose dan Tuan Muda Iki serta Tuan Sam dan Nyonya Lily. Mereka sedang membahas tentang rencana liburan berdasar dari usulan tuan muda. Aku? Ah tidak perlu repot membawa boneka sepertiku. Boneka? Aku? Yap! aku adalah boneka. Hanya boneka. Aku boneka yang dipermainkan oleh mereka. Aku marah? Tidak! tentu tidak. Berarti aku menerima? Oh god itu tidaklah mungkin. Lalu kenapa aku diam dan tidak marah? Ingin taukah jawabannya? Baik. Jadi aku tidak marah dan diam saat mereka memperlakukanku seperti boneka karena,,,,,
Mereka gagal menjadikanku boneka. Masih belum tepatnya. Jadi biarkan saja. Toh aku sedang tidak ingin mencari masalah, bukan?
Sudah kubilang bukan? Semenjak kehadiran Rose dan Iki membuat hampir semua yang ada didekatku menjauhiku. Aku tahu itu bukan kemauan mereka. Itu adalah siasat licik dari kedua ular liar yang berhasil membodohi semua orang. Berdesis kesana kemari mengucap kata manis, lalu menuntun kearah jurang. Begitulah cara kerja mereka. Cukup menjijikkan bagiku. Aku tentu melewati mereka tanpa ada keraguan untuk menoleh sekalipun. Mereka saja tidak menyadari kehadiran ku, jadi untuk apa aku menyadari kehadiran mereka. Bukankah itu terlalu menguntungkan untuk mereka? Tentu aku tak mau. Aku akan dengan senang hati melakukannya, jika itu berguna dan menguntungkan untukku.
Hari ini aku menggunakan motorku sendiri, hasil kerja kerasku sendiri. Bukan motor yang kugunakan untuk menjalankan misi.
__ADS_1
Menikmati jalan yang lenggang tak terlalu ramai. Setiap pemandangan yang menyenangkan. Senyum mengembang dibalik helm fullface ku. Dalam hati aku berharap. Agar aku bisa menghabiskan waktu dengan Mama. Tidak hanya hari ini tapi juga esok dan di masa depan. Semoga rencana pertemuan ini akan membawa sesuatu yang baik. Yah, semoga......
*) Jangan lupa like coment and vote ok?,,,, terimakasih 🙏