Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 10


__ADS_3

Valerie berlari mengejar Lia hingga dia tak sengaja menabrak seseorang , Valerie membantu memungut buku yang jatuh karena ulahnya .


" maaf , aku gak sengaja " sambil membereskan buku-buku itu .


" gak apa-apa kok , untung aja yang nabrak bidadari secantik kamu " sahut pria itu . Valerie agak asing melihat wajah pria itu namun karena Adam memanggilnya dan pria itu juga telah pergi Valerie tidak lagi memikirkannya .


" Valerie " panggil Adam , dan Valerie menoleh ke arah sumber suara , Valerie tersenyum pada Adam membuat Adam jadi salah tingkah .


" ke kelas nya bareng an iya " ajak Adam seraya menggandeng tangan Valerie meski sudah biasa bergandengan tangan dengan Adam kali ini Valerie merasa berbeda , ada semacam sengatan pada jantungnya yang entah sulit dia jelaskan .


sepulang kuliah , seperti biasa Valerie menemui ketiga temannya itu tak lupa Adam juga ikut menemaninya .


" cie yang baru jadian " kata Maria sambil menyenggol pundak Valerie , Valerie melotot ke arah nya .


" diam gak " ucap Valerie .


" tenang aja val kita bakal jaga rahasia ini kok, aman pokoknya " sambung Ana.


" mau jalan dulu atau langsung pulang ?" tanya Adam pada Valerie . Valerie bingung karena Manuel sudah janji untuk menjemputnya .


" lagi bingung dia dam, takut sama bodyguardnya " celetuk Lia .


" ohh " jawab Adam singkat .


" val, kenapa gak pindah aja sih ! kalau kamu tetap tinggal sama Manuel , kamu gak akan bisa bebas " ucapan Lia memang ada benarnya tapi Valerie butuh alasan yang tepat untuk membuat Manuel tidak curiga padanya .


" gini aja iya val , kalau kamu takut dia bakal gak ijinin kamu pindah , kamu bilang aja orang tuamu akan datang ke tempat mu " kata Maria memberi saran.


" tapi kan Manuel juga sering ke apartemenku mar " kataku pada Maria ,


" sering ? " sahut Adam membuatku merasa tidak enak .


" iya kamu bilang aja kamu butuh waktu sendiri buat menyelesaikan skripsi atau apalah " tambah Ana.


" iya kalau dia jawab aku bisa bantu kamu gimana? " kata Valerie frustasi .


" kamu bilang aja kamu butuh waktu sendiri buat pemulihan baik fisik maupun psikismu , secara kamu habis " belum sempat omongan Adam langsung ditutup oleh Valerie tangan Valerie .

__ADS_1


" emang kamu sakit apa val ? sampai butuh waktu pemulihan ? " tanya Maria penasaran.


" gak kok , Adam aja yang asal bicara " terang Valerie . akhirnya obrolan mereka berakhir saat ponsel Valerie berdering .


" maaf banget iya , kayaknya aku sudah di jemput , Adam lain kali aja iya jalannya , see you " pamit Valerie , di saat Valerie pergi , Lia mengikuti Valerie . keduanya pun jalan bareng .


di depan gerbang kampus ,


" val, kemarin Adam ngomong apa aja sama kamu?" tanya Lia serius.


" gak kok gak ngomong apa-apa " jawab Valerie .


" jangan bilang Adam bicara soal kamu yang pendarahan" bisik Lia , Valeri menghentikan langkahnya ,


" kamu juga tahu Li" tanya Valerie pada Lia mengangguk . " kalian tahu dari mana? apa Manu yang memberitahu kalian ?" tanya Valerie sungguh dia merasa malu saat aibnya di ketahui oleh sahabatnya itu , wajah Valerie jadi pucat dan saat itu juga Manuel menghampiri nya .


"dari tadi aku nungguin kamu , kamunya malah asyik ngobrol di sini" omel Manuel pada Valerie , namun melihat Valerie diam dan wajahnya pucat Manuel menjadi cemas .


* sayang , kamu sakit ? " tanya Manuel .


" gak kok aku gak apa-apa, ayo pulang , Li mau bareng " ujar Valerie.


Valerie dan Manuel berjalan di depan Lia untuk menuju mobil Manuel, samar-samar Lia mendengar pembicaraan keduanya .


" kan aku sudah bilang kalau masih sakit gak usah masuk dulu " oceh Manuel pada Valerie .


" nanti kalo aku gak masuk ketinggalan pelajaran terus gimana ujian nanti " jawab Valerie .


