The Young Agent

The Young Agent
Steven Ariven


__ADS_3

Tidak seperti kemarin, saat ini hari cukup cerah. Panas tidak terlalu menyengat. Tentu suasana inilah yang diinginkan banyak orang. Tidak ada hujan, angin ribut, ataupun guntur. Lebih menyenangkan jika berjalan beriringan bersama matahari, daripada harus dipayungi awan mendung.


"Ayo Dern! Katanya lo mau ikut? "


"Hm, "


"Hah? "


"Lo napa si Dern, ngga jelas banget sumpah dah, "


"Ck! Iya iya, yuk! "


"Okeh! Ayoo! " Pekikan Beno membuat yang lain geleng-geleng kepala saja. Sebenarnya Dern juga merasa penasaran, tapi tertutupi tampang datarnya. Mereka menujumu ke kebun belakang sekolah. Dern tidak menyangka ada tempat tersembunyi disana.


Ada sebuah gubuk kecil dari bahan kayu. Lebih tepatnya rumah tua. Ada sebuah taman didepannya. Dengan pohon rindang juga. Disana minim cahaya karena tertutupi oleh banyak pepohonan. Damai. Suasananya sangat tenang. Kebersihannya juga terjaga.


"Jadi? Lo suka kan? " Tanya Leo dengan antusias


"Suka, " Matanya berbinar kagum


"Gimana kalian nemuin tempat ini? "


"Itu sebenarnya Refan yang tau, kita dikasih tau belum lama, "


"Iya gua tau waktu gua lagi bolos, ahahah. "


Di tempat lain, yang belum diketahui. Ada sekelompok orang yang sedang berkumpul. Kebanyakan dari mereka menggunakan pakaian seperti pereman,


"Sudah saatnya,,,, ayo! Jangan sampai terlalu mencolok, "


"Baik, ayo! "


Siapa itu-ah bukan, maksudnya siapa mereka? Apa yang mereka lakukan? Musuh atau teman? Yah, kita ikuti saja bagaimana nanti takdir menorehkan ceritanya.


Saat ini Dern dan kawan-kawan belum beranjak dari tempat yang baru mereka jadikan markas. Mereka lebih memilih duduk bawah pohon rindang dengan melingkar.


"Dern?! "


"Hm? "


"Lo ngga takut kena hukum karna lo terlambat? "


"Iya Dern, apalagi tadi lo berani ngelawan Pak Sar. "


"Hihihihi,, kan aku dah lulus.. Mau dikeluarkan pun aku ngga masalah. Hahehehe, tumben kamu panggil aku 'Dern' biasanya juga es batu. "


"Ck! Iya juga yah, gua cuma pengin aja kok, "

__ADS_1


"Lagian dia itu bukan orang baik, "


"Maksud lo? "


"Buktinya dia lagi nguntit, masa kamu ngga sadar Fan? "


"Hah? Kok gua si, lagian lo ada-ada aja. Dia itu guru kita, emang dia mau nguntit siapa? "


"Emang kamu punya bukti Dern? "


"Kamu perlu bukti Dell? Kalian juga? "


"Ya iyalah gua juga butuh bukti tau. Kalo ngga ada bukti itu namanya fitnah, "


"Ok, tapi kalian disini aja yah? "


Sambil beranjak menuju tempat yang sedikit lapang dan sedikit menjauh dari teman-temannya


"Emang lo mau kemana? "


"Cuma disini kok, hihihi.... "


Refan malah ngeri dengan seringai yang ditunjukkan Dern. Beno dan Leo malah seperti orang linglung. Sedangkan Naila dan Della malah heran dengan sikap Dern.


"Dern lo ngapain si? Udah sini? "


"Kalian diem aja disitu, "


"Cih! Instingmu kuat juga, bocah. "


"Tanganku jadi gatel, "


"Akan kujadikan pengganggu ini perkedel, "


"Hallo, Dern Ernest? "


"Hai juga, tuan Steven Ariven?"


"H-hei, aku Sar buka-, "


"Ohow,,, come on. Yang saya katakan itu nama asli anda tuan. Apakah anda tidak menyukai nama yang sudah tercoreng kejahatan itu, sehingga anda memilih mengganti nama? "


"Diam kau bocah sialan! "


"Calm down, tuan. Biar saya lihat sekarang jam berapa, saya harap saya bisa melayani anda dengan baik. Ahahaha, pukul tiga belas lebih dua belas menit. Kurasa anda beruntung. Jadi sekarang? Apa yang anda inginkan? "


"Jad-jadi dia itu...., "

__ADS_1


"Dia siapa Fan?, "


"Dia memang penjahat Ben, penyelundup narkoba. Kenapa dia bisa jadi guru kita yah? Gua juga baru nyadar, "


"Berarti es batu dalam bahaya donk. Sana Fan, lo bantuin, "


"Ck biarin aja Nai, dia itukan agen. Jadi bagi orang kaya mereka udah biasa bagi Dern. Udah biarin aja, kita cukup jadi penonton aja."


