
Valerie berlari mengejar Lia hingga dia tak sengaja menabrak seseorang , Valerie membantu memungut buku yang jatuh karena ulahnya .
" maaf , aku gak sengaja " sambil membereskan buku-buku itu .
" gak apa-apa kok , untung aja yang nabrak bidadari secantik kamu " sahut pria itu . Valerie agak asing melihat wajah pria itu namun karena Adam memanggilnya dan pria itu juga telah pergi Valerie tidak lagi memikirkannya .
" Valerie " panggil Adam , dan Valerie menoleh ke arah sumber suara , Valerie tersenyum pada Adam membuat Adam jadi salah tingkah .
" ke kelas nya bareng an iya " ajak Adam seraya menggandeng tangan Valerie meski sudah biasa bergandengan tangan dengan Adam kali ini Valerie merasa berbeda , ada semacam sengatan pada jantungnya yang entah sulit dia jelaskan .
sepulang kuliah , seperti biasa Valerie menemui ketiga temannya itu tak lupa Adam juga ikut menemaninya .
" cie yang baru jadian " kata Maria sambil menyenggol pundak Valerie , Valerie melotot ke arah nya .
" diam gak " ucap Valerie .
" tenang aja val kita bakal jaga rahasia ini kok, aman pokoknya " sambung Ana.
" mau jalan dulu atau langsung pulang ?" tanya Adam pada Valerie . Valerie bingung karena Manuel sudah janji untuk menjemputnya .
" lagi bingung dia dam, takut sama bodyguardnya " celetuk Lia .
" ohh " jawab Adam singkat .
" val, kenapa gak pindah aja sih ! kalau kamu tetap tinggal sama Manuel , kamu gak akan bisa bebas " ucapan Lia memang ada benarnya tapi Valerie butuh alasan yang tepat untuk membuat Manuel tidak curiga padanya .
" gini aja iya val , kalau kamu takut dia bakal gak ijinin kamu pindah , kamu bilang aja orang tuamu akan datang ke tempat mu " kata Maria memberi saran.
" tapi kan Manuel juga sering ke apartemenku mar " kataku pada Maria ,
" sering ? " sahut Adam membuatku merasa tidak enak .
" iya kamu bilang aja kamu butuh waktu sendiri buat menyelesaikan skripsi atau apalah " tambah Ana.
" iya kalau dia jawab aku bisa bantu kamu gimana? " kata Valerie frustasi .
" kamu bilang aja kamu butuh waktu sendiri buat pemulihan baik fisik maupun psikismu , secara kamu habis " belum sempat omongan Adam langsung ditutup oleh Valerie tangan Valerie .
__ADS_1
" emang kamu sakit apa val ? sampai butuh waktu pemulihan ? " tanya Maria penasaran.
" gak kok , Adam aja yang asal bicara " terang Valerie . akhirnya obrolan mereka berakhir saat ponsel Valerie berdering .
" maaf banget iya , kayaknya aku sudah di jemput , Adam lain kali aja iya jalannya , see you " pamit Valerie , di saat Valerie pergi , Lia mengikuti Valerie . keduanya pun jalan bareng .
di depan gerbang kampus ,
" val, kemarin Adam ngomong apa aja sama kamu?" tanya Lia serius.
" gak kok gak ngomong apa-apa " jawab Valerie .
" jangan bilang Adam bicara soal kamu yang pendarahan" bisik Lia , Valeri menghentikan langkahnya ,
" kamu juga tahu Li" tanya Valerie pada Lia mengangguk . " kalian tahu dari mana? apa Manu yang memberitahu kalian ?" tanya Valerie sungguh dia merasa malu saat aibnya di ketahui oleh sahabatnya itu , wajah Valerie jadi pucat dan saat itu juga Manuel menghampiri nya .
"dari tadi aku nungguin kamu , kamunya malah asyik ngobrol di sini" omel Manuel pada Valerie , namun melihat Valerie diam dan wajahnya pucat Manuel menjadi cemas .
* sayang , kamu sakit ? " tanya Manuel .
" gak kok aku gak apa-apa, ayo pulang , Li mau bareng " ujar Valerie.
Valerie dan Manuel berjalan di depan Lia untuk menuju mobil Manuel, samar-samar Lia mendengar pembicaraan keduanya .
" kan aku sudah bilang kalau masih sakit gak usah masuk dulu " oceh Manuel pada Valerie .
" nanti kalo aku gak masuk ketinggalan pelajaran terus gimana ujian nanti " jawab Valerie .
" tapi sayang kamu kan baru saja keguguran kamu butuh banyak istirahat " mendengar perkataan Manuel , Lia langsung menjawab .
" jadi itu alasan kamu sakit val ?" Valerie dan Manuel langsung menghentikan langkah mereka , meski Lia sudah tahu semuanya dia tetap mengatakannya di depan Manuel .
Lia langsung menarik Valerie ke sisinya , Valerie hanya diam namun Lia menggaruk lengan Valerie memberi kode tapi Valerie tidak mengerti apa yang di rencanakan sahabatnya itu.
" jadi gini kamu memperlakukan sahabat ku ? udah selingkuh i terus bikin dia hamil pula ! atau jangan-jangan kamu juga yang membuatnya keguguran " mendengar itu Manuel menjadi marah .
" Li , udah iya, Manuel saat juga gak tahu kalo aku hamil dia gak sengaja Lia " bela Valerie , untung saja tidak ada orang lewat di sekitar tempat mereka sekarang .
__ADS_1
" val , kamu masih bisa iya membela nya "
" kamu kira aku bakal bunuh calon anak ku sendiri begitu maksud kamu ! " ucap Manuel dengan nada tinggi , Lia sempat kaget melihat respon dari Manuel .
" Manu , lebih baik kita pulang saja , kami pulang dulu iya Li " ajak Valerie pada Manuel .
" gila sih ! untung Valerie cepat nanggepinnya bisa-bisa habis aku " Lia merinding membayangkan Manuel yang mengamuk dan marah padanya .
di dalam mobil ,
suasana menjadi hening , baik Manuel dan Valerie hanya diam membisu sampai saat Manuel membuka pembicaraan " gimana? kamu masih merasa gak enak badan ? kita pergi ke dokter iya " tanya Manuel sambil menyetir mobil miliknya.
" tidak perlu , aku cuma butuh istirahat aja" jawab Valerie .
" tapi val " sebelum perkataan Manuel selesai , Valerie berkata" aku gak apa-apa kok " sambil tersenyum .
sesampainya di apartemen Manuel , Valerie langsung masuk kedalam kamar dia mengatakan pada Manuel jika dirinya ingin istirahat .
di dalam kamar Valerie , dirinya sedang menghubungi Lia "ada apa val ?" jawab Lia di sebrang sana .
"kamu tadi ngapain sih ngomong kayak gitu ke Manu, kalau Manu sampai ngamuk gimana coba ! " memarahi Lia .
" iya kan aku lagi bantuin kamu val " " sekalian ingin tahu aja penyebab kamu sampai kayak gitu , secara kamu juga gak mau cerita pada sahabatmu sendiri val " pikir Lia.
" bantuin apa? " tanya Valeri , akhirnya Lia menjelaskan semua rencananya pada Valerie awalnya Valerie menolak tapi dengan bujukan Lia akhirnya Valerie pun setuju .
" Valerie waktunya makan " suara Manuel dari balik pintu , Valerie segera mematikan panggilannya dan berpura-pura tidur.
kriek, pintu kamar Valerie terbuka , Manu masuk kedalam dan melihat Valerie yang sedang tidur , pada akhirnya Manuel keluar dan membiarkan Valerie istirahat .
" huff, untung aja gak ketahuan " gumam Valerie setelah melihat Manu keluar dari kamarnya .
Di luar kamar , sambil menunggu sang pujaan hati bangun Manuel mengambil beberapa berkas yang belum selesai dia kerjakan dan menyelesaikannya. Manuel melihat pintu kamar Valerie , merasa wanitanya belum bangun Manuel pun pergi keluar sebentar meninggalkan Valerie sendiri an .
Sore hari , Valerie terbangun, dirinya segera mandi dan bersiap memasak makan malam untuk mereka berdua . Valerie melakukannya hari ini karena merasa bersalah pada Manuel atas sikap Lia tadi siang .
Valerie sudah berada di dapur , dia memasak ayam goreng untuk Manuel dan saat sedang memasak , Manuel tiba-tiba muncul entah dari mana karena sebelumnya masih tak menyadari jika Manuel tepat di belakangnya Valerie tersentak kaget saat ada tangan kekar yang meraih pinggangnya " tumben masak, biasanya kalo malam suka pesan makanan " tanya Manuel sambil memeluk tubuh Valerie dari belakang.
__ADS_1
" iya sayang aja udah di belikan bahan malah gak ke pake " jawab Valerie ,
" ohh " jawab Manuel .