" tapi sayang kamu kan baru saja keguguran kamu butuh banyak istirahat " mendengar perkataan Manuel , Lia langsung menjawab .


" jadi itu alasan kamu sakit val ?" Valerie dan Manuel langsung menghentikan langkah mereka , meski Lia sudah tahu semuanya dia tetap mengatakannya di depan Manuel .


Lia langsung menarik Valerie ke sisinya , Valerie hanya diam namun Lia menggaruk lengan Valerie memberi kode tapi Valerie tidak mengerti apa yang di rencanakan sahabatnya itu.


" jadi gini kamu memperlakukan sahabat ku ? udah selingkuh i terus bikin dia hamil pula ! atau jangan-jangan kamu juga yang membuatnya keguguran " mendengar itu Manuel menjadi marah .


" Li , udah iya, Manuel saat juga gak tahu kalo aku hamil dia gak sengaja Lia " bela Valerie , untung saja tidak ada orang lewat di sekitar tempat mereka sekarang .

__ADS_1


" val , kamu masih bisa iya membela nya "


" kamu kira aku bakal bunuh calon anak ku sendiri begitu maksud kamu ! " ucap Manuel dengan nada tinggi , Lia sempat kaget melihat respon dari Manuel .


" Manu , lebih baik kita pulang saja , kami pulang dulu iya Li " ajak Valerie pada Manuel .


" gila sih ! untung Valerie cepat nanggepinnya bisa-bisa habis aku " Lia merinding membayangkan Manuel yang mengamuk dan marah padanya .


di dalam mobil ,


suasana menjadi hening , baik Manuel dan Valerie hanya diam membisu sampai saat Manuel membuka pembicaraan " gimana? kamu masih merasa gak enak badan ? kita pergi ke dokter iya " tanya Manuel sambil menyetir mobil miliknya.


" tidak perlu , aku cuma butuh istirahat aja" jawab Valerie .


" tapi val " sebelum perkataan Manuel selesai , Valerie berkata" aku gak apa-apa kok " sambil tersenyum .


sesampainya di apartemen Manuel , Valerie langsung masuk kedalam kamar dia mengatakan pada Manuel jika dirinya ingin istirahat .


di dalam kamar Valerie , dirinya sedang menghubungi Lia "ada apa val ?" jawab Lia di sebrang sana .


"kamu tadi ngapain sih ngomong kayak gitu ke Manu, kalau Manu sampai ngamuk gimana coba ! " memarahi Lia .


" iya kan aku lagi bantuin kamu val " " sekalian ingin tahu aja penyebab kamu sampai kayak gitu , secara kamu juga gak mau cerita pada sahabatmu sendiri val " pikir Lia.


" bantuin apa? " tanya Valeri , akhirnya Lia menjelaskan semua rencananya pada Valerie awalnya Valerie menolak tapi dengan bujukan Lia akhirnya Valerie pun setuju .


" Valerie waktunya makan " suara Manuel dari balik pintu , Valerie segera mematikan panggilannya dan berpura-pura tidur.


kriek, pintu kamar Valerie terbuka , Manu masuk kedalam dan melihat Valerie yang sedang tidur , pada akhirnya Manuel keluar dan membiarkan Valerie istirahat .


" huff, untung aja gak ketahuan " gumam Valerie setelah melihat Manu keluar dari kamarnya .


Di luar kamar , sambil menunggu sang pujaan hati bangun Manuel mengambil beberapa berkas yang belum selesai dia kerjakan dan menyelesaikannya. Manuel melihat pintu kamar Valerie , merasa wanitanya belum bangun Manuel pun pergi keluar sebentar meninggalkan Valerie sendiri an .


Sore hari , Valerie terbangun, dirinya segera mandi dan bersiap memasak makan malam untuk mereka berdua . Valerie melakukannya hari ini karena merasa bersalah pada Manuel atas sikap Lia tadi siang .


Valerie sudah berada di dapur , dia memasak ayam goreng untuk Manuel dan saat sedang memasak , Manuel tiba-tiba muncul entah dari mana karena sebelumnya masih tak menyadari jika Manuel tepat di belakangnya Valerie tersentak kaget saat ada tangan kekar yang meraih pinggangnya " tumben masak, biasanya kalo malam suka pesan makanan " tanya Manuel sambil memeluk tubuh Valerie dari belakang.

__ADS_1


" iya sayang aja udah di belikan bahan malah gak ke pake " jawab Valerie ,


" ohh " jawab Manuel .


__ADS_2