Seperti yang Dern bilang, Steven dan kawan-kawannyalah yang menguntit mereka sedari tadi. Niatnya ingin menyerang secara senyap. Tapi insting Dern masih lebih tepat.


Disinilah Dern. Menghadapi enam orang dengan senjata di setiap orangnya. Mulai jengah dengan keadaannya dua orang mulai menyerang Dern secara bersamaan. Satu membawa pisau dan satunya tangan kosong. Dapat. Seketika tangan kanan orang yang menyerangnya dengan pisau lipat ia tangkap, lalu dipatahkannya tangan tersebut. Tidak ingin kakinya menganggur, Dern gunakan untuk menendang bagian ulu hati dengan perkenaan ujung jari kaki seperti akan menusuk. Kemudian ia putar badannya dan menendang bagian belakang kepala, sehingga ia kehilangan keseimbangan sekaligus kesadaran. Apa kabar dengan orang yang menyerangnya dengan tangan kosong? Dern perkirakan, orang itu mengalami luka dalam. Dibuktikan dengan muntahan darah yang keluar dari mulutnya. Dua tumbang, sisa empat.


Tidak terima dengan kekalahan temannya, tiga orang langsung menyerang secara bersamaan. Dua orang menyerang langsung sedangkan satu orang dari jarak jauh, karena senjatanya yang digunakan adalah pistol. Dua orang itu yang menggunakan pisau lipat sebagai senjata, mulai maju ke arah Dern. Dengan kecepatan refleksnya, Dern berlari dan langsung ada di belakang mereka. Kedua tangannya ia angkat. Jari-jari tangan ia rapatkan dan dibuat kaku. Tusukkan ia tepatkan di leher atas. Bisa dipastikan sarafnya ada yang rusak. Tapi Dern tidak perduli itu, selagi mereka memang pantas mendapatkannya. Satu dari mereka berdua, Dern angkat untuk jadi tameng dari tembakan yang akan di lancarkan. Tidak ingin berlama-lama, Dern mengambil satu pisau yang tergeletak dan melemparkan pada orang yang memegang pistol. Tiga tumbang. Jadi tinggal satu lawan satu. Dern langsung bergerak lincah menghindari tembakan dari Steven. Sadar jika Dern tidak ada dihadapannya, membuat Steven mengedarkan pandangannya mencari Dern.


Duakk....


Satu tendangan menyerang punggungnya, membuat Steven tersungkur. Alhasil pistol terlempar jauh. Dari belakang, Dern sudah menodongkan pistol ke kepala bagian belakang membuat dirinya tak bisa lagi berkutik.


"Jadi? Menyerah atau,,...? "


"Atau apa hah?! Atau mati?! Heh, BASI!!, "


"Ahahah.... Sayangnya saya sama sekali tidak menyukai cara singkat seperti itu. Saya kasih pilihan,, menyerah atau semua harta benda yang anda miliki LENYAP! Bagaimana? Tawaran yang menarik bukan? "


"Cih! Memangnya siapa kau bocah?! "


"Dern Ernest... Little Agent of Golden Wolf, " Bisik Dern


"Ap-apa?!! Sialan kau! Lep-,, " Ucapannya terpotong saat Dern mengalirinya dengan aliran listrik yang cukup membuat orang pingsan. Yah setidaknya untuk beberapa jam ke depan. Jika kalian tanya, darimana aliran listrik yang Dern gunakan? Jangan lupakan jam tangan yang masih melekat di pergelangan tangan Dern.


"Waktu anda sudah habis tuan. Hihihihi.... "


"Diem Dern! Lo jadi tambah serem kalo ketawa kek gitu, "


"Woah,, hebat hebat. Gua salut sama lo Dern."


"Woy es batu! Seenaknya aja lo gelut disini. Terus ini gimana sama mereka! Siapa yang mau tanggung jawab? Hah?! Dasar es batu! " Cerocos Naila


"Udah, mending sekarang kita pulang. Mereka udah ada yang urusin. Sekarang aku mau pulang dulu, soalnya udah telat satu jam dari makan siang. Ada yang mau bareng kah? "


"Wah, ayo dah. Gua ikut, "


"Gua si sebenernya ngga mau, tapi gua ngga ada temen,, jadi gua nebeng lo aja dah. "


"Lo kamu mau sama aku? Terus Della sendirian donk? kan biasanya sama kamu Nai? "


"Engga, dia dijemput. "

__ADS_1


"Ooh ya udah ayok Leo, Nai. Kita duluan yah,,, daaah. "


"Daaah juga. "


__ADS